Comscore Tracker

Benarkah Vaksin COVID-19 Bisa Memengaruhi Siklus Menstruasi?

Para ahli sedang mengkaji dan menelitinya

Salah satu upaya yang gancar dilakukan di berbagai negara untuk menekan kasus COVID-19 adalah percepatan vaksinasi. Meski demikian, masih ada kelompok masyarakat yang masih ragu akan vaksinasi, salah satunya karena khawatir akan efek samping yang bisa ditimbulkannya.

Dari berbagai laporan yang ada, sebagian besar efek samping vaksinasi COVID-19 tergolong ringan, meliputi sakit kepala, kelelahan, dan nyeri tubuh. Efek samping sangat serius sangat jarang terjadi.

Lembaga kesehatan di berbagai negara beserta Badan Kesehatan Dunia (WHO) tetap mengupayakan pemantauan dan pengumpulan data mengenai segala jenis efek samping vaksin COVID-19. Sementara itu, terdapat laporan tentang efek samping yang berhubungan dengan perubahan siklus menstruasi pada beberapa penerima vaksin perempuan. Isu ini tampaknya masih menjadi perdebatan oleh para ahli.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan mengenai efek samping vaksin COVID-19 terhadap perubahan siklus menstruasi.

1. Data spesifik yang berhasil dihimpun masih terbilang langka

Benarkah Vaksin COVID-19 Bisa Memengaruhi Siklus Menstruasi?Ilustrasi Vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Uni Lubis)

Ada beberapa laporan anekdotal yang mengkaji tentang hubungan vaksin COVID-19 dan perubahan siklus menstruasi. Akan tetapi, data spesifik fenomena ini masih belum terhimpun dengan sempurna.

Dilansir The Times, tercatat pada tanggal 17 Mei 2021 Badan Regulasi Pengawasan Obat dan Produk Kesehatan Inggris mendapatkan hampir 4.000 laporan terkait perubahan siklus menstruasi pada perempuan yang telah divaksinasi.

Disebutkan sebanyak 2.734 kasus terjadi setelah vaksinasi Oxford-AstraZeneca, sejumlah 1.158 kasus setelah vaksin Pfizer-BioNTech, dan 66 kasus setelah vaksin Moderna.

2. Siklus menstruasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya sistem kekebalan tubuh

Benarkah Vaksin COVID-19 Bisa Memengaruhi Siklus Menstruasi?Tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyuntikan vaksin COVID-19 kepada karyawan mal saat mengikuti vaksinasi COVID-19 massal tahap kedua di Mal Tangerang City, Tangerang, Banten, Senin (1/3/2021) (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi asal Amerika Serikat (AS), Dr. George Fyffe, MD., ketika perempuan mengalami ovulasi, maka secara otomatis sistem imun akan mengalami peningkatan. Fungsi peningkatan sistem imun ini adalah untuk mencegah masuknya agen infeksi yang dapat mengganggu proses fertilisasi dan implantasi.

Dilansir Cleveland Clinic, ia juga mengatakan kalau hipotalamus bekerja sama dengan kelenjar pituitari menghasilkan hormon yang kemudian disalurkan ke ovarium dan rahim. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan atau menurunkan kadar hormon pada proses ovulasi, kehamilan, maupun siklus menstruasi. Adapun stres fisik, stres emosional, dan stres kimia bisa memengaruhi pusat kendali hormonal yang dapat berdampak terhadap siklus menstruasi.

Penting untuk dipahami bahwa stres kimia biasanya disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat untuk diabetes, hipertensi, depresi, gangguan kejang, dan masalah tiroid.

Dokter Fyffe menyarankan, perempuan yang mengalami perubahan siklus menstruasi setelah divaksinasi COVID-19 dianjurkan untuk konsultasi ke dokter. Dokter akan membantu mengidentifikasi penyebab potensial lain dan menentukan tindakan yang tepat.

Baca Juga: Terbaru! Ini 14 Syarat Penerima Vaksin COVID-19

3. Pada beberapa perempuan, perubahan siklus menstruasi cenderung lebih lama dan volumenya lebih banyak

Benarkah Vaksin COVID-19 Bisa Memengaruhi Siklus Menstruasi?ilustrasi menstruasi (pexels.com/Sora Shimazaki)

Hubungan antara perubahan siklus menstruasi masih ditelaah oleh dua peneliti asal AS, yaitu Dr. Katharine Lee dari Universitas Washington, dan Dr. Kathryn Clancy dari Universitas Illinois Urbana-Champaign.

Keduanya mengingatkan jika fenomena ini tidak bersifat universal, sama halnya dengan efek samping demam atau sakit kepala setelah mendapat vaksinasi COVID-19.

Beberapa poin yang berhasil dirangkum setelah peneliti menerima data dari berbagai responden di antara perempuan yang mengalami efek samping terkait perubahan siklus menstruasi, mereka melaporkan:

  • Volume darah menstruasi lebih banyak
  • Terkadang siklus menstruasi lebih lama
  • Adanya perdarahan sebagai fenomena lain pada perempuan yang menggunakan kontrasepsi jangka panjang, transgender yang mendapatkan suntikan hormon, serta perempuan yang menopause

4. Belum jelas mekanisme biologis terhadap perubahan siklus menstruasi setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19

Benarkah Vaksin COVID-19 Bisa Memengaruhi Siklus Menstruasi?Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama pada seorang seniman saat vaksinasi massal bagi seniman dan budayawan, di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (19/4/2021). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Proses biologis mengenai perubahan siklus menstruasi usai vaksinasi COVID-19 beserta faktor risiko terkait belum bisa dipastikan. Meskipun demikian, para ahli mencatat beberapa hipotesis yang sedang dipertimbangkan, meliputi:

  • Seseorang yang sebelumnya memiliki kelainan atau masalah berkaitan dengan pendarahan dan pembekuan darah sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mendapat vaksinasi
  • Perempuan yang lebih banyak mengalami siklus menstruasi dan praktik endometrium (perempuan dewasa, ibu hamil, dan yang pernah melahirkan) kemungkinan kecil bisa mengalami menstruasi dengan volume berlebih setelah vaksinasi
  • Kombinasi atau campuran hormon seseorang mungkin juga berperan dalam perubahan siklus menstruasi setelah mendapatkan vaksin
  • Peningkatan hormon estrogen pada perempuan di atas usia 40 tahun mungkin bisa menjadi salah satu faktor pendorong

Terlepas dari kemungkinan hipotesis yang telah dipaparkan, Dr. Tara Scott, dokter obstetri dan ginekologi asal Ohio, AS, menjelaskan jika hormon kortisol atau hormon stres dapat memengaruhi siklus menstruasi. Hal ini mungkin adalah penyebabnya, bukan karena vaksin COVID-19.

5. Vaksin COVID-19 tidak memengaruhi tingkat kesuburan

Benarkah Vaksin COVID-19 Bisa Memengaruhi Siklus Menstruasi?ilustrasi vaksinasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Baik Dr. Lee maupun Dr. Clancy menegaskan jika vaksin COVID-19 tidak memengaruhi kesuburan perempuan. Ini pun didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dengan adanya klarifikasi bahwa tidak ada bukti mengenai dampak vaksinasi terhadap kesuburan.

Terlepas dari efek potensial vaksin COVID-19 terhadap siklus menstruasi, Dr. Clancy mengatakan tak perlu ragu untuk mendapatkan vaksinasi dosis pertama maupun dosis kedua. Karena, pada dasarnya manfaat yang diberikan vaksin jauh lebih besar daripada risikonya.

Baca Juga: Studi: Vaksin AstraZeneca Ampuh Cegah COVID-19 Varian Delta

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya