Comscore Tracker

Wabah Hepatitis Misterius Merebak di 12 Negara, Ini Penjelasan WHO  

Kini sudah mulai memasuki Indonesia

Beberapa bulan terakhir, puluhan negara di Eropa dan Amerika Serikat dibingungkan dengan banyaknya anak yang menderita penyakit liver mendadak. Berdasarkan laporan, penyakit ini adalah sejenis infeksi hati atau hepatitis akut parah. 

Kasus ini dilaporkan mulai muncul pada bulan Januari lalu dan kemungkinan masih akan bertambah. Kondisi ini cukup membingungkan para petugas medis di sana. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir, terjadi penambahan kasus disertai komplikasi.

Bahkan, tidak sedikit anak yang harus menjalani transplantasi hati akibat penyakit ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan beberapa otoritas kesehatan telah turun tangan melakukan investigasi secara menyeluruh. Berikut adalah beberapa temuannya!

1. Tercatat 12 negara telah terdampak wabah 

Wabah Hepatitis Misterius Merebak di 12 Negara, Ini Penjelasan WHO  ilustrasi wabah virus (pixabay.com/Jeyaratnam Caniceus)

WHO baru menyadari ada keanehan, ketika mempelajari kasus sepuluh anak di Skotlandia yang memiliki masalah hati pada awal April lalu. Saat ditelusuri, ditemukan satu kasus serupa pada bulan Januari dan 9 kasus pada bulan Maret. Sedikitnya ada 169 kasus per April 2022. Berikut adalah rekapitulasi laporan kasus di beberapa negara :

  1. Kerajaan Inggris Raya dan Skotlandia Utara: 114 kasus
  2. Spanyol: 13 kasus
  3. Israel: 12 kasus
  4. Amerika Serikat: 9 kasus
  5. Denmark: 6 kasus
  6. Irlandia: kurang dari 5 kasus
  7. Belanda dan Italia: masing-masing 4 kasus
  8. Norwegia dan Prancis: masing-masing 2 kasus
  9. Romania dan Belgia: masing-masing 1 kasus

Situasi ini menjadi fokus penting bagi para otoritas kesehatan. Sebab hati merupakan organ penting manusia yang berfungsi memproses nutrisi, menyaring darah dan melawan infeksi. Fungsi organ tersebut akan terganggu jika terserang infeksi.

2. Anak-anak tidak biasanya terinfeksi hepatitis akut

Wabah Hepatitis Misterius Merebak di 12 Negara, Ini Penjelasan WHO  ilustrasi pasien anak terpapar virus (freepik.com/proostoleh)

Usia penderita hepatitis akut ini bervariasi mulai anak usia 1 bulan hingga 16 tahun. Sekitar 17 anak atau hampir 10 persennya harus menjalani transplantasi hati. Sedikitnya satu anak meninggal dunia.

Seperti diketahui, penyakit hepatitis disebabkan oleh virus yang umumnya bernama adenovirus. Namun, adenovirus ini hanya menyebabkan sakit ringan yang bisa sembuh tanpa ada komplikasi. Padahal kondisi anak-anak ini termasuk hepatitis akut parah. Otoritas kesehatan setempat termasuk The UK Health Security Agency (UKHSA), WHO dan ilmuwan dengan cepat melakukan investigasi terhadap penyakit ini.

"Mengingat peningkatan kasus dilaporkan selama satu bulan terakhir dan aktivitas pencarian kasus ditingkatkan. Lebih banyak kasus sepertinya akan dilaporkan beberapa hari mendatang," kata petugas WHO.

Will Irving, profesor virologi di University of Nottingham, mengatakan bahwa kumpulan kasus hepatitis atau peradangan hati pada anak di bawah usia 10 tahun itu hal yang tidak biasa. Justru orang dewasalah yang lebih rentan terhadap infeksi semacam ini.

Baca Juga: Dinkes Surabaya Beberkan Gejala Hepatitis Akut Berikut Ini

3. WHO bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat dan ilmuwan menginvestigasi wabah ini

Wabah Hepatitis Misterius Merebak di 12 Negara, Ini Penjelasan WHO  ilustrasi wabah penyakit karena virus (freepik.com/pikisuperstar)

Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan di beberapa negara yang telah teridentifikasi hepatitis akut. Termasuk pengujian riwayat klinis, toksikologi terhadap makanan minuman maupun lingkungan dan tes virologi ataupun mikrobiologi. Beberapa negara terdampak juga mulai mengetatkan pengawasan.

Menurut laporan dari WHO, sindrom klinis yang terjadi pada anak-anak yang terinfeksi hepatitis akut adalah terjadinya peningkatan produksi enzim hati (aspartate transaminase/AST atau alanine aminotransaminase/ALT lebih besar dari 500IU/L). Gejala lain yang dilaporkan adalah gangguan pencernaan seperti sakit perut, muntah, diare dan penyakit kuning. 

Dugaan awal, wabah ini disebabkan oleh adenovirus, meskipun masih belum menjelaskan mengapa infeksi yang dialami anak-anak ini sangat parah. Hipotesis ini didasari dari hasil laboratorium yang mendeteksi adanya adenovirus pada 74 anak, dengan 18 di antaranya merupakan adenovirus type-41.

Selain itu dari hasil tes, ada 20 anak teridentifikasi COVID-19, serta 19 anak teridentifikasi koinfeksi COVID-19 dan adenovirus. Untuk diketahui, adenovirus type-41 adalah patogen biasa yang biasanya menyebabkan infeksi self-limited atau penyakit yang mampu sembuh sendiri tanpa komplikasi.

4. Menurut WHO, penyakit ini tidak ada kaitannya dengan vaksin COVID-19

Wabah Hepatitis Misterius Merebak di 12 Negara, Ini Penjelasan WHO  ilustrasi vaksinasi pada anak (pexels.com/CDC)

The UK Health Security Agency (UKHSA), Public Health Scotland, Public Health Wales dan Public Health Agency bekerja sama menginvestigasi hepatitis akut mendadak ini. Mereka memastikan bahwa wabah ini tidak ada kaitannya dengan vaksin COVID-19. Sebab, menurut temuan mereka, semua anak yang terinfeksi belum menerima vaksin tersebut.

Tim investigasi juga menyelidiki sampel pasien, sistem surveilans dan lanjut mengarah ke hubungannya dengan infeksi adenovirus. Sebab, sebagian besar pasien terkonfirmasi adenovirus, para tim investigasi melihat ada pola yang tidak biasa dalam infeksi ini.

Dr. Meera Chand, Direktor Clinical and Emerging Infections di UKHSA mengatakan pihaknya secara aktif menyelidiki adakah faktor potensial lain, yang turut berkontribusi memperparah kondisi pasien. Seperti adanya infeksi lain (COVID-19) atau faktor lingkungan.

"Kami juga menyelidiki kemungkinan perubahan dalam genom adenovirus. UKHSA bekerja sama dengan para ilmuwan dan dokter di seluruh negeri untuk menjawab pertanyaan ini secepat mungkin", ungkap dokter Chand.

5. WHO dan UKHSA memberikan himbauan untuk meningkatkan kebersihan dan kewaspadaan

Wabah Hepatitis Misterius Merebak di 12 Negara, Ini Penjelasan WHO  ilustrasi anak mencuci tangan (unsplash.com/CDC)

Peningkatan kewaspadaan pada tenaga medis profesional juga telah diupayakan oleh Dr Chand bersama mitra negara-negara lain. Sehingga, setiap anak dengan gejala mirip hepatitis akut bisa diidentifikasi lebih awal dan dilakukan tes.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan para orang tua untuk mewaspadai beberapa gejala. Seperti penyakit kuning, termasuk kulit dengan semburat kuning di bagian putih mata. WHO juga menghimbau agar senantiasa memastikan anak telah mencuci tangan dengan teratur dan menjaga kebersihan pernapasan.

WHO tidak merekomendasikan melakukan perjalanan internasional atau melakukan perdagangan dengan Inggris Raya dan negara lain yang terdampak. The European Centre for Disease Prevention and Control mengatakan negara lain juga harus segera melaporkan potensi infeksi seperti ini.

Serta segera menghubungi tenaga medis jika mendapati gejala hepatitis sebagai berikut :

  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat abu-abu
  • Gatal-gatal di kulit
  • Mata dan kulit menguning (penyakit kuning)
  • Merasa nyeri otot dan sendi
  • Demam
  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Kehilangan selera makan dan sakit perut

Itulah beberapa temuan-temuan terkait penyakit hepatitis akut yang mendadak menyerang anak-anak. Tim investigasi gabungan saat ini masih menyelidiki penyebab pasti wabah ini, apakah ada kemungkinan mutasi genom adenovirus atau hal yang lain.

Meskipun kasus ini terjadi di Eropa dan Amerika, tidak menutup kemungkinan penyebarannya bisa meluas. Maka, tidak ada salahnya mulai sekarang harus memperhatikan kebersihan tangan, udara dan permukaan yang sering disentuh anak. 

Baca Juga: 3 anak Meninggal, Kemenkes Terbitkan SE Waspada Hepatitis Akut 

Refalution Photo Verified Writer Refalution

"Tidak harus jadi hebat untuk memulai, tetapi mulailah untuk menjadi hebat." - Zig Ziglar

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya