Comscore Tracker

Fenomena Raynaud, Kelainan Pembuluh Darah akibat Stres atau Kedinginan

Penting untuk menjaga tubuh tetap hangat

Pernahkah kamu mendengar fenomena Raynaud? Juga dikenal sebagai sindrom Raynaud atau penyakit Raynaud, ini merupakan kelainan pembuluh darah yang biasanya menyerang area jari tangan dan jari kaki.

Melansir Medical News Today, kondisi ini pertama kali diungkap oleh seorang ahli bernama Maurice Raynaud tahun 1862.

Stres dan kedinginan adalah dua faktor yang dapat memicu pembuluh darah menyempit, sehingga darah tidak mampu mengalir secara sempurna menuju permukaan kulit. Akibatnya, permukaan kulit cenderung berubah warna menjadi biru atau putih pucat. Ketika aliran darah kembali, kulit cenderung akan berubah menjadi lebih kemerahan dan mengalami kesemutan atau sensasi berdenyut.

Menurut keterangan dari Raynaud's Association, fenomena Raynaud memengaruhi 5-10 persen penduduk Amerika Serikat (AS). Namun, hanya 1 dari 10 orang yang berusaha mencari pertolongan medis.

Selain itu, disebutkan pula bahwa perempuan lebih berisiko mengalami kondisi ini ketimbang laki-laki.

1. Jenis-jenis fenomena Raynaud

Fenomena Raynaud, Kelainan Pembuluh Darah akibat Stres atau KedinginanPexels.com/Anna Shvets

Melansir Mayo Clinic dan WebMD, terdapat dua kondisi utama fenomena Raynaud, yaitu:

  • Raynaud primer (penyakit Raynaud): terjadi tanpa masalah medis lain yang menyertai dan gejala biasanya ringan. Pasien kebanyakan memutuskan untuk tidak mencari pengobatan medis karena kondisi bisa mereda dengan sendirinya. Raynaud primer biasanya muncul pada usia antara 15-25 tahun.
  • Raynaud sekunder (sindrom Raynaud atau fenomena Raynaud): terjadi sebagai konsekuensi masalah medis lain yang mendasari. Raynaud sekunder sering kali menyerang jaringan ikat tubuh misalnya akibat lupus atau reumatoid artritis. Kasus jenis ini lebih jarang terjadi, tetapi cenderung menyebabkan masalah kesehatan serius. Kondisi ini umum terjadi pada kisaran usia 35-40 tahun. 

2. Gejala yang dapat ditunjukkan

Fenomena Raynaud, Kelainan Pembuluh Darah akibat Stres atau Kedinginancommons.wikimedia.org/Thomas Galvin

Melansir Healthline dan Harvard Health Publishing, gejala paling umum fenomena Raynaud ditunjukkan dengan perubahan warna kulit (putih pucat sampai biru), sedingin es, kesemutan, dan mati rasa di area jari tangan, jari kaki, telinga, bahkan hidung saat pembuluh darah yang membawa darah ke ekstremitas (anggota gerak) tersumbat.

Pasien dengan fenomena Raynaud primer biasanya merasakan penurunan suhu tubuh di daerah yang terdampak dengan sedikit sensasi nyeri.

Sementara itu, pasien dengan diagnosis fenomena Raynaud sekunder sering mengalami nyeri hebat, mati rasa, dan kesemutan di jari tangan atau jari kaki. Episode yang terjadi dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Gejala pada fenomena Raynaud sekunder sering kali berhubungan dengan penyakit reumatik yang mendasarinya, seperti ruam, radang sendi, dan penebalan atau pengerasan kulit. 

Ketika vasospasme (penyempitan) selesai dan individu memasuki lingkungan lebih hangat, jari tangan dan kaki mungkin akan mengalami denyutan dan tampak merah cerah. Setelah penghangatan, diperlukan waktu 15 menit atau lebih agar aliran darah kembali normal kembali ke area yang terkena.

Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Ruam Kulit, Ampuh dan Bisa Dilakukan di Rumah

3. Dari penyebab yang masih belum jelas hingga kondisi medis tertentu

Fenomena Raynaud, Kelainan Pembuluh Darah akibat Stres atau Kedinginanunsplash.com/Michelle Ding

Penyebab penyakit Raynaud masih belum bisa dipastikan. Namun, diduga hiperaktivasi sistem saraf simpatis menjadi penyebab pembuluh darah mengalami penyempitan. Hal ini bisa terjadi saat seseorang berada di tempat yang dingin, membuka lemari es, atau meletakkan tangan di air dingin. Sementara itu, ada yang mengalami gejala ketika berhadapan dengan stres berlebih, bahkan tanpa penuruhan suhu terkait.

Pada fenomena Raynaud sekuder, biasanya berhubungan dengan kondisi medis atau gaya hidup yang memengaruhi pembuluh darah atau jaringan ikat, meliputi:

  • Kebiasaan merokok.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti beta-blocker dan amfetamin.
  • Orang dengan hobi atau pekerjaan yang berhubungan dengan gerakan berulang seperti mengetik, bermain gitar atau piano, dan bekerja menggunakan alat getar (jackhammer) lebih berisiko.
  • Penyakit autoimun seperti lupus, skleroderma, reumatoid artritis, atau sindrom Sjögren.
  • Sindrom carpal tunnel.
  • Radang sendi.
  • Aterosklerosis.

4. Diagnosis

Fenomena Raynaud, Kelainan Pembuluh Darah akibat Stres atau KedinginanUnsplash.com/Matheus Ferrero

Dalam menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, meliputi pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan pasien, dan tes darah.

Dokter juga akan bertanya terkait gejala, hobi, dan kebiasaan yang dilakukan pasien. Untuk membedakan fenomena Raynaud primer dan sekunder, dokter dapat melakukan kapileroskopi. 

Pasien dengan Raynaud sekunder cenderung memiliki pembuluh darah yang membesar atau berubah bentuk di dekat lipatan kuku. Berbeda dengan Raynaud primer, di mana pembuluh kapiler sering tampak normal ketika vasospasme tidak terjadi.

Di samping itu, tes darah dilakukan untuk mengukur laju sedimentasi eritrosit atau memastikan pasien terkait menunjukkan antibodi anti-nuklear (ANA) atau sebaliknya. ANA bisa menjadi indikasi gangguan autoimun atau gangguan jaringan ikat. 

5. Pengobatan yang direkomendasikan dokter

Fenomena Raynaud, Kelainan Pembuluh Darah akibat Stres atau KedinginanUnsplash.com/CDC

Setelah diagnosis ditetapkan, pasien dapat menjalani serangkaian pengobatan dan perawatan. Langkah sederhana yang mungkin akan disarankan dokter adalah melakukan perubahan gaya hidup yang merupakan kunci pengobatan fenomena Raynaud.

Pasien harus menghindari penggunaan zat seperti produk nikotin dan kafein yang dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Rajin berolahraga dapat mencegah atau mengurangi intensitas beberapa serangan, meningkatkan sirkulasi, dan mengelola stres.

Dokter mungkin juga akan meresepkan obat jika pasien mengalami episode vasospasme yang sering, bertahan lama, atau intens.

Untuk membantu mengatasi penyakit Raynaud ringan, penting untuk menjaga diri tetap hangat. Pasien disarankan membalut tangan atau kaki dengan sarung tangan atau kaus kaki. Hindari paparan udara dingin, membasahi atau merendam tangan atau kaki dengan air hangat, dan melakukan pijatan di area anggota tubuh.

Mencoba tenang dan relaks dengan melakukan pernapasan teratur juga dapat membantu pasien mengurangi intensitas keparahan serangan. 

Sementara dalam kasus yang parah, prosedur medis dengan operasi saraf, yakni simpatektomi dan menyuntikkan bahan kimia seperti anestesi lokal atau onabotulinumtoxin tipe A (botoks) mungkin akan disarankan dokter.

6. Faktor risiko hingga komplikasi

Fenomena Raynaud, Kelainan Pembuluh Darah akibat Stres atau Kedinginanunsplash.com/Ben White

Melansir Mayo Clinic, beberapa faktor risiko fenomena Raynaud primer antara lain:

  • Jenis kelamin: perempuan disebut-sebut lebih sering mengalaminya ketimbang laki-laki.
  • Usia: fenomena Raynaud primer sering terjadi pada usia 15-30 tahun.
  • Iklim: orang-orang yang tinggal di iklim yang lebih dingin lebih berisiko mengalami fenomena Raynaud. 
  • Riwayat keluarga.

Sementara faktor risiko untuk fenomena Raynaud sekunder meliputi:

  • Kondisi medis terkait seperti skleroderma dan lupus.
  • Pekerjaan tertentu yang menyebabkan trauma berulang, seperti alat yang bergetar.
  • Paparan zat tertentu, termasuk merokok dan mengonsumsi obat yang memengaruhi pembuluh darah, serta terpapar bahan kimia tertentu (vinil klorida).

Melansir WebMD, pembuluh darah yang tersumbat sepenuhnya dapat menyebabkan luka borok (ulkus kulit) dan jaringan mati (gangrene), yang keduanya sulit diobati. Pada kasus yang jarang, kondisi ini memerlukan pengangkatan bagian tubuh yang terdampak (amputasi).

Jika fenomena Raynaud sekunder parah, sirkulasi darah yang berkurang ke jari tangan atau kaki dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Baik primer maupun sekunder, fenomena Raynaud tidak boleh dianggap sepele. Faktanya, kondisi medis tersebut dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan dan memengaruhi kualitas hidup.

Jika kamu merasa mengalami indikasi gejala yang mengarah pada fenomena Raynaud, lebih baik konsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: 7 Penyebab Kulit Wajah Kemerahan, Apakah Berbahaya? Ini Kata Para Ahli

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Riset, data, dan kepenulisan ilmiah adalah hal yang menyenangkan untuk ditelisik. Kecintaan terhadap dunia kepenulisan ditorehkannya melalui bait-bait alinea. Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya