Comscore Tracker

Uvulitis (Uvula Bengkak): Gejala, Penyebab, Pengobatan

Radang tenggorokan bisa menjadi salah satu pemicunya

Uvulitis merupakan istilah medis yang merujuk pada kondisi pembengkakan pada uvula. Uvula adalah sepotong daging kecil (jaringan) yang menggantung di dekat langit-langit mulut.

Mengingat uvula memiliki banyak manfaat, salah satunya pengaturan air liur untuk menjaga mulut tetap terlumasi, maka adanya pembengkakan akan sangat mengganggu penderitanya.

Uvulitis biasanya bersifat sementara dengan beberapa kemungkinan penyebab yang melatarbelakanginya. Ini bisa dikaitkan dengan infeksi, alergi, atau cedera.

1. Gejala

Uvulitis (Uvula Bengkak): Gejala, Penyebab, Pengobatanilustrasi uvulitis (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Uvula yang bengkak dapat menyebabkan berbagai keluhan yang khas. Berdasarkan penelitian dalam Indian Journal of Otolaryngology and Head and Neck Surgery, gejala yang terkait dengan uvula bengkak di antaranya adalah:

  • Demam.
  • Kesulitan menelan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kesulitan berbicara
  • Timbul rasa sakit di area yang terdampak.
  • Mudah tersedak.
  • Permasalahan pada produktivitas air liur.

2. Penyebab

Uvulitis (Uvula Bengkak): Gejala, Penyebab, Pengobatanilustrasi uvulitis (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dilansir WebMD, terdapat setidaknya enam faktor umum yang bisa menyebabkan pembengkakan uvula. Keenam faktor tersebut mencakup:

  • Genetika: Uvula membengkak bisa terjadi akibat pola pewarisan gen tertentu dari orang tua kepada anaknya.
  • Infeksi: Kondisi seperti flu, mononukleosis, penyakit croup, dan radang tenggorokan dapat menyebabkan uvula membengkak.
  • Alergi: Uvula mengalami pembengkakan juga bisa disebabkan oleh alergi. Paparan alergen bisa bersumber dari debu, serbuk sari, rumput, atau bulu hewan. Makanan seperti kacang tanah, telur, kerang, dan susu juga dikaitkan dengan pemicu alergi yang berdampak terhadap uvulitis.
  • Cedera: Kondisi yang disangkutpautkan dengan cedera yang menyebabkan uvulitis ialah konsekuensi dari penerapan intubasi, endoskopi, atau lecet akibat refluks asam kronis.
  • Efek samping pengobatan: Beberapa jenis obat, salah satunya glucosamine sulfate dan ipratropium bromide, dapat menyebabkan uvula bengkak pada beberapa orang.
  • Mendengkur: Dalam kasus yang jarang, mendengkur dapat menyebabkan uvula membengkak. Ini berhubungan dengan dengkuran kuat yang sampai menggetarkan uvula. Keadaan demikian lebih umum dikaitkan dengan kondisi obstructive sleep apnea.

Baca Juga: Sakit Kepala Servikogenik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

3. Diagnosis

Uvulitis (Uvula Bengkak): Gejala, Penyebab, PengobatanIlustrasi dokter dan pasien (pexels.com/cottonbro)

Uvulitis umumnya tidak menular. Namun, jika penyebab yang mendasarinya adalah karena virus dan bakteri, maka ada kemungkinan menyebar dari satu individu ke individu lain.

Untuk mendiagnosis uvulitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien secara menyeluruh serta mengidentifikasi gejala yang dikeluhkan pasien. Tes tambahan seperti tes alergi, tes darah, dan swab tenggorokan mungkin akan diperlukan untuk memastikan dan/atau mengesampingkan kondisi lain.

4. Pengobatan 

Uvulitis (Uvula Bengkak): Gejala, Penyebab, Pengobatanilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Jika gejala uvulitis sudah menjurus ke keadaan darurat medis, seperti kesulitan menelan dan bernapas yang parah, dehidrasi, timbul nanah atau darah, serta rasa sakit yang tak kunjung mereda, segera dapatkan pertolongan medis. Namun, jangan menunggu sampai keadaan tersebut terjadi. Untuk itu, diagnosis harus segera dibuat. Makin cepat diagnosis, maka makin cepat pengobatan diberikan.

Pengobatan untuk uvula membengkak menyesuaikan penyebab yang mendasarinya. Ini bisa melibatkan pemberian:

  • Antibiotik untuk membantu mengobati infeksi.
  • Antihistamin untuk membantu meringankan gejala reaksi alergi.
  • Steroid untuk membantu meredakan pembengkakan.

5. Pencegahan

Uvulitis (Uvula Bengkak): Gejala, Penyebab, Pengobatanilustrasi pakai masker (pexels.com/Anna Shvets)

Terdapat beberapa upaya preventif guna menurunkan risiko uvulitis. Upaya tersebut mencakup:

  • Tidak merokok.
  • Menghindari paparan alergen.
  • Menghindari iritasi zat kimia dari lingkungan sekitar.
  • Mempraktikkan hubungan seksual yang aman, karena kasus tertentu bisa bersinggungan dengan beberapa penyakit menular seksual.

Jika kamu mengalami uvulitis atau uvula bengkak, jangan langsung panik. Kamu bisa mencoba meredakannya dengan mengonsumsi banyak cairan untuk membantu meredakan rasa sakit dan mengurangi pembengkakan.

Jangan ragu berkonsultasi pada dokter terkait keluhan gejala yang dirasakan. Dokter akan membantu menegakkan diagnosis serta memberikan perawatan yang paling tepat. 

Baca Juga: Penyumbatan Saluran Empedu: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Full-time learner, part-time writer and reader. (Insta @ani412_)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya