Comscore Tracker

Unresolved Trauma: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Penanganan

Trauma masa lalu yang belum terselesaikan

Trauma adalah respons emosional terhadap peristiwa negatif, seperti bencana, kecelakaan, kekerasan, dan sebagainya. Sementara tanggapan langsung terhadap peristiwa negatif menjadi hal yang normal terjadi.

Dalam kasus tertentu, beberapa orang dapat mengembangkan trauma secara intens mulai dari berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Kondisi demikian digambarkan sebagai unresolved trauma atau trauma yang belum terselesaikan. Hal ini merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan.

Unresolved trauma terjadi ketika individu yang terlibat mencoba melupakan dan menekan perasaan trauma ke "kotak hitam" internal dalam dirinya. Kondisi yang tidak mengenakkan ini, bisa memengaruhi keadaan fisik maupun psikologis dengan cara yang sering kali tidak terlihat secara langsung.

1. Gejala

Unresolved Trauma: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Penangananilustrasi perempuan mengalami trauma masa lalu (pexels.com/RODNAE Productions)

Unresolved trauma dapat mendatangkan dampak yang berimbas pada masalah fisik dan emosional yang mengganggu. Hal tersebut berhubungan dengan reaksi tubuh dan pikiran yang mencoba bertahan dari ancaman masa lalu.

Penting untuk dipahami bahwa unresolved trauma adalah masalah kesehatan mental yang tidak mudah teridentifikasi. Penderitanya sering dianggap baik-baik saja oleh orang lain. Pada kenyataannya individu tersebut terjebak oleh trauma masa lalu yang membuatnya kesulitan menjalani kehidupan yang berkualitas.

Beberapa gejala unresolved trauma yang perlu diwaspadai adalah:

  • Mengembangkan kewaspadaan dan ketidakmampuan yang berlebihan.
  • Kesulitan menaruh kepercayaan dan membuka diri kepada orang lain.
  • Kecenderungan mati rasa yang terus-menerus.
  • Timbul perasaan tidak berharga dan harga diri rendah.
  • Kesulitan mengatur emosi.
  • Kesulitan tidur, termasuk insomnia dan mimpi buruk yang intens.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Mengeluhkan sakit kepala, mual, sesak di dada, atau masalah pencernaan.
  • Mengalami keadaan yang melibatkan memori tubuh yang menyebabkan kilas balik fisik mulai dari sensasi, bau, rasa, dan tekanan dari pengalaman traumatis.

2. Penyebab

Unresolved Trauma: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Penangananilustrasi perempuan mengalami trauma (pexels.com/cottonbro)

Menurut Dr. Judith Zackson, seorang psikolog klinis asal Amerika Serikat (AS), unresolved trauma terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa luar biasa yang melebihi batas toleransi otak. Akibatnya, orang-orang dengan keadaan ini mencoba "menyelamatkan diri" dari rasa sakit dengan cara menekan dan menghindari emosi yang mengganggu.

Kendati demikian, masalah trauma yang berusaha ditekan atau dihindari tidak dapat hilang sepenuhnya. Fakta mengungkap bahwa perasaan tersebut justru tetap ada dan bisa terus bertumbuh.

Ketika seorang individu tidak dapat menangani trauma dengan maksimal, maka trauma tersebut akan membersamai dalam sepanjang perjalanan kehidupan. Oleh karena itu, tidak jarang kasus trauma pada masa lalu memengaruhi masa kini dengan cara yang kurang tepat.

3. Manifestasi

Unresolved Trauma: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Penangananilustrasi manifestasi trauma yang dirasakan korban (pexels.com/MART PRODUCTION)

Banyak orang memilih jalan pintas dengan mengabaikan trauma masa lalu. Sementara yang lain, memilih menghadapinya tanpa benar-benar mencari jalan keluar.

Unresolved trauma dapat bermanifestasi ke dalam dinamika kehidupan, di antaranya adalah:

  • Peralihan ke pola hidup yang tidak sehat: Orang dengan trauma masa lalu bisa mengembangkan pola hidup tidak sehat, misalnya dengan beralih ke obat-obatan terlarang atau alkohol.
  • Melakukan penghindaran: Orang yang pernah bersinggungan dengan trauma cenderung menghindari sesuatu yang mengingatkannya pada hal-hal traumatis serta menghindari emosi dan konflik yang intens.
  • Kecemasan: Respons berupa kecemasan dalam menghadapi situasi tertentu bisa mengindikasikan trauma yang mendasarinya.
  • Insomnia: Peristiwa traumatis sering kali membuat korban kesulitan untuk tidur nyenyak di sepanjang hari.
  • Menyakiti diri sendiri: Melakukan tindakan menyakiti diri sendiri dianggap sebagai jalan pintas mengalihkan perhatian dari kenangan buruk akibat peristiwa traumatis.
  • Kepercayaan diri rendah: Perasaan bersalah dan malu dapat memengaruhi harga diri dan kepercayaan diri sendiri.
  • Rentan mengalami disosiasi: Disosiasi adalah perasaan terlepas dari diri sendiri. Orang yang mengalami disosiasi mungkin merasakan kehampaan atau mati rasa.
  • Gangguan makan: Trauma yang belum terselesaikan membuat seseorang tidak berdaya. Alhasil, bisa memengaruhi pola makan menjadi tidak terkontrol.

Baca Juga: 5 Penyebab Trauma yang Dapat Dirasakan Anak, Hati-hati!

4. Dampak

Unresolved Trauma: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Penangananilustrasi orang dengan unresolved trauma (pexels.com/RODNAE Productions)

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7163829/

Unresolved trauma membuat korban merasa terus-menerus terancam. Bahkan tindakan positif yang dilakukan pasangan, keluarga, teman, atau orang lain dapat ditafsirkan sebagai ancaman karena otak meresponsnya dengan keadaan bahaya.

Trauma yang tidak terselesaikan dapat mendatangkan dampak yang serius. Pasalnya, kondisi ini bisa merusak hubungan, menghambat karier, sampai memicu gejala fisik dan emosional. Sementara itu, studi dalam Journal of Child & Adolescent Trauma tahun 2016 menjelaskan, trauma yang belum terselesaikan juga dapat diturunkan dari generasi ke generasi.

5. Penanganan

Unresolved Trauma: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Penangananilustrasi penanganan trauma (pexels.com/Alex Green)

Menimbang konsekuensi yang menjadi ancaman serius, unresolved trauma sebaiknya diatasi dengan pengobatan dan mekanisme koping yang sehat. Salah satu upaya penanganan adalah dengan proses terapi melibatkan ahli yang berkompeten di bidangnya. 

Bentuk terapi yang dapat diterapkan untuk membantu mengatasi unresolved trauma adalah:

  • Terapi perilaku kognitif yang berfokus pada trauma.
  • Terapi psikodinamika.
  • Terapi perilaku dialektis (DBT).
  • Desensitisasi dan pemrosesan ulang gerakan mata (EMDR).

Bagaimana pun juga, keadaan trauma tidak ada yang menginginkannya. Terkadang peristiwa hidup menghantarkan orang pada situasi negatif tersebut. 

Unresolved trauma hadir bukan untuk diabaikan atau diredam keberadaannya. Justru, dijadikan tanda sebagai pengingat untuk berusaha mengubah sesuatu yang dinilai salah. 

Jika kamu merasa mengalami trauma jenis ini, jangan ragu berkonsultasi pada ahlinya. Yang tidak kalah penting adalah jangan melakukan self diagnosis karena hanya akan membebani diri sendiri. 

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sudah Lepas dari Trauma Kegagalan Cinta Masa Lalu

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Full-time learner, part-time writer and reader. (Insta @ani412_)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya