Comscore Tracker

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan

Disentri bisa disebabkan oleh bakteri maupun parasit

Secara luas, disentri adalah kondisi yang mengacu pada gangguan pencernaan menular yang ditandai dengan peradangan usus, terutama usus besar. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan disentri sebagai setiap episode diare ketika darah hadir dalam tinja yang encer dan berair.

Disentri menyebar antara manusia melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Setelah seseorang terinfeksi, organisme infeksius hidup di usus dan dikeluarkan lewat tinja orang yang terinfeksi. Hewan juga bisa terinfeksi dan menyebarkan penyakit ke manusia. Untuk memahami disentri lebih lanjut, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

1. Apa itu disentri?

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi diare akibat disentri (freepik.com/jcomp)

Disentri adalah diare parah yang disebabkan oleh infeksi. Infeksi di usus menyebabkan diare dan kadang-kadang disertai muntah, dan dapat menyebabkan dehidrasi karena penderitanya kehilangan banyak cairan. Disentri juga menyebabkan diare mengandung darah atau lendir. 

2. Penyebab dan faktor risiko disentri

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi bakteri Shigella penyebab disentri (cdc.gov)

Infeksi bakteri dapat menyebabkan disentri di usus. Bakteri memasuki sistem pencernaan bila kamu makan menelan makanan atau cairan yang terkontaminasi. Bakteri yang paling umum menyebabkan disentri adalah:

  • Shigella
  • Salmonella
  • Escherichia coli
  • Campylobacter

Disentri juga bisa disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica, yang paling umum ditemukan di area tropis dengan kondisi padat penduduk dan sanitasi yang buruk.

Selain itu, disentri juga bisa disebabkan oleh infeksi cacing parasit, iritasi bahan kimia, atau infeksi virus.

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko disentri, walaupun tidak semua orang dengan faktor risiko akan terkena penyakit ini. Faktor risiko disentri antara lain:

  • Sering berkunjung atau bekerja di tempat penitipan anak
  • Kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi
  • Konsumsi air dari danau atau sungai yang tidak diolah
  • Kontak fekal-oral
  • Bepergian ke negara atau area di mana disentri sering terjadi
  • Penggunaan kolam renang umum
  • Alkoholisme
  • Gizi buruk
  • Usia rentan seperti anak-anak atau lansia
  • Kehamilan
  • Obat-obatan seperti steroid yang dapat melemahkan imun

3. Jenis disentri

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi parasit Entamoeba histolytica (flickr.com/AJC1)

Mengutip Brittanica, ada dua tipe utama disentri, yaitu disentri basiler (bacillary dysentery) dan disentri ameba (amebic dysentery).

Disentri basiler atau shigellosis disebabkan oleh bakteri genus Shigella. Gejalanya berkisar dari ringan hingga parah yang dimulai secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan kematian akibat dehidrasi dan keracunan dari toksin bakteri.

Infeksi disentri basiler yang paling parah disebabkan oleh Shigella dysenteriae tipe 1. S. flexneri, S. sonnei, dan S. boydii adalah genus Shigella lain yang menyebabkan disentri. 

Jenis infeksi bakteri lainnya, termasuk salmonellosis (disebabkan oleh Salmonella) dan campylobacteriosis (disebabkan oleh Campylobacter), dapat menghasilkan tinja berdarah dan kadang-kadang juga digambarkan sebagai bentuk disentri basiler. 

Disentri ameba atau amebiasis usus disebabkan oleh protozoa Entamoeba histolytica. Bentuk disentri ini biasanya jauh lebih kronis dan berbahaya daripada disentri basiler dan lebih sulit diobati karena organisme penyebab terjadi dalam dua bentuk, yang motil dan kista. Masing-masing menghasilkan perjalanan penyakit yang berbeda.

Bentuk motil menyebabkan disentri akut, gejalanya mirip disentri basiler. Bentuk kista menghasilkan penyakit kronis yang ditandai dengan episode intermiten diare dan sakit perut. Tinja berdarah bisa dialami beberapa pasien. Jenis kronis adalah yang lebih umum, ditandai dengan seringnya remisi dan perburukan gejala. Bentuk kronis juga dapat mengakibatkan ulserasi usus besar dan kantong infeksi di hati.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Infeksi Salmonella, Bakteri yang Ada dalam Makanan

4. Gejala disentri

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi gejala sakit perut akibat disentri (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seperti dijelaskan di Medical News Today, gejala disentri berkisar dari ringan hingga berat, tergantung kualitas sanitasi di daerah di mana infeksi telah menyebar. Di negara-negara maju, tanda dan gejala disentri cenderung lebih ringan dibanding di negara-negara berkembang atau tropis.

Gejala ringan disentri meliputi:

  • Sakit perut ringan
  • Kram perut
  • Diare

Gejala biasanya muncul 1-3 hari setelah terinfeksi, dan biasanya pasien bisa pulih dalam waktu seminggu.

Beberapa orang juga dapat mengembangkan intoleransi laktosa yang dapat bertahan lama, kadang sampai bertahun-tahun.

Gejala disentri basiler

Gejala cenderung muncul dalam 1-3 hari setelah infeksi. Biasanya ada sakit perut ringan dan diare, tetapi tidak ada darah atau lendir dalam tinja. Diare mungkin sering terjadi sejak awal.

Gejala yang lebih jarang mungkin meliputi:

  • Darah atau lendir dalam tinja
  • Sakit perut yang hebat
  • Demam
  • Mual
  • Muntah

Pada disentri basiler, sering kali gejalanya ringan sehingga kunjungan ke dokter tidak selalu diperlukan, dan pasien bisa pulih dalam waktu beberapa hari.

Gejala disentri ameba

Seseorang dengan disentri ameba mungkin mengembangkan gejala berikut:

  • Sakit perut
  • Demam dan menggigil
  • Mual dan muntah
  • Diare berair, yang dapat berisi darah, lendir, atau nanah
  • Buang air besar yang menyakitkan
  • Kelelahan
  • Sembelit intermiten

Apabila ameba telah menembus dinding usus, mereka dapat menyebar ke aliran darah dan menginfeksi organ lainnya. Ulkus bisa berkembang, yang mungkin berdarah dan menyebabkan adanya darah dalam tinja.

Pada disentri ameba, gejala bisa bertahan selama beberapa minggu.

Ameba dapat terus hidup dalam tubuh manusia setelah gejala hilang. Kemudian, gejala bisa kembali muncul saat sistem imun orang tersebut melemah. 

5. Diagnosis disentri

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi sampel darah (freepik.com/rawpixel.com)

Seperti dipaparkan di laman News Medical Life Sciences, proses diagnosis akan didasarkan pada riwayat kemungkinan kontak dengan bakteri atau parasit, seperti bepergian ke luar negeri atau area di mana infeksi disentri sering terjadi, lalu dikonfirmasi dengan tes lain seperti:

  • Tes darah untuk Entamoeba atau Shigella
  • Tes tinja
  • Mikroskopi untuk mengetahui keberadaan parasit atau bakteri
  • Sigmoidoskopi, yaitu pemeriksaan endoskopi bagian dalam usus besar tempat parasit biasanya ditemukan

6. Pengobatan disentri

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi obat-obatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Pengobatan disentri akan tergantung penyebabnya. 

Disentri basiler

Sebagian besar pasien tidak butuh obat resep. Infeksi biasanya akan sembuh sendiri selama satu minggu.

Selama masa pemulihan, pasien bisa melakukan beberapa agar pasien merasa lebih baik, seperti minum banyak air atau minuman rehidrasi seperti minuman olahraga, untuk mengembalikan cairan yang hilang akibat diare.

Obat bismut subsalisilat bisa membantu meredakan gejala kram perut dan diare. Pasien juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti asetaminofen untuk mengelola kram perut yang menyakitkan.

Hindari mengonsumsi obat diare yang dijual bebas seperti loperamide kecuali direkomendasikan oleh dokter. Obat-obatan ini bisa membuat gejala diare makin parah, mengutip WebMD.

Apabila infeksi tidak kunjung sembuh, mungkin pasien butuh pengobatan dengan antibiotik. Konsultasikan ke dokter.

Disentri ameba

Obat amoebicidal dipakai untuk mengobati Entamoeba histolyca. Ini akan memastikan bahwa ameba tidak bertahan di dalam tubuh setelah gejala hilang.

Flagyl, atau metronidazol, sering diresepkan untuk mengobati disentri. Ini mengobati infeksi bakteri dan parasit.

Jika hasil lab tidak jelas, pasien dapat diberikan kombinasi antibiotik dan obat ameba oleh dokter, tergantung tingkat keparahan gejala.

7. Komplikasi yang dapat terjadi

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi nyeri sendi (unsplash.com/Anna Auza)

Pada beberapa kasus, disentri bisa menyebabkan komplikasi, yang meliputi:

  • Artritis pasca infeksi: ini tercatat memengaruhi sekitar 2 persen orang yang terinfeksi bakteri S. flexneri. Seseorang dapat mengembangkan nyeri sendi, iritasi mata, dan buang air kecil yang menyakitkan. Artritis pasca infeksi atau postinfectious arthritis bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
  • Infeksi aliran darah: komplikasi ini jarang terjadi dan kemungkinan besar memengaruhi orang-orang dengan sistem imun yang lemah, seperti orang dengan HIV atau kanker.
  • Kejang: kadang anak kecil yang terinfeksi bisa mengalami kejang umum dan tidak jelas apa penyebabnya. Komplikasi ini umumnya sembuh tanpa pengobatan.
  • Sindrom uremik hemolitik atau hemolytic uremic syndrome (HUS): bakteri S. dysenteriae terkadang dapat menyebabkan HUS dengan memproduksi toksin yang menghancurkan sel darah merah.
  • Dalam kasus yang jarang, disentri ameba dapat menyebabkan abses hati atau parasit menyebar ke paru-paru atau otak.

8. Pencegahan disentri

Disentri: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahanilustrasi minum air mineral kemasan (pexels.com/MaurícioMascaro)

Sebagian besar kasus disentri diakibatkan oleh kebersihan yang buruk. Untuk mengurangi risiko infeksi, kamu harus rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi dan menyiapkan makanan. Ini dapat mengurangi frekuensi infeksi Shigella dan jenis diare lainnya hingga 35 persen, mengutip laman WHO.

Langkah-langkah lain yang harus diambil ketika risikonya lebih tinggi, misalnya saat bepergian, meliputi:

  • Hanya minum air yang bersumber tepercaya, seperti air dalam kemasan
  • Perhatikan saat botol dibuka atau ketika membuka botol, bersihkan bagian atas botol sebelum meminumnya
  • Pastikan mengonsumsi makanan yang matang sempurna
  • Sebaiknya gunakan air purifikasi untuk membersihkan gigi
  • Hindari es batu karena sumber airnya mungkin tidak diketahui

Disentri adalah kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan dan bisa mengkhawatirkan. Dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat dan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, kamu bisa mengurangi risiko penularan disentri maupun komplikasi serius yang bisa diakibatkannya.

Bila kamu mengalami gejala-gejala yang mengarah ke disentri, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Baca Juga: 7 Fakta Periostitis pada Tulang, Bisa Disebabkan oleh Infeksi Bakteri

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya