5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Lansia, Waspada!

Pola hidup yang sehat dapat memperlambat munculnya gejala

Bertambahnya usia secara tidak langsung memengaruhi stamina tubuh seseorang. Tidak heran kelompok lanjut usia atau lansia mudah jatuh sakit. Inilah yang menjadi alasan mengapa kelompok lansia mendapatkan prioritas untuk menerima vaksin COVID-19

Namun, di artikel ini kita tidak membahas mengenai lansia dan virus corona, melainkan jenis penyakit yang sering menyerang kelompok lansia. Penyakit-penyakit ini cukup mengganggu lansia dan bahkan dapat mengakibatkan komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Apa saja penyakit yang kerap menyerang lansia tersebut? Simak ulasannya di sini.

1. Osteoartritis

5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Lansia, Waspada!ilustrasi anak membantu orang tua untuk berdiri (pexels.com/Kampus Production)

Osteoartritis atau disebut dengan artritis degeneratif terjadi karena berkurangnya tulang rawan sendi (cartilage) yang membungkus ujung tulang sekaligus mengisi kapsul sendi. Bagian tubuh yang umumnya terdampak oleh osteoartritis adalah lutut, siku, pinggang, punggung bawah, dan tangan.

Menurut keterangan dari laman National Institute on Aging (NIA), gejala osteoartritis antara lain:

  • Nyeri sendi dan bengkak.
  • Badan terasa kaku saat bangun tidur.
  • Merasa mendengar suara tulang bergesekan. 
  • Setelah usia 45 tahun, perempuan lebih banyak yang mengalami osteoartritis dibanding laki-laki. 
  • Menyebabkan berjalan atau beraktivitas menjadi sedikit sulit.
  • Osteoartritis yang terjadi pada tulang belakang dapat menekan saraf yang berada di area tersebut sehingga menyebabkan mati rasa pada lengan dan kaki. 

Merangkum dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), osteoartritis tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, perawatan tetap diperlukan untuk meredakan gejala dengan obat, terapi, penggunaan alat bantu berjalan, mengurangi berat badan, dan operasi bila diperlukan.

Sekadar informasi, operasi dilakukan sebagai tahap terakhir bila cara- cara yang lain tidak berhasil. Pencegahan osteoartritis dapat dilakukan dengan menjaga berat badan, berhati-hati dalam beraktivitas untuk menghindari cedera tulang atau sendi, memonitor kadar gula darah, dan hindari berolahraga terlalu ekstrem. 

2. Isolated systolic hypertension

5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Lansia, Waspada!ilustrasi dokter sedang mengukur tekanan darah pasien (pexels.com/Thirdman)

Bertambahnya usia menyebabkan pembuluh arteri mengeras dan tidak elastis lagi. Kondisi ini yang menyebabkan kelompok lansia mudah untuk mengalami isolated systolic hypertension (ISH).

Menurut NIA, ISH adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik menunjukkan angka 130 atau lebih, sedangkan tekanan darah diastolik menunjukkan angka 80 atau kurang.

Kondisi ISH menyebabkan lansia mudah jatuh, merasa pusing saat transisi dari posisi duduk ke berdiri, dan napas menjadi pendek saat melakukan aktivitas fisik yang ringan.

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah dan atau mengontrol tekanan darah agar tidak menjadi ISH, misalnya: 

  • Rutin memeriksa tekanan darah di rumah. Bila diperlukan, dokter akan memberikan resep obat untuk mengontrol ukuran tekanan darah.
  • Mengurangi konsumsi makanan yang kandungan garamnya tinggi.
  • Berolahraga ringan seperti jalan dan berenang.
  • Berhenti merokok.
  • Menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang.
  • Mengurangi minuman beralkohol.
  • Tidur yang cukup.
  • Menghindari stres. 

Baca Juga: Studi: Rajin Makan Ikan Pelihara Kesehatan Otak pada Lansia

3. Kolesterol tinggi

5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Lansia, Waspada!ilustrasi pengambilan darah untuk tes kesehatan (pexels.com/Los Muertos Crew)

Kolesterol di dalam tubuh kita dibuat di dalam organ hati dan diperoleh dari makanan yang kita konsumsi. Tubuh memerlukan kolesterol untuk membentuk hormon, sel, dan membuat vitamin. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat berbahaya bagi tubuh. 

Bertambahnya usia membuat tubuh tidak dapat memproses kolesterol sebagaimana mestinya. Akibatnya, bila tidak hati-hati dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, dan stroke.

Menurut CDC, laki-laki cenderung memiliki kadar high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang rendah. Sementara itu, perempuan setelah memasuki usia kurang lebih 55 tahun cenderung memiliki kadar low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat yang tinggi.

Mengutip Mayo Clinic, laki-laki usia 45 hingga 65 tahun dianjurkan untuk melakukan skrining kolesterol setiap 1 hingga 2 tahun sekali. Demikian pula untuk perempuan usia 55-65 tahun, sebaiknya menjalani skrining kolesterol dalam kurun waktu yang sama. Namun, baik laki-laki maupun perempuan yang berusia 65 tahun ke atas dianjurkan untuk memeriksa kadar kolesterol setiap tahun.

Skrining kolesterol pada umumnya akan mengukur kadar HDL, LDL, trigliserida, dan kolesterol total. Untuk mengontrol kadar kolesterol agar tetap di level yang aman memerlukan penerapan pola hidup yang sehat seperti mengonsumsi makanan rendah lemak, berolahraga, dan tidak merokok. Bila diperlukan, dokter juga akan memberikan obat untuk mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh. 

4. Penyakit jantung

5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Lansia, Waspada!ilustrasi penyakit jantung (pixabay.com/Pexels)

Berdasarkan data statistik yang diperoleh American Heart Association dan American Stroke Association tahun 2016, usia rata-rata laki-laki yang mengalami serangan jantung untuk pertama kalinya adalah 65 tahun, sementara untuk perempuan adalah 72 tahun. Kemudian, sekitar 80 persen dari mereka yang meninggal dunia akibat penyakit jantung koroner berusia 65 tahun ke atas.   

Penyakit jantung terjadi akibat dari penumpukan lemak di dinding arteri koroner. Lemak yang menumpuk menyebabkan darah tidak mengalir secara lancar dan menghambat suplai oksigen. Penumpukan lemak terjadi akibat dari tingginya kadar kolesterol disertai tekanan darah tinggi.

Kelompok lansia lebih mudah untuk mengalami penyakit jantung dikarenakan kondisi ini: 

  • Perubahan sistem elektrik di jantung akibat umur menyebabkan aritmia. Aritmia adalah kondisi di mana denyut nadi dapat berdetak terlalu cepat atau terlalu lambat. 
  • Perubahan ukuran di katup jantung.
  • Menjadi sensitif terhadap garam yang kemudian menyebabkan tekanan darah tinggi atau kaki menjadi bengkak.   

Perpaduan dari ketiga kondisi ini dan faktor lain seperti gaya hidup, riwayat kesehatan keluarga, dan penyakit tiroid meningkatkan risiko lansia untuk mengembangkan penyakit jantung. Untuk memantau kesehatan jantung, lansia bisa melakukan tes rutin seperti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan elektrokardiogram (EKG).

5. Diabetes

5 Penyakit Ini Kerap Menyerang Lansia, Waspada!ilustrasi alat tes glukosa (unsplash.com/diabetesmagazijn)

Laman Diabetes Care Journal menjelaskan alasan kelompok lansia rentan untuk terkena diabetes tipe 2 karena meningkatnya resistansi insulin, yang mana tubuh tidak dapat menggunakan gula darah dengan baik karena ada gangguan, serta menurunnya fungsi kumpulan sel di dalam pankreas.

American Diabetes Association menganjurkan setiap orang dewasa berusia 45 tahun ke atas untuk rutin melakukan tes FPG (tes untuk mengukur gula darah setelah melakukan puasa satu malam) atau tes toleransi glukosa oral (TTGO) setiap 1 hingga 3 tahun sekali. 

Lalai dalam melakukan skrining tes FPG atau TTGO minimal setahun sekali dan pola hidup yang buruk dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Kondisi diabetes yang tidak segera ditangani dapat mengakibatkan komplikasi seperti gangguan penglihatan, merusak saraf yang kemudian menyebabkan tubuh mati rasa, gangguan pada kulit, serta masalah jantung seperti penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah.

Dilansir Mayo Clinic, sangat penting untuk mengurangi berat badan, olahraga rutin, tidak duduk terlalu lama, dan memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat namun rendah lemak dan kalori.

Itulah beberapa penyakit yang kerap menyerang lansia. Kelima penyakit yang disebutkan di atas memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Menyadari bahwa penuaan memengaruhi sistem kerja tubuh bukan lantas membiarkannya begitu saja tanpa ada usaha.

Kesadaran untuk memperbaiki pola hidup menjadi lebih sehat dapat meringankan atau mencegah munculnya penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, atau kolesterol tinggi. Melakukan berbagai tes kesehatan secara rutin juga dapat membantu untuk memonitor apakah organ tubuh berfungsi sebagai mana mestinya. Kita bisa, kok, menua dengan sehat!

Baca Juga: 9 Manfaat Pilates untuk Lansia, Tetap Sehat di Usia Senja

Maria  Sutrisno Photo Verified Writer Maria Sutrisno

"Less is More" Ludwig Mies Van der Rohe.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya