Comscore Tracker

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaan

Mereka jadi wabah sekaligus momok masyarakat di masa lalu 

Pandemik COVID-19 telah memasuki tahun kedua. Ketidaksiapan imun tubuh menghadapi virus jenis baru, ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan, dan mutasi virus yang terus terjadi membuat dunia tak dapat memprediksi redanya pandemik. 

Akan tetapi, pandemik ternyata bukan hal yang baru dalam sejarah dunia. Berbagai kondisi yang saat ini dianggap penyakit biasa, ternyata pernah menjadi pandemik yang memakan banyak korban di seluruh dunia dan berlangsung selama bertahun-tahun. Cek daftar pandemik yang pernah terjadi dalam sejarah dunia berikut ini.

1. Justinian

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanluksian The Plague of Ashdod oleh Nicolas Poussin (brewminate.com)

Mengutip Origins, ada tiga wabah pes yang menjadi pandemik. Yang pertama adalah wabah pes Justinian tahun 541--750 Masehi. Wabah tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis, umumnya disebarkan oleh kutu yang menggigit binatang pengerat seperti marmut dan tikus yang terinfeksi, lalu tersebar ke manusia melalui gigitan.

Nama Justinian diambil dari Justinian I, kaisar Roma dari kekaisaran Byzantine. Wabah ini bermula dari Ethiopia, lalu menyebar ke Mesir, Gaza, Yerusalem, Antiokhia, hingga ke Konstantinopel yang sekarang bernama Istanbul.

Pandemik yang menyerang Konstantinopel, dilansir JMVH, mencapai puncaknya saat penyakit ini membunuh lebih dari sepertiga populasi kota. Wabah ini lalu menyebar ke Italia, bagian selatan Prancis, Denmark, Irlandia, Timur Tengah, hingga Asia Kecil (Anatolia, sekarang diduduki oleh Turki). Sekitar tahun 542--546 Masehi, penyakit ini merenggut nyawa hampir 100 juta orang.

2. Black death 

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanpasien wanita penderita pes bubonik (https://commons.wikimedia.org/Fæ)

Wabah pes kedua disebut juga sebagai bubonic plague. Reader's Digest melansir bahwa bakteri akan menyebar melalui sistem limfa dan berakhir di kelenjar getah bening (bubo). Tanda dan gejala dari penderita adalah demam disertai menggigil, badan terasa lemas, kejang, nyeri otot, sakit kepala, muntah, dan munculnya bengkak sebesar telur ayam pada pangkal paha, selangkangan, leher, atau ketiak.

Dilansir Cleveland Clinic, wabah yang terjadi pada abad ke-14 ini disebut Black Death. Dinamakan demikian karena sejumlah bagian tubuh penderita menjadi hitam akibat kondisi yang disebut gangren.

Penyakit ini menyebar dari Asia Tengah hingga Eropa. Menurut laporan dari MPH Online, korban meninggal akibat bubonic plague diperkirakan mencapai 200 juta jiwa dari seluruh dunia. Pandemik inilah yang akhirnya memperkenalkan dunia dengan istilah karantina.

3. Pandemik pes ketiga

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanresimen Staffordshire membersihkan rumah wabah di Hong Kong (commons.wikimedia.org/User:Fæ)

JMVH melansir bahwa wabah pes ketiga menjangkiti dunia tahun 1894. Wabah pertama kali muncul di provinsi Yunan, China, tahun 1855. Penyakit ini lalu menyebar ke Kanton, Hongkong, India, Australia, Tanzania, Zimbabwe dan Madagaskar. Secara umum, wabah ini menyebar di Afrika, Asia dan Amerika Selatan. 

Mengutip National Center for Biotechnology Information dan Institut Pasteur, pada tahun 1894, seorang ahli bakteriologi Prancis kelahiran Swiss, Alexandre Yersin berhasil mengisolasi bakteri Yersinia pestis dan menemukan cara penularannya. Penemuan tersebut akhirnya membuka jalan metode pengobatan modern, termasuk insektisida, penggunaan antibiotik, dan vaksin.

Baca Juga: Bubonic Plague: Salah Satu Wabah Mematikan yang Pernah Ada di Dunia

4. Antonine 

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanlukisan pandemi Antonine (handsbetter.com)

Antonine diduga dibawa ke Eropa oleh pasukan Romawi yang jatuh sakit sepulang dari kampanye ke daerah timur. Mengutip laman Study, penyakit ini akhirnya menyebar ke Asia Kecil, Spanyol, Yunani, Italia, bahkan ke Mesir dan Afrika Utara.

Dilansir World History Encyclopedia dan All That's Interesting, pandemik ini berlangsung tahun 165--180 Masehi dan menelan kurang lebih 5 juta jiwa. Wabah Antonine dikenal juga sebagai wabah Galen. Nama tersebut diambil dari seorang tabib dan penulis yang mengobservasi Antonine.

Diketahui bahwa gejala yang dialami penderita adalah demam, diare, luka terbuka pada tenggorokan, ruam lepuh dan gelap, serta gejala lain yang mirip cacar. Beberapa ahli mendiagnosis bahwa wabah Antonine memang penyakit cacar karena gejalanya yang mirip.

5. Cacar

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanpotret anak dengan cacar dan yang kebal cacar (twitter.com/DrJennersHouse)

Dilansir History, awalnya penyakit cacar hanyalah endemik Old World yang ditemukan di Eropa, Asia, dan Arab dengan tingkat kematian sekitar 3 dari 10 penderita. Ketika memasuki New World, cacar yang disebabkan virus Variola ini menyebar hingga ke Amerika dan Meksiko. Dilansir Science Daily, penyakit ini diperkirakan merenggut sekitar 300 juta jiwa di abad ke-20.

Cacar menjadi wabah pertama akibat virus, yang berakhir karena penemuan vaksin. Menurut keterangan CDC, pada akhir abad ke-18 seorang dokter asal Inggris, Edward Jenner, menemukan seorang pemerah susu yang terinfeksi virus cacar sapi. Virus cacar sapi lebih lemah dari virus cacar biasa, tetapi si pemerah sapi terlihat memiliki kekebalan terhadap cacar biasa.   

Melihat hal ini, Edward melakukan percobaan terhadap anak tukang kebunnya yang berusia 8 tahun dengan menyuntikkan virus cacar sapi kepadanya. Ia lalu mengekspos si anak ke virus cacar biasa. Ternyata, tidak ada efek buruk apa pun. 

6. Flu Spanyol 

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanpotret polisi di Seattle mengenakan masker saat pandemi Flu Spanyol (theatlantic.com)

Pandemik yang dimulai tahun 1918 ini adalah yang pertama dari tiga wabah flu terbesar. Penyakit ini disebabkan oleh virus H1N1 yang umumnya menyerang unggas.

History melansir bahwa walau disebut flu Spanyol, pandemik ini tidak berasal dari negara tersebut. Berita yang beredar pada saat itu menyatakan bahwa Spanyol mengalami musibah flu yang berat, hingga akhirnya disebut-sebut sebagai flu Spanyol. Bahkan raja Spanyol saat itu, Alfonso XIII, turut terjangkit flu tersebut.

Dilansir Live Science dan Sino Biological, penderita merasakan gejala layaknya flu biasa seperti sakit tenggorokan, demam dan sakit kepala. Akan tetapi, pada gelombang kedua, gejala yang terjadi lebih serius sampai menyebabkan pneumonia, yaitu paru-paru penderita dipenuhi cairan sebelum akhirnya meninggal.

Komplikasi yang mencolok dari flu Spanyol adalah adanya pendarahan selaput lendir, terutama pada hidung, lambung, dan usus. Dalam beberapa kasus, terdapat juga pendarahan di telinga dan kulit. Pandemik ini menginfeksi kurang lebih 500 juta orang di seluruh dunia dan merenggut nyawa 20-50 juta jiwa. Selama pandemik ini berlangsung, masyarakat diwajibkan menggunakan masker, seperti yang terjadi sekarang.

7. Flu Asia

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanpotret vaksinasi terhadap tenaga kesehatan tahun 1957 (flickr.com/kheelcenter)

Flu Asia, dilansir Sino Biological, bermula di China dan disebabkan virus H2N2 dari influenza tipe 2. Wabah ini diketahui berlangsung antara tahun 1956--1958 dan menyebar dengan cepat dalam hitungan bulan.

Flu Asia pertama kali terdeteksi di Singapura pada Februari 1957, Hongkong pada bulan April 1957 dan di Amerika pada bulan Juni 1957. Setelahnya, penyakit yang sama pun muncul di Kanada dan Inggris.

Gejala yang dialami penderita sama seperti gejala flu biasa, seperti demam tinggi, menggigil, tubuh terasa lemah, dan kehilangan nafsu makan. Secara umum, orang lanjut usia akan mengalami gejala yang lebih parah dan cenderung tidak selamat.

Korban meninggal di Amerika diperkirakan mencapai 69.800 jiwa. WHO memperkirakan total di seluruh dunia ada 2 juta korban meninggal. Virus H2N2 dipercaya telah lenyap di alam liar pada tahun 1958. Dilansir Museum of American Finance, pandemik diakhiri dengan penemuan vaksin oleh ilmuwan Amerika, Maurice Hilleman. 

7. Flu Hongkong

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanpotret orang menunggu di sebuah klinik di Hong Kong pada masa pandemi tahun 1968 (scmp.com)

Dikutip dari MPH Online, kasus flu Hongkong pertama kali dilaporkan pada 13 Juli 1968 dan disebabkan oleh virus H3N2 yang merupakan turunan dari virus H2N2. Dalam waktu 3 bulan, virus ini menyebar ke Singapura, Vietnam, Filipina, India, Australia, Eropa, hingga Amerika Serikat dengan total kematian lebih dari 1 juta jiwa.

Infeksi virus ini menyebabkan gejala khas flu seperti badan menggigil, sakit tenggorokan, demam, pilek, dan nyeri otot. Gejala-gejala tersebut biasanya berlangsung selama 4 hingga 6 hari. Dilansir History of Vaccines, setelah virus ini menyerang Hongkong selama 4 bulan, ahli mikrobiologi Amerika, Maurice Hilleman dan timnya berhasil menciptakan vaksin dan memproduksi lebih dari 9 juta dosis.

8. Kolera 

8 Pandemik yang Pernah Serang Dunia selain COVID-19, Korbannya Jutaanilustrasi barak kolera di Rusia (https://commons.wikimedia.org/User:Fæ)

Kolera telah beberapa kali mewabah dan menjadi pandemik di seluruh dunia. Dilansir History, penyakit ini disebabkan bakteri Vibrio cholerae. Hanya ada dua serovar bakteri kolera yang jadi penyebab pandemik, yaitu tipe O1 dan O139. Penyebab utama dari penyakit ini adalah konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri.

Berawal dari delta Sungai Gangga lalu ke Jessore pada tahun 1817, wabah ini dengan cepat menyebar ke seluruh India, Myanmar, dan Sri Lanka. Pada tahun 1820, kolera mulai menyebar ke Thailand dan Indonesia. Bahkan tercatat untuk pulau Jawa saja, ada sekitar 100 ribu korban meninggal akibat kolera.

Pasukan Inggris yang kerap melakukan perjalanan secara tidak langsung menyebarkan kolera hingga ke teluk Persia, Eropa, dan bahkan Rusia. Pandemik kolera pertama diperkirakan berakhir sekitar tahun 1823--1824.

Pandemik kolera kedua terjadi sekitar tahun 1829. Semuanya juga bermula dari India, menyebar melalui pasukan Inggris yang berlayar ke Asia Timur, Asia Tengah dan Timur Tengah, lalu menyebar ke Eropa. Setelahnya, penyakit juga menyebar ke Amerika, Meksiko, dan Kuba sebelum mereda pada tahun 1851.

Ketiga kalinya kolera menjadi pandemik adalah sekitar tahun 1852--1859. Ini adalah yang paling mematikan dalam sejarah. Kolera menghancurkan Asia, Eropa, Amerika Utara dan Afrika, dengan korban meninggal di Inggris saja mencapai 23 ribu jiwa. Penyakit ini menyebar dan menjadi sangat mematikan di Inggris karena pompa air minum yang terkontaminasi bakteri kolera.

Pandemik keempat berlangsung tahun 1863--1875 dan pandemik kelima berlangsung tahun 1881 --1896. Dampaknya pun luar biasa, korban yang ditimbulkan karena penyakit ini mencapai ratusan ribu jiwa. Pada akhirnya, kolera dapat mereda berkat meningkatnya kebersihan sanitasi dan air minum.

Pandemik di atas memberi banyak pelajaran bagi umat manusia, seperti kesadaran akan kebersihan diri, kebersihan makanan dan air, hingga vaksin, dan karantina. Yang tak kalah penting, separah apa pun, pandemik pasti berakhir.

Oleh karena itu, di tengah COVID-19, kita tidak boleh patah semangat. Jaga imunitas diri, patuhi protokol kesehatan, dan pastikan dirimu mendapatkan vaksinasi jika kondisi memungkinkan agar pandemik ini cepat berakhir. 

Baca Juga: 1 dari 7 Pasien COVID-19 Anak dan Remaja Berisiko Mengalami Long COVID

MONICA GRACIA Photo Verified Writer MONICA GRACIA

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Izza Namira

Berita Terkini Lainnya