Comscore Tracker

Suka Mendramatisir Keadaan? Waspadai Gangguan Kepribadian Histrionik

Goal-nya adalah jadi pusat perhatian!

Kebanyakan orang ingin jadi pusat perhatian dan itu wajar. Namun, kalau sampai menunjukkan atau mengekspresikan sesuatu secara berlebihan demi mendapat perhatian, atau terobsesi menjadi pusat perhatian dan akan kecewa bila tidak mendapatkannya, ini mesti diwaspadai.

Dalam ilmu psikologi, itu merupakan tanda dari gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder). Histrionik sendiri memiliki arti "teatrikal" atau "dramatis". Perempuan disebut-sebut lebih banyak mengalami gangguan kepribadian ini daripada laki-laki.

Punya kenalan yang seperti ini? Atau malah dirimu sendiri? Yuk, simak tentang gangguan kepribadian histrionik selengkapnya di sini.

1. Apa tanda-tanda gangguan kepribadian histrionik yang perlu diperhatikan?

Suka Mendramatisir Keadaan? Waspadai Gangguan Kepribadian Histrionikpexels.com/Andrea Piacquadio

Meskipun termasuk dalam kategori gangguan, gangguan kepribadian histrionik cenderung tidak menjadi gangguan psikologis yang mengkhawatirkan.

Kebanyakan orang dengan gangguan kepribadian ini mampu menempatkan diri dalam lingkungan sosialnya. Namun, bedanya individu normal dan individu dengan gangguan ini adalah dalam menunjukkan perasaannya, emosi berlebihan yang diperlihatkan bukan merupakan ungkapan perasan yang sebenarnya, tapi lebih untuk memanipulasi orang lain.

Berdasarkan buku panduan "Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM–5)" yang dikeluarkan oleh American Psychiatric Association, orang dengan gangguan kepribadian histrionik setidaknya menunjukkan gejala dramatisasi, ekspresi emosi berlebihan, dan suka bersandiwara.

Dilansir WebMD, tanda lain yang ditunjukkan meliputi:

  • Merasa tidak nyaman kalau tidak menjadi pusat perhatian.
  • Berpakaian provokatif atau vulgar, dan/atau menunjukkan perilaku menggoda yang tidak pantas.
  • Bertindak sangat dramatis, seolah sedang tampil di depan penonton, dengan emosi dan ekspresi berlebihan, tapi tidak terlihat tulus.
  • Khawatir berlebihan dengan penampilan fisik.
  • Perubahan emosi secara cepat.
  • Terus mencari kepastian atau persetujuan.
  • Mudah tertipu dan mudah dipengaruhi orang lain.
  • Sensitif terhadap kritik atau ketidaksetujuan.
  • Toleransi yang rendah terhadap rasa frustrasi dan mudah bosan dengan rutinitas, seringnya melakukan sesuatu tidak sampai tuntas atau berpindah ke hal lainnya.
  • Tidak berpikir sebelum bertindak.
  • Terburu-buru dalam mengambil keputusan.
  • Egois dan jarang menunjukkan kepedulian terhadap orang lain.
  • Kesulitan dalam mempertahankan hubungan, sering terlihat palsu atau dangkal saat berurusan dengan orang lain.

Pada fase yang parah, mereka bisa mengancam atau mencoba bunuh diri demi mendapat perhatian.

2. Biasanya muncul pada usia remaja atau dewasa awal

Suka Mendramatisir Keadaan? Waspadai Gangguan Kepribadian Histrionikpexels.com/Gustavo Fring

Dilansir Healthline, penyebab pasti gangguan kepribadian histrionik belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa kemunculannya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan genetik.

Beberapa penderita diketahui memiliki riwayat gangguan kepribadian yang sama di keluarganya, seperti pada salah satu orang tuanya. Pada anak-anak, gangguan ini bisa berkembang karena "belajar" dari perilaku orang tuanya. 

Selain itu, gangguan ini juga bisa terjadi karena kurangnya disiplin atau penguatan positif akan perilaku dramatis saat kanak-kanak. Seorang anak bisa mengembangkan gangguan kepribadian ini sebagai cara untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

Sebagai tambahan, dilansir WebMD, gangguan kepribadian ini juga bisa berkembang dalam hubungan dengan bagaimana gaya temperamen dan psikologis serta cara seseorang menghadapi stres ketika tumbuh dewasa.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Mengidap Kepribadian Narsistik, Waspadai Segera

3. Diagnosis gangguan kepribadian histrionik

Suka Mendramatisir Keadaan? Waspadai Gangguan Kepribadian Histrionikpexels.com/Andrea Piacquadio

Bila seseorang dicurigai punya gangguan kepribadian histrionik, dokter mungkin akan memeriksa riwayat medis dan kejiwaan pasien.

Pemeriksaan fisik dan tes laboratorium seperti tes darah atau studi neuroimaging dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang tersebut menunjukkan gejala gangguan kepribadian dari masalah fisik tertentu. Jika tidak ditemukan masalah dari segi fisik, dokter dapat memberi rujukan ke psikiater atau psikolog.

Seorang psikiater dan psikolog dapat menggunakan beberapa pertanyaan ahli untuk mendapatkan pandangan yang jelas mengenai sejarah perilaku pasien.

Para ahli menggunakan alat wawancara dan penilaian khusus yang dirancang untuk mengevaluasi gangguan kepribadian. Jika penilaian akurat telah dicapai, maka diagnosis akan lebih mudah ditegakkan.

4. Beberapa opsi perawatan yang dapat dilakukan

Suka Mendramatisir Keadaan? Waspadai Gangguan Kepribadian HistrionikPexels.com/freestocks.org

Walaupun umumnya gangguan ini tidak perlu dikhawatirkan, tapi penanganan diperlukan jika gangguan tersebut sudah berdampak buruk terhadap kehidupan penderita. Misalnya berdampak buruk pada aktivitas sehari-hari, kemampuan kerja, atau sulit merasa bahagia.

Psikoterapi adalah perawatan paling umum dan dianggap efektif untuk menangani gangguan kepribadian histrionik. Dilansir laman Texas A&M University, Amerika Serikat, beberapa opsi yang bisa dilakukan adalah:

  • Kombinasi terapi interpersonal dan psikoterapi analitik fungsional.
  • Psikoterapi analitik fungsional.
  • Terapi analitik kognitif.
  • Terapi individu berorientasi psikodinamik.

5. Ada kecenderungan rentan mengalami depresi

Suka Mendramatisir Keadaan? Waspadai Gangguan Kepribadian Histrionikpexels.com/Elias de Carvalho

Seseorang dengan gangguan kepribadian histrionik lebih berisiko mengalami depresi. Pasalnya, gangguan ini memengaruhi kehidupan sosial, profesional, atau hubungan dengan pasangan serta bagaimana mereka bereaksi terhadap kegagalan atau kehilangan.

Nah, depresi inilah yang membuat mereka harus mendapatkan pertolongan dari ahli medis seperti psikolog atau psikiater.

Gangguan kepribadian histrionik mendambakan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Mungkin kamu yang ada di sekitarnya jadi dibuat tidak nyaman atau kesal. Namun, baiknya mereka jangan dijauhi. Dengan cara baik-baik, mungkin kamu bisa meyakinkannya untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: Waspada, 8 Gangguan Perilaku ini Termasuk Kategori Parafilia

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Riset, data, dan kepenulisan ilmiah adalah hal yang menyenangkan untuk ditelisik. Kecintaan terhadap dunia kepenulisan ditorehkannya melalui bait-bait alinea. Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya