Comscore Tracker

6 Penyebab Gigi Susu Bayi Terlambat Tumbuh

Bisa merupakan gejala masalah kesehatan pada bayi

Pertumbuhan tiap bayi memang bisa berbeda-beda. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memahami hal-hal yang berhubungan dengan tumbuh kembangnya agar bisa mengambil tindakan yang tepat saat menyadari adanya masalah pada pertumbuhannya. Salah satu yang harus diperhatikan adalah pertumbuhan gigi.

Dilansir Healthline, gigi susu pertama bayi biasanya mulai tumbuh saat mereka berusia 6-12 bulan. Sebagai orangtua, kita mungkin akan panik saat gigi susu bayi kita tumbuh lebih lambat dari teman-teman seusianya. Untuk lebih jelasnya, kita perlu memahami apa saja yang bisa menyebabkan gigi susu bayi terlambat tumbuh. Apa saja?

1. Kondisi genetik tertentu

6 Penyebab Gigi Susu Bayi Terlambat Tumbuhilustrasi anak dan orangtua (unsplash.com/Jonathan Borba)

Dilansir CT Pediatric Dentistry, beberapa kondisi genetik, seperti amelogenesis imperfecta dan odontodysplasia regional dapat menyebabkan gigi erupsi terlambat dan tidak terbentuk dengan baik.

Amelogenesis imperfecta adalah penyakit keturunan berupa gangguan pembentukan email gigi tanpa adanya manifestasi sistemik, sedangkan odontodysplasia regional adalah anomali perkembangan langka yang mempengaruhi gigi dengan penyebab yang tidak diketahui.

Jika orangtua memiliki riwayat keluarga yang terlambat tumbuh gigi, anak-anak mungkin juga rentan mengalami kondisi yang sama. Demikian pula jika salah satu kondisi yang disebutkan di atas turun-temurun dalam keluarga, itu mungkin jadi salah satu penyebab keterlambatan tumbuh gigi pada bayi.

2. Sindrom

6 Penyebab Gigi Susu Bayi Terlambat Tumbuhilustrasi pasien gangguan sindrom (unsplash.com/Nathan Anderson)

Lahir dengan sindrom tertentu juga bisa mengakibatkan bayi terlambat tumbuh gigi. Menurut laporan dari American Academy of Pediatric, bayi dengan sindrom Down tumbuh gigi pada usia 12 hingga 24 bulan, tetapi dapat tertunda hingga 24 bulan.

Anak-anak dengan sindrom tersebut biasanya berusia 4 hingga 5 tahun sebelum mereka memiliki satu set gigi sulung yang lengkap.

Tak hanya sindrom Down, dilansir Healthline, ada juga beberapa sindrom lainnya yang bisa menunda pertumbuhan gigi, yaitu:

  • Sindrom Apert
  • Sindrom Ellis-van Creveld
  • Sindrom progeria Hutchinson-Gilford
  • Sindrom Zimmermann-Laband-1
  • Sindrom Axenfeld-Rieger

Sindrom juga bisa menghambat pertumbuhan gigi anak secara permanen.

Baca Juga: 7 Fakta Erosi Gigi, Gigi Aus karena Makanan dan Minuman Asam

3. Lahir prematur atau berat badan lahir rendah

6 Penyebab Gigi Susu Bayi Terlambat Tumbuhilustrasi bayi baru lahir (unsplash.com/christianbowen)

Bayi lahir prematur memang rentan mengalami berbagai masalah pada pertumbuhannya, salah satunya juga terlambatnya pertumbuhan gigi. Tak hanya bayi lahir prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah juga rentan mengalami hal yang sama.

Bayi yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah bisa terlambat tumbuh gigi dan mungkin juga memiliki cacat email. Jika bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah, pantau terus kondisinya. Jika dalam tumbuh kembangnya kamu mendapati kejanggalan, segera konsultasikan dengan dokter.

4. Adanya gangguan perkembangan

6 Penyebab Gigi Susu Bayi Terlambat Tumbuhilustrasi menyentuh bayi (pixabay.com/RitaE)

Ada beberapa gangguan perkembangan pada bayi yang memungkinkan menghambat pertumbuhan gigi, seperti:

  • Disostosis kleidokranial: cacat lahir yang berisiko tinggi memengaruhi tulang dan gigi. Penderita kelainan ini bisa mengalami gigi tumbuh secara abnormal.
  • Displasia ektodermal: merupakan suatu kelainan herediter yang jarang didapatkan dan ditandai dengan adanya defek dari dua atau lebih struktur ektodermal seperti gigi, kuku, kelenjar keringat, dan rambut.
  • Odontodysplasia regional: penyakit keturunan berupa gangguan pembentukan email gigi tanpa adanya manifestasi sistemik.

5. Gangguan endokrin

6 Penyebab Gigi Susu Bayi Terlambat Tumbuhilustrasi otak (pixabay.com/QuinceCreative)

Sistem endokrin bertanggung jawab untuk memproduksi hormon. Beberapa hormon inilah yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan.

Ada beberapa gangguan endokrin yang berpotensi menyebabkan erupsi gigi tertunda. Di antaranya:

  • Hipotiroidisme: kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Kekurangan hormon tiroid pada hipotiroidisme bisa mengganggu detak jantung, suhu tubuh, dan seluruh aspek metabolisme.
  • Hipopituitarisme: kelenjar pituitari merupakan kelenjar berukuran sebesar kacang polong yang terletak di bagian bawah otak. Secara umum, kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan hormon yang mengatur berbagai fungsi organ tubuh.
  • Hipoparatiroidisme: merupakan kondisi langka yang terjadi akibat kurangnya hormon paratiroid. Kelenjar paratiroid berfungsi untuk mengatur dan menjaga keseimbangan kadar kalsium dan fosfor dalam tubuh.

6. Malnutrisi

6 Penyebab Gigi Susu Bayi Terlambat Tumbuhilustrasi anak makan (unsplash.com/kazuend)

Nutrisi dan kesehatan gigi memang berkaitan. Sejak masa kehamilan hingga anak-anak, asupan nutrisi yang baik pasti memberi dampak positif pada fase tumbuh kembang si Kecil. Malnutrisi selama masa kehamilan hingga anak-anak dapat memperlambat pertumbuhan gigi 1-4 bulan.

Selain itu, erupsi gigi yang tertunda juga bisa menjadi gejala malnutrisi dan kekurangan vitamin atau mineral, terutama kalsium dan vitamin D. Jadi, sebagai orangtua kita harus memperhatikan asupan nutrisi yang tepat untuk anak kita, ya.

Waktu pertumbuhan gigi setiap anak memang bervariasi. Namun, waktu tumbuh gigi beberapa anak bisa berbeda dengan teman sebayanya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Jika anak belum tumbuh gigi sampai usia 18 bulan, bawalah anak ke dokter gigi anak untuk evaluasi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Baca Juga: Tumbuh Gigi Bungsu, Apakah Harus Dicabut?

Laila Alhaffatah Photo Verified Writer Laila Alhaffatah

Full time wife, mom, and writer

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya