Comscore Tracker

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahui

Apakah benar bikin penis memendek?

Penyakit Peyronie mungkin terdengar asing di telinga kita. Namun, penyakit ini banyak dialami kaum adam. Penyakit Peyronie adalah masalah penis akibat jaringan parut fibrosa atau plak yang berkembang pada penis.

Kondisi tersebut membuat penis terlihat bengkok saat mengalami ereksi. Nah, artikel ini akan membahas tentang lima gejala penyakit Peyronie. Apa saja? Berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Muncul plak di area penis

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahuiilustrasi penyakit Peyronie (peyroniesdisease.co.uk)

Banyak laki-laki dengan penyakit Peyronie dapat merasakan plak yang muncul di area batang bawah penis. Awalnya, plak yang muncul akan terasa lembut. Akan tetapi, seiring waktu, plak akan mengeras dan akan tampak seperti benjolan.

Mengutip laman Peyronie's Disease Advocates, plak yang muncul pada pasien penyakit Peyronie disebabkan oleh penumpukan kolagen berlebih dan perkembangan jaringan parut di dalam penis.

2. Penis tampak memendek

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahuiilustrasi ukuran normal penis (pexels.com/Deon Black)

Dilansir Johns Hopkins Medicine, jaringan parut pada satu sisi penis membuatnya kesulitan untuk meregang di area yang terdampak, menyebabkan pembengkokan.

Bila jaringan parut terbentuk pada kedua sisi penis, atau di sepanjang penis, itu mungkin dapat membuat penis tampak lebih pendek. Pemendekan penis lebih mungkin terjadi bila ada terdapat jaringan parut yang luas.

Baca Juga: Penis Terasa Gatal? Mungkin 9 Hal ini Pemicunya!

3. Nyeri saat ereksi

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahuiilustrasi pria merasa sakit (freepik.com/jcomp)

Menurut keterangan dari American Urological Association, nyeri saat terangsang secara seksual dan selama berhubungan seks umum dialami laki-laki dengan penyakit Peyronie pada tahap awal, fase aktif dari penyakit ini.

Rasa sakit ini biasanya berkurang seiring waktu, karena jaringan parut di penis menjadi stabil. Umumnya rasa sakit akan menghilang selama satu tahun untuk banyak orang, dan penis yang melengkung juga akan stabil selama periode waktu tersebut.

4. Kesulitan dalam ereksi dan berhubungan seksual

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahuiilustrasi pria dengan peyronie (freepik.com/jcomp)

Menurut keterangan dari International Society for Sexual Medicine, penyakit Peyronie sering kali menyebabkan kesulitan untuk atau mempertahankan ereksi. Disfungsi ereksi mungkin merupakan akibat dari rasa sakit atau disebabkan oleh kelainan bentuk penis.

Masalah dengan seks bisa muncul ketika penis menjadi bengkok atau melengkung, yang mana membuat penetrasi sulit dilakukan atau terasa menyakitkan. Ini dirasakan baik oleh penderita penyakit Peyronie maupun pasangan seksualnya.

5. Penis jadi bengkok atau melengkung

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahuiilustrasi pria dengan disfungsi ereksi (freepik.com/jcomp)

Sejauh ini, ini adalah gejala penyakit Peyronie yang paling umum. Bengkok atau lengkung pada penis disebabkan oleh pertumbuhan plak atau jaringan parut di jaringan fibrosa yang mengelilingi tunica albuginea

Tunica albuginea adalah jaringan ikat yang berperan penting dalam ereksi, untuk menjaga penis tetap tegang dan kaku pada posisi normal. Bila jaringan ini cedera, penis akan bengkok akibat posisinya yang tidak terjaga.

Area yang mengeras ini kurang fleksibel, dan penis menekuk ke arah mereka saat ereksi. Tingkat kelengkungan penis tergantung pada jumlah, posisi, dan ukuran plak. Plak mungkin belum terbentuk pada laki-laki yang sedang dalam fase aktif penyakit, itulah sebabnya penis tidak tampak melengkung.

6. Fase aktif dan fase stabil pada penyakit Peyronie

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahuiilustrasi pria dengan penyakit Peyronie atau penis bengkok (urologyspecialistsofmilford.com)

Penyakit Peyronie dikategorikan dalam fase aktif dan stabil.

Pada fase aktif, gejala utamanya adalah nyeri penis dengan atau tanpa ereksi. Mungkin ada masalah dengan fungsi ereksi. Deformitas bisa terlihat bisa juga tidak.

Pada fase stabil, gejala belum berubah setidaknya selama tiga bulan. Umumnya tidak ada rasa sakit, hanya nyeri ringan, ketika penis tidak tegang. Ada kelengkungan yang terlihat saat penis ereksi.

7. Gejala yang jarang terjadi

Disebut Penis Bengkok, 7 Gejala Penyakit Peyronie yang Perlu Diketahuiilustrasi pemeriksaan dokter (everydayhealth.com)

Pada kasus yang jarang, laki-laki dengan penyakit Peyronie mungkin tak bisa lagi melakukan penetrasi saat berhubungan seksual. Namun, sering kali pengobatan dapat membantu memulihkan, setidaknya beberapa fungsi seksual, bahkan pada laki-laki dengan gangguan fungsional yang signifikan dan kelengkungan penis yang ekstrem.

Itulah beberapa gejala penyakit Peyronie atau penis bengkok yang perlu diketahui dan diwaspadai kaum pria. Bila mengalaminya, jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Tak semua pasien butuh pengobatan. Beberapa kasus bisa hilang sendiri. Selain itu, walau penyakit ini tak ada obatnya, tetapi ada berbagai cara dan terapi untuk memperbaiki perubahan pada penis, termasuk obat-obatan dan operasi.

Baca Juga: Size Does Matter, Ini Ukuran Normal Rata-rata Penis saat Ereksi

I am Lavennia Photo Verified Writer I am Lavennia

"Earth" without "Art" is just "Eh"

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya