Comscore Tracker

Kenali 5 Gejala PTSD agar Kamu Lebih Peka terhadap Orang Sekitar

Trauma berkelanjutan bisa menghancurkan fisik dan mental

Post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma adalah kondisi stres emosional yang besar yang dapat terjadi pada banyak orang yang mengalami kejadian traumatis.

Trauma tersebut bisa berupa peperangan, bencana alam, penyerangan, pemerkosaan, dan kecelakaan serius, seperti kecelakaan mobil dan kebakaran gedung.

Kadang banyak orang dengan PTSD menyembunyikan trauma yang mereka rasakan. Maka dari itu, kemampuan kita untuk memperhatikan gejala dan tanda PTSD sangat dibutuhkan.

Semakin cepat gejala PTSD terdeteksi, mungkin pada orang-orang yang ada di sekitar kita, maka akan lebih cepat diketahui penyebabnya dan bisa segera mendapat penanganan. Selain itu, menyadari gejala PTSD juga akan membuat penderitanya mendapatkan dukungan moral dan material yang dibutuhkan.

Kontribusi orang-orang terdekat sangat membantu dalam deteksi dini terhadap penderita PTSD. Berikut ini adalah tanda dan gejala PTSD yang perlu kamu perhatikan, mana tahu ada orang di sekitar kita yang mengalaminya.

1. Intrusive re-experiencing

Kenali 5 Gejala PTSD agar Kamu Lebih Peka terhadap Orang Sekitarilustrasi mimpi buruk (pixabay.com/magwood_photography)

Intrusive re-experiencing adalah selalu kembalinya peristiwa traumatis dalam ingatan penderita. Menurut laporan dalam Prosiding International Seminar & Workshop Post Traumatic Counseling tahun 2012, gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Perasaan, pikiran, dan persepsi mengenai peristiwa muncul berulang-ulang
  • Mimpi buruk tentang peristiwa
  • Pikiran-pikiran mengenai peristiwa traumatis selalu muncul dalam bentuk ilusi, halusinasi, dan mengalami kilas balik 
  • Gangguan psikologis yang amat kuat ketika menyaksikan sesuatu yang mengingatkan tentang peristiwa traumatis yang pernah dialami atau disaksikan
  • Terjadi reaktivitas fisik, seperti menggigil, jantung berdebar kencang, atau panik ketika bertemu sesuatu yang mengingatkan akan peristiwa traumatis 

2. Avoidance

Kenali 5 Gejala PTSD agar Kamu Lebih Peka terhadap Orang Sekitarilustrasi pria yang sedang menyendiri (pixabay.com/Pexels)

Avoidance adalah selalu menghindari sesuatu yang berhubungan trauma dan perasaan terpecah. Menurut sebuah studi kasus yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, Bali, gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Berusaha menghindari situasi, pikiran-pikiran, atau aktivitas yang berhubungan dengan peristiwa traumatis
  • Kurangnya perhatian atau partisipasi dalam kegiatan sehari-hari
  • Merasa terasing dari orang lain
  • Membatasi perasaan-perasaan, termasuk perasaan kasih sayang
  • Perasaan menyerah dan takut pada masa depan, termasuk tidak mempunyai harapan terhadap karier, pernikahan, anak-anak, atau hidup normal

Baca Juga: Jangan Takut, Ini 7 Fakta dan Solusi Trauma Psikologis

3. Arousal

Kenali 5 Gejala PTSD agar Kamu Lebih Peka terhadap Orang Sekitarilustrasi insomnia (pixabay.com/Sammy-Williams)

Berdasarkan laporan dalam Jurnal Sains dan Seni Pomits tahun 2017, arousal adalah kesadaran secara berlebihan. Gejalanya antara lain sebagai berikut:

  • Mengalami gangguan tidur atau bertahan untuk selalu tidur
  • Mudah marah dan meledak-ledak
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kesadaran berlebihan (hyper arousal)
  • Penggugup dan mudah terkejut

4. Muncul setelah 3 bulan

Kenali 5 Gejala PTSD agar Kamu Lebih Peka terhadap Orang Sekitarilustrasi kalender (pixabay.com/tigerlily713)

Gejala-gejala tersebut baru bisa dikatakan sebagai disorder (kelainan atau maladaptif) bila rentang waktu antara stres yang dialami dengan peristiwa traumatis cukup lama, yaitu tiga bulan atau lebih.

Bila seseorang mengalami stres saat mengalami kejadian traumatis atau stres yang dialami dalam rentang waktu sebelum tiga bulan, itu dianggap respons normal pada manusia, sehingga terlalu dini untuk bisa dicurigai sebagai PTSD.

5. Perasaan takut yang ekstrem

Kenali 5 Gejala PTSD agar Kamu Lebih Peka terhadap Orang Sekitarilustrasi rasa takut (pixabay.com/Anemone123)

Ketakutan yang dirasakan pada orang dengan PTSD lebih parah daripada fobia kecelakaan mobil. Menurut sebuah laporan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan, Surabaya, hal itu dikatakan sebagai akibat dari dua level memori maladaptif, yaitu otak emosional dan sistem alarm dari amigdala.

Sistem berbasis amigdala dapat menghasilkan kenangan fisik, jantung berdebar, berkeringat, dan sebagainya muncul bersama dengan trauma aslinya. Selanjutnya, amigdala dapat menyimpan kenangan di otak tak sadar, sehingga orang tidak tidak bisa menjelaskannya.

Bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, PTSD bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, dan berbagai aspek kehidupan seperti karier, pernikahan, hubungan dengan orang lain, dan sebagainya. 

Kondisi fisik manusia berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan tindakan. Kesehatan mental berhubungan dengan keadaan mental positif dan keseimbangan psikologis. Karena itu, maka PTSD tidak bisa dibiarkan berlarut-larut pada diri seseorang karena akan memengaruhi kesehatannya secara keseluruhan.

Baca Juga: Amnesia Disosiatif, Gangguan Ingatan akibat Trauma Psikologis

Muhammad Maftuch Bahrun Ilmi Photo Writer Muhammad Maftuch Bahrun Ilmi

Bukan penulis hanya sesorang yang menuangkan apa yang sedang dipikirkan. Ig @muhammadmaftuchbahrunilmi

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya