Comscore Tracker

Barli Asmara Meninggal karena Radang Otak, Ini Fakta dan Gejalanya

Barli diduga terinfeksi parasit Toxoplasma gondii

Berita duka datang dari dunia fashion Indonesia. Desainer muda Barli Asmara meninggal pada Kamis (27/8) di usia 42 tahun. Pihak keluarga menyatakan bahwa kepergian Barli diduga disebabkan oleh penyakit radang otak yang dideritanya.

"Menderita radang otak kena virus toxo," disampaikan oleh pihak keluarga, Mutia Wisnu, dalam pesan singkatnya.

"Toxo" yang disebutkan dalam pernyataan di atas merujuk pada parasit Toxoplasma gondii. Mikroorganisme ini sering ditemukan pada kucing. Namun, seperti apa penyakit radang otak yang dialami oleh mendiang? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

1. Radang otak merupakan salah satu komplikasi dari infeksi Toxoplasma gondii

Barli Asmara Meninggal karena Radang Otak, Ini Fakta dan Gejalanyapinimg.com

Radang otak dikenal pula dengan sebutan ensefalitis. Kondisi ini terjadi karena jaringan otak yang terkena peradangan. Penyebab paling umum dari kondisi tersebut adalah infeksi virus, bakteri, atau jamur.

Namun, merujuk pada pernyataan keluarga, Barli diduga menderita ensefalitis karena infeksi parasit Toxoplasma gondii (T. gondii) atau toksoplasmosis. Seperti yang disinggung di atas, T. gondii biasa ditemukan pada kucing, walau hewan lain juga berpotensi menjadi carrier. Parasit ini dapat menginfeksi manusia ketika berkontak dengan kotoran hewan atau mengonsumsi daging yang terkontaminasi.

Pada mayoritas orang, toksoplasmosis tidak akan menyebabkan kondisi yang parah. Namun, dilansir Mayo Clinic, hal ini tidak berlaku untuk mereka yang memiliki imunitas lemah, bayi, penderita penyakit kronis, dan ibu hamil. 

Dari sumber yang sama, ketika masuk ke dalam tubuh manusia, parasit tersebut akan membentuk kista yang bisa menginfeksi semua organ, termasuk jaringan otak. Terlebih jika orang tersebut memiliki sistem imun yang lemah. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan radang otak atau ensefalitis. 

Bisa dibilang, kemungkinan ensefalitis yang dialami Barli merupakan komplikasi dari toksoplasmosis yang menyerangnya. Selain kondisi tersebut, infeksi T. gondii juga bisa menimbulkan komplikasi lain seperti kebutaan, gangguan pendengaran, dan gangguan mental.

Baca Juga: Bisa Bikin Kamu Gila, 7 Parasit Ini Mampu Mengontrol Pikiran Inangnya!

2. Ini gejala toksoplasmosis dan radang otak yang perlu diwaspadai

Barli Asmara Meninggal karena Radang Otak, Ini Fakta dan Gejalanyaspringernature.com

Toksoplasmosis sering kali tidak menimbulkan keluhan apa pun di awal, terutama jika orang yang terinfeksi berada dalam kondisi yang prima. Namun, sebagian orang mengaku mengalami gejala yang mirip seperti flu, di antaranya:

  • Sekujur tubuh terasa sakit;
  • Pusing dan sakit kepala;
  • Demam;
  • Kelelahan;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening;
  • Munculnya keluhan di area-area yang diserang oleh parasit.

Ketika parasit sudah menginfeksi jaringan otak dan menyebabkan ensefalitis, berikut ini gejala-gejala yang biasa timbul:

  • Keluhan mirip flu yang terjadi di awal infeksi masih terasa;
  • Timbul kejang;
  • Otot melemah;
  • Kebingungan dan halusinasi;
  • Sulit untuk berbicara dan mendengar;
  • Tidak sadarkan diri atau bahkan koma. 

3. Cara mengurangi risiko infeksi toksoplasmosis

Barli Asmara Meninggal karena Radang Otak, Ini Fakta dan Gejalanyamedicalxpress.com

Toksoplasmosis bukanlah kondisi yang mudah untuk dicegah karena sering kali orang tidak sadar dari mana mereka terinfeksi parasit tersebut. Namun, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko infeksi, yaitu dengan:

  • Jika memelihara kucing, lakukan pemeriksaan rutin untuk menjaga kesehatannya;
  • Gunakan sarung tangan ketika membersihkan kotoran kucing atau hewan lain;
  • Sarung tangan juga perlu digunakan ketika kamu memegang tanah atau pasir agar terhindar dari parasit ini;
  • Masaklah daging hingga benar-benar matang;
  • Cuci buah dan sayur hingga bersih sebelum dikonsumsi;
  • Selalu cuci tangan dengan air dan sabun;
  • Selalu jaga kesehatan agar komplikasi bisa dihindari.

Terakhir, jika kamu merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk konsultasi kepada dokter. Semakin dini penyakit ini terdeteksi, semakin rendah risiko terjadinya komplikasi.

Baca Juga: 7 Penyakit Langka yang Menyerang Otak Manusia, Semoga Tak Mengalaminya

Topic:

  • Izza Namira
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya