IDN Times Gandeng Dokter di 34 Provinsi Ajak Masyarakat Berani Vaksin

#IndonesiaBeraniVaksin libatkan 34 dokter dari 34 provinsi

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih terus berjalan. Untuk mempercepat vaksinasi demi tercapainya herd immunity, perlu kerja sama dari semua kalangan. Mulai dari pemerintah, swasta, masyarakat umum, hingga media massa, harus saling bahu-membahu agar pandemik COVID-19 cepat selesai.

Berangkat dari hal tersebut, IDN Times bekerja sama dengan Tim Mitigasi IDI dan TikTok meluncurkan kampanye #IndonesiaBeraniVaksin pada Selasa petang (24/8/2021) pukul 18:30-21:00 WIB. Kampanye yang diluncurkan secara virtual ini bertujuan mengajak masyarakat Indonesia melakukan vaksinasi dan tidak termakan hoaks, agar segera tercapai kekebalan kelompok dan kita bisa hidup kembali normal.

Kampanye ini melibatkan 34 dokter dari 34 provinsi di Indonesia yang membuat video ajakan vaksinasi menggunakan bahasa daerah berdasarkan domisilinya masing-masing. Dengan demikian, kampanye #IndonesiaBeraniVaksin juga merangkul keberagaman sekaligus merayakan Bulan Kemerdekaan Indonesia.

Dengan judul "Webinar Edukasi Medis Efektif kepada Publik dengan TikTok", acara ini dibuka oleh Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Menteri Kesehatan RI; Uni Zulfiani Lubis, Pemimpin Redaksi IDN Times; dengan pengantar yang dibawakan oleh dr. Adib Khumaidi, SpOT, Ketua Tim Mitigasi IDI. Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh Angga Anugrah Putra, Head of Operations TikTok Indonesia; dan dr. Farhan Zubedi, dokter dan kreator konten TikTok.

IDN Times Gandeng Dokter di 34 Provinsi Ajak Masyarakat Berani VaksinPoster acara #IndonesiaBeraniVaksin. (IDN Times/Mardya Shakti)

1. Bertujuan untuk mengajak vaksinasi serta memerangi informasi bohong atau hoaks

IDN Times Gandeng Dokter di 34 Provinsi Ajak Masyarakat Berani VaksinSambutan Uni Zulfiani Lubis, pemimpin redaksi IDN Times. (IDN Times/Nena Zakiah)

Ada tiga tujuan kampanye #IndonesiaBeraniVaksin, yaitu meluncurkan video kampanye #IndonesiaBeraniVaksin di TikTok untuk mengedukasi masyarakat di semua provinsi agar tergerak untuk divaksinasi, mengedukasi para dokter Indonesia tentang TikTok dan cara penggunaannya, serta membagikan pengalaman dari dokter influencer untuk mengajak dokter-dokter lain mengedukasi masyarakat melalui TikTok.

"Jadi kami mengumpulkan 34 video yang akan dipublikasikan di TikTok, dengan dokter dari 34 provinsi menggunakan bahasa daerah masing-masing karena kami ingin menjangkau sebanyak mungkin. Ini adalah salah satu upaya kami untuk berkontribusi dan mengomunikasikan pentingnya vaksinasi," ujar Uni Lubis, dalam sambutannya.

Selain itu, diharapkan para dokter menggunakan TikTok untuk bersama-sama membantu debunking hoaks, mengingat TikTok adalah platform yang sedang populer di kalangan generasi milenial dan gen Z. Tidak hanya mengedukasi soal vaksin, tetapi juga COVID-19 dan yang lainnya.

2. Indonesia berada di urutan ke-6 dunia dari jumlah orang yang divaksinasi

IDN Times Gandeng Dokter di 34 Provinsi Ajak Masyarakat Berani VaksinIr. Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI. (IDN Times/Nena Zakiah)

Sebelum meluncurkan kampanye #IndonesiaBeraniVaksin, Budi terlebih dahulu memaparkan data vaksinasi terkini. Per Selasa (24/8/2021) pukul 15:00, Indonesia berada di urutan ke-6 dunia dari segi jumlah orang yang divaksinasi, sesudah China, India, Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Jepang. Total orang yang sudah divaksinasi adalah 57,78 juta jiwa.

Sementara itu, dari jumlah suntikan, Indonesia berada di urutan ke-7 dunia sesudah China, India, AS, Brasil, Jepang, dan Jerman. Angkanya adalah 89,83 juta. Sebuah pencapaian yang fantastis, mengingat Indonesia sempat diremehkan bahwa dengan laju vaksinasi yang seperti ini, pandemik di Indonesia selesai dalam waktu 10 tahun.

"Kita mulai vaksinasi 13 Januari 2021. Kita mencapai angka 50 juta (suntikan) tanggal 8 Juli, 26 minggu sesudah launching. Sekarang saya dengan Panglima dan Kapolri, bekerja keras dengan seluruh gubernur dan Pemda, supaya mengejar 50 juta berikutnya di 31 Agustus. Kita berusaha keras untuk menembus angka 100 juta di bulan Agustus sebagai hadiah Ulang Tahun (RI)," ungkapnya.

Jika 50 juta pertama tercapai dalam 26 minggu, Budi menargetkan 50 juta kedua dicapai dalam waktu 7 minggu. Dengan target 400 juta, diharapkan akan selesai pada Januari 2022, sesuai instruksi Presiden RI, Joko "Jokowi" Widodo.

"Kalau Tuhan mengizinkan, bisa dapat 400 juta (di bulan Januari 2022) dengan speed seperti sekarang," tegas Budi, dengan nada optimis terpancar dalam suaranya.

3. Vaksinasi akan lebih cepat selesai jika didukung oleh banyak pihak

IDN Times Gandeng Dokter di 34 Provinsi Ajak Masyarakat Berani VaksinMenteri Kesehatan RI memaparkan progress vaksinasi terkini. (IDN Times/Nena Zakiah)

Budi mengatakan tidak bisa bekerja sendirian dalam menanggulangi pandemik COVID-19. Menurutnya, butuh bantuan dan kerja sama banyak pihak untuk meyakinkan masyarakat agar mau divaksinasi.

"Karena vaksin bukan hanya melindungi diri kita, tapi (juga) melindungi keluarga, tetangga, rakyat Indonesia, dan seluruh umat manusia di dunia. Vaksin itu sifatnya tidak individualis, (melainkan) sangat sosialis. Saya tidak bisa melakukan ini sendiri secara eksklusif, ini seharusnya (bersifat) inklusif," jelasnya.

Menurutnya, vaksinasi tidak akan sukses jika menjadi program pemerintah tanpa menjadi gerakan yang didukung oleh seluruh bangsa Indonesia. Sehingga, ini harus dilakukan bersama-sama dengan dukungan banyak pihak.

"Yuk kita sama-sama singsingkan lengan baju, kita atasi pandemi ini bersama. Dengan ini saya luncurkan gerakan #IndonesiaBeraniVaksin. Dan saya berharap, mudah-mudahan itu bisa menggema ke seluruh pelosok Indonesia, sehingga orang mau datang berbondong-bondong untuk divaksin," tuturnya penuh harap.

Baca Juga: Membedah Mitos dan Fakta seputar Vaksinasi COVID-19

Topik:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya