Comscore Tracker

Cara Mencegah Kanker Serviks, Kanker Berbahaya Kedua di Indonesia

Pencegahan sejak dini dapat kurangi risiko kematian

Selalu ditakuti, kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak diidap perempuan Indonesia. Sebelumnya, penyakit yang menyerang organ intim itu lebih rentan terjadi di usia 40 hingga 50 tahun. Namun, kini kanker serviks justru banyak diderita mereka yang berusia 30-an.

Berbeda dengan kanker lain yang menyerang organ kewanitaan, kanker serviks tidak disebabkan oleh faktor hormonal, tetapi oleh human papillomavirus (HPV). Virus tersebut bisa datang dari mana saja. Mulai dari penis, vagina, hingga lingkungan sekitar. 

Untungnya, kanker serviks dapat diantisipasi sejak dini. Melalui webinar bertajuk "Lindungi Diri dan Orang Terkasih dari Kanker Serviks", dr. Widyorini Lestari Hutami Hanafi, Sp.OG (K) Onk atau yang akrab disapa dr. Wini, menjelaskan lebih lanjut soal cara mencegah kanker serviks. Berikut ini penjelasannya!

1. Kenali gejala kanker serviks

Cara Mencegah Kanker Serviks, Kanker Berbahaya Kedua di Indonesiawebmd.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan mengedukasi diri mengenai penyakit ini. Salah satu poin penting yang harus kamu ketahui adalah gejala apa saja yang ditimbulkannya. 

Kanker serviks atau leher rahim sebenarnya tidak memunculkan gejala apa pun di tahap awal. Ia hanya menimbulkan jaringan abnormal di leher rahim yang disebut sebagai lesi prakanker. Namun, ketika lesi tersebut mengganas dan berubah menjadi kanker, barulah timbul gejala berupa:

  • Keputihan, cairan yang dikeluarkan umumnya banyak. Dapat berbau dan tidak berbau;
  • Pendarahan saat berhubungan seksual;
  • Pendarahan di luar siklus haid;
  • Nyeri pinggul yang menjalar ke kaki;
  • Sulit buang air kecil. 

Baca Juga: 7 Jenis Kanker Paling Mematikan di Indonesia, Membunuh Jutaan Orang!

2. Rutin pemeriksaan screening

Cara Mencegah Kanker Serviks, Kanker Berbahaya Kedua di Indonesiamedicalnewstoday.com

Dikatakan oleh dr. Wini, sebenarnya jika gejala sudah tampak, kanker serviks telah memasuki minimal stadium 1B. Ini artinya lesi prakanker telah berubah menjadi kanker.

"Kalau lesi prakanker tidak akan bergejala, tapi kita bisa mendeteksinya melalui pemeriksaan screening. Makanya, uashakan datang sebelum gejala itu muncul. Karena kalau ditemukan lesi, langsung bisa diterapi agar tidak menjadi kanker serviks" kata dokter Wini. 

Itulah kenapa perempuan harus rutin melakukan screening untuk mengantisipasi adanya lesi prakanker pada leher rahim. Hal ini berlaku untuk perempuan yang sudah berhubungan seksual. Sebab, HPV baru bisa menginfeksi leher rahim ketika terdapat luka akibat seks di permukaannya. Pemeriksaan ini dapat ditempuh melalui Pap smear dan IVA test setidaknya setahun sekali. 

Ketika ketidaknormalan ditemukan pada tahap awal, tingkat kesembuhan pasien dapat mencapai 100 persen. Ini karena bibit kanker serviks belum menjadi ganas. Berbeda ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut, tingkat kesembuhan menurun hingga 50 persen. Itulah kenapa deteksi awal sangat penting dan menentukan masa depan perempuan. 

3. Melakukan vaksinasi HPV

Cara Mencegah Kanker Serviks, Kanker Berbahaya Kedua di Indonesiancdalliance.org

Selain melalui screening, kanker serviks juga bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Kata dr. Wini, prosedur ini disarankan untuk dilakukan pada usia 9-15 tahun. Dosis yang diberikan adalah dua kali vaksin.

Namun, tak pernah ada kata terlambat, kok. Perempuan yang berusia di atas 15 tahun tetap disarankan untuk melakukan prosedur ini, tetapi dengan dosis yang lebih tinggi, yaitu tiga kali vaksin. 

Walaupun begitu, vaksin kanker serviks yang ada di dunia saat ini hanya bisa mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 saja. Kedua tipe itu menyebabkan 70-80 persen kasus kanker serviks di dunia. Jadi, vaksin tak bisa sepenuhnya mencegah risiko infeksi HPV.

"Karena itu, risikonya masih ada sekitar 20-30 persen untuk kena HPV jenis lainnya. Jadi walaupun sudah vaksin, tetap harus Pap smear," begitu kata dokter Wini. 

Seperti itulah beberapa upaya dan cara mencegah kanker serviks yang bisa dilakukan. Ingat, sebaiknya datanglah untuk memeriksa diri sebelum gejala datang, ya. Ketika potensi kanker terdeteksi sejak awal, pasien hampir bisa dipastikan akan sembuh. 

Namun, jika kamu terlanjur mengalami gejala di atas, tak perlu ragu atau bahkan takut untuk periksa. Pengobatan, terapi, dan berbagai upaya medis dan nonmedis lainnya akan membantumu untuk sembuh dari penyakit ini. 

Baca Juga: 8 Gejala Tak Biasa Kanker Payudara yang Wajib Diketahui, Jangan Lengah

Topic:

  • Izza Namira
  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya