Comscore Tracker

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagi

Ada yang merenggut hingga 200 juta nyawa

Dibandingkan dengan ratusan tahun lalu, teknologi kedokteran di zaman sekarang sudah sangat maju. Kematian akibat penyakit berkurang dan membuat angka harapan hidup naik. Namun, dunia ini pernah mengalami pandemik yang begitu dahsyat dan membunuh ratusan juta nyawa manusia sekaligus!

Mau tahu, apa saja pandemik penyakit terburuk sepanjang sejarah? Dan berapa banyak nyawa manusia yang melayang karenanya? Temukan jawabannya di bawah ini!

1. Wabah Athena (430 SM)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagiancient-origins.net

Di tahun 430 sebelum masehi, wabah Athena terjadi di Yunani saat perang Peloponnesia. Para sejarawan memperkirakan ini adalah wabah tifus, cacar dan campak. Namun, ada yang menganggap bahwa ini wabah pes. Total kematian yang disebabkan oleh wabah Athena adalah 30.000 jiwa, ungkap laman New World Encyclopedia.

Bukan hanya warga sipil biasa, wabah pes ini juga membunuh para jenderal, negarawan berpengaruh hingga penguasa Athena, Pericles. Bukan hanya Athena, Sparta dan sebagian Mediterania timur juga terserang penyakit ini. Akibat wabah ini, jumlah penduduk Athena berkurang drastis dan sebagian penduduk mengungsi ke wilayah lain.

2. Pandemik Yustinianus (541-542 M)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagibrewminate.com

Lagi-lagi, wabah penyakit pes membuat nyawa manusia melayang. Wabah Yustinianus diperkirakan membunuh setengah populasi Eropa! Sementara, menurut laman MPH Online, ada 25 juta orang meninggal akibat wabah ini. Daerah yang diserang adalah Kekaisaran Bizantium serta kota-kota pelabuhan Mediterania.

Puncaknya, 5.000 orang tewas per hari dan mengakibatkan kematian pada 40 persen populasi kota. Ibu kota Konstantinopel pun tak luput dari serangan wabah ini. Wabah Yustinianus terjadi pada tahun 541-542 masehi dan melumpuhkan kota akibat banyaknya orang yang tewas. Tak bisa dibayangkan, ya?

3. Tragedi kematian hitam (1346-1353 M)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagithetimes.co.uk

Di antara semua pandemik, rasanya yang paling fenomenal adalah tragedi kematian hitam alias the black death. Pandemik ini terjadi pada tahun 1346 sampai 1353 masehi. Angka kematian yang ditimbulkan sangat fantastis, yakni merenggut 75-200 juta nyawa manusia! Korbannya tersebar mulai dari Eropa, Afrika dan Asia.

Asal-usulnya, wabah ini disebabkan oleh kutu yang hidup di tikus. Sementara, tikus menyebar dari satu benua ke benua lain lewat kapal dagang. Diperkirakan, pandemik ini disebabkan oleh virus pes. Sementara, sumber lain menyebut bahwa wabah ini dipicu oleh Yersinia pestis yang disebarkan dari tikus ke manusia lewat kutu yang terinfeksi.

4. Pandemik kolera ketiga (1852-1860 M)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagiwikipedia.org

Pandemik kolera ini terjadi hingga tiga gelombang dan ketiganya bermula dari India. Awalnya, wabah ini menyebar dari delta Sungai Gangga, lalu merambah ke hampir seluruh Asia, Eropa, Afrika dan Amerika Utara. Akibatnya, sekitar satu juta orang tewas akibat pandemik kolera yang terjadi pada tahun 1852-1860 ini.

Seorang dokter berkebangsaan Inggris, John Snow, menemukan penyebab kolera. Yakni, air yang terkontaminasi oleh penyakit ini. Namun, di saat yang sama, ada 23.000 orang yang tewas akibat pandemik kolera di Inggris. Lalu, John Snow meninggal di tahun 1858, saat pandemik kolera masih berlangsung.

5. Pandemik flu (1889-1890 M)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagitheparismuseum.com

Bagaimana bisa influenza yang kita anggap penyakit ringan, bisa menjadi ganas dan membunuh jutaan nyawa manusia? Pandemik flu terjadi pada tahun 1889-1890 masehi dan disebabkan oleh subtipe virus influenza A H2N2 dan subtipe virus influenza A H3N8, terang laman MPH Online.

Penyebaran flu didukung oleh pertumbuhan populasi yang cepat, khususnya di daerah perkotaan. Anehnya, kasus pertama virus ini terjadi di tiga lokasi yang terpisah jauh. Yakni di Bukhara, Asia Tengah; Athabasca di barat laut Kanada serta di Greenland. Akibat pandemik ini, satu juta nyawa manusia hilang sia-sia.

Baca Juga: 6 Wabah Penyakit Mematikan dalam Anime, Untung Gak Nyata

6. Pandemik kolera keenam (1899–1923)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagihistory.com

Rupanya, pandemik kolera belum berakhir. Di tahun 1899–1923, pandemik kolera keenam terjadi dan menewaskan sekitar 800 ribu orang. Lagi-lagi, pandemik ini dimulai dari India lalu menyebar ke Timur Tengah, Afrika Utara, Eropa Timur hingga Rusia. Konon, penyebarannya dimulai dari Punjab, India ke Afganistan dan ke negara-negara lain.

Sementara, di Amerika Serikat, wabah kolera terakhir terjadi pada tahun 1910-1911. Ini disebabkan oleh kapal uap yang membawa orang yang telah terinfeksi kolera dari Napoli, Italia ke New York, Amerika Serikat. Akhirnya, diputuskan untuk mengisolasi orang yang sakit ke Pulau Swinburne sebagai bentuk karantina.

7. Pandemik flu (1918-1920)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagiblogs.cdc.gov

Kalau sebelumnya pandemik flu hanya menewaskan satu juta orang, di tahun 1918-1920 pandemik flu menewaskan antara 20-50 juta nyawa! Pandemik influenza ini menginfeksi lebih dari sepertiga populasi di dunia! Menurut laman MPH Online, ada 10-20 persen kematian pada 500 juta orang yang terinfeksi.

Mengapa pandemik flu di tahun 1918-1920 merenggut banyak korban? Dulu, pandemik flu selalu membunuh orang tua atau pasien dengan daya tahan tubuh lemah, tetapi pandemik di tahun 1918-1920 mulai menyerang orang dewasa yang kuat dan sehat. Sementara, anak-anak dan orang dengan sistem imun lemah justru bertahan hidup. Anomali, kan?

8. Flu Asia (1956-1958)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagiwikimedia.org

Lagi-lagi, flu menjadi biang kerok dan menyebabkan kematian 2 juta jiwa. Flu Asia terjadi pada tahun 1956-1958 yang dipicu oleh influenza A subtipe H2N2. Virus ini diperkirakan berasal dari Tiongkok di tahun 1956 dan menyebar dari provinsi Guizhou ke Singapura, Hongkong dan Amerika Serikat, tutur laman MPH Online.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), flu Asia menyebabkan 2 juta kematian dan 69.800 kematian terjadi di Amerika Serikat. Orang-orang yang terjangkiti flu Asia mengalami demam, batuk, menggigil, lemas dan kehilangan nafsu makan, ungkap laman Sino Biological. Tak diduga, flu bisa mematikan, ya?

9. Flu Hongkong (1968-1970)

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagiscmp.com

Di tahun 1968, pandemik flu kembali terjadi. Flu Hongkong baru berakhir di tahun 1969-1970. Meski singkat, flu ini berhasil membunuh 1-4 juta orang, jauh lebih sedikit daripada pandemik di tahun 1918-1919 yang menewaskan 25-50 juta kematian. Penyebabnya adalah virus influenza A subtipe H3N2, terang laman Britannica.

Virus ini sangat menular dan menyebar dengan cepat ke negara-negara Asia Tenggara. Berlanjut beberapa bulan kemudian, virus menyebar ke Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang serta beberapa negara di Eropa Timur, Amerika Tengah dan Afrika. Gejala flu ini adalah demam, nyeri otot, lemah dan menggigil.

10. Pandemi HIV/AIDS

10 Penyakit Pandemik Paling Mematikan dalam Sejarah, Jangan Ada Lagiwho.int

Terakhir, ada pandemi HIV/AIDS, yang pertama kali diidentifikasi oleh Republik Demokratik Kongo di tahun 1976. Kematian akibat AIDS luar biasa, yakni telah menewaskan lebih dari 36 juta orang sejak tahun 1981. Awalnya, virus HIV berasal dari spesies simpanse dan menyebar ke manusia, ujar laman Avert.

Pada September 1982, istilah acquired immune deficiency syndrome (AIDS) pertama kali dicetuskan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Untuk saat ini, ada 19,5 juta orang hidup dengan virus HIV dan menyambung hidup dengan rutin mengonsumsi obat antiretroviral. Kesadaran orang tentang HIV pun menjadi lebih baik sekarang.

Nah, itulah 10 pandemik yang paling banyak menewaskan nyawa manusia sepanjang sejarah. Semoga tragedi mengerikan itu tak terulang kembali, ya!

Baca Juga: Difteri dan 4 Fakta Penting Penyakit Menular Ini, Kini Mulai Mewabah!

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya