Comscore Tracker

Duh! AS Laporkan Warganya Minum Hand Sanitizer, Apa Bahayanya?

Mentang-mentang ada kandungan alkoholnya...

Beberapa warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh sakit, sekarat, bahkan sampai meninggal dunia setelah minum hand sanitizer. Pada hari Rabu (5/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan setidaknya empat orang meninggal dunia dan sisanya mengalami gangguan penglihatan atau kejang.

Dilansir CNN, CDC belum tahu alasan pasti kenapa sampai ada orang-orang yang nekat menenggak hand sanitizer. Pada anak-anak, mungkin itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Namun, pada orang dewasa, kemungkinan besar hand sanitizer dianggap sebagai pengganti minuman beralkohol.

CDC melaporkan antara bulan Mei dan Juni, ada 15 kasus orang dewasa di Arizona dan New Mexico (usia 21-65 tahun) yang dirawat di rumah sakit akibat keracunan metanol dari hand sanitizer yang mereka minum.

Dampaknya bisa fatal

Duh! AS Laporkan Warganya Minum Hand Sanitizer, Apa Bahayanya?pexels.com/Engin Akyurt

Dalam laporan "Morbidity and Mortality Weekly Report" yang disusun oleh CDC, ada gambaran contoh kasus yang terjadi pada seorang laki-laki berusia 44 tahun. Dia mengalami kejang-kejang usai minum hand sanitizer, sehingga perlu diberikan obat fomeprizol untuk menyelamatkan ginjalnya.

Kabar baiknya, laki-laki tersebut berhasil diselamatkan. Namun, dia hampir kehilangan seluruh fungsi indra penglihatannya.

Mengutip Forbes, tidak diketahui seberapa banyak laki-laki tersebut menenggak hand sanitizer selama beberapa hari sebelum akhirnya mendapat pertolongan medis.

Juga terjadi di India

Duh! AS Laporkan Warganya Minum Hand Sanitizer, Apa Bahayanya?pixabay.com/Simon Orlob

Fenomena meminum pembersih tangan berbasis alkohol ini tidak hanya terjadi di AS. India pun sebelumnya telah melaporkan hal serupa yang pada 31 Juli lalu.

Dilansir BBC dan DW, setidaknya 10 orang dilaporkan tewas di India bagian selatan, yaitu di sebuah desa negara bagian Andhra Pradesh, usai minum hand sanitizer sebagai pengganti alkohol.

Diduga, fenomena ini terjadi karena toko alkohol ditutup untuk sementara waktu, sebagai bagian dari karantina wilayah (lockdown) demi menekan angka kasus COVID-19.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Membuat Hand Sanitizer Sendiri, Sesuai Rujukan WHO

Bahaya minum hand sanitizer bagi kesehatan

Duh! AS Laporkan Warganya Minum Hand Sanitizer, Apa Bahayanya?pixabay.com/Arek Socha

Sejak 19 Juni, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengeluarkan daftar hand sanitizer yang mengandung bahan kimia metanol yang dapat mematikan, atau kekurangan bahan aktif pembunuh bakteri seperti isopropil alkohol.

Dilansir Insider, karena produksi hand sanitizer meningkat selama pandemi COVID-19, lebih banyak produsen yang beralih untuk memproduksi barang dengan permintaan tinggi. Etanol dan isopropil alkohol, dua jenis alkohol yang umum ditemukan dalam hand sanitizer dan merupakan bahan yang efektif dalam membunuh kuman, tidak banyak tersedia.

Itulah kenapa FDA meyakini beberapa produsen mulai menggantinya dengan metanol, jenis lain alkohol yang biasa digunakan untuk menghasilkan bahan antibeku dan bahan bakar.

Tidak seperti etanol dan isopropil alkohol, metanol bisa mematikan ketika dihirup atau masuk ke dalam aliran darah lewat kulit. Di AS, produk yang mengandung lebih dari 4 persen metanol harus diberi label sebagai "racun".

Duh! AS Laporkan Warganya Minum Hand Sanitizer, Apa Bahayanya?unsplash.com/Nathana Rebouças

Lantas, apa bahayanya bila dikonsumsi?

Mengutip Live Science, tubuh memetabolisme metanol menjadi senyawa yang disebut sebagai asam format, yang sangat beracun bagi sel, termasuk sel-sel mata.

Dalam memilih hand sanitizer untuk membersihkan tangan sehari-hari, kita disarankan untuk mencari produk yang mengandung 60 persen etanol atau 70 persen isopropil alkohol. Namun, tetap saja kedua jenis alkohol tersebut dapat berbahaya dan mengakibatkan keracunan alkohol bisa tertelan.

Dilansir Forbes, konsumsi isopropil alkohol dapat menyebabkan perubahan cepat dalam tingkat kesadaran, penurunan suhu tubuh (hipotermia), dan serangan jantung bila tertelan dalam jumlah yang cukup signifikan.

Anak-anak paling berisiko mengalami keracunan alkohol. Risikonya tak hanya kejang, tetapi juga berpotensi mengalami gangguan jalan napas yang butuh perawatan intubasi dan ventilasi mekanis.

Utamakan membersihkan tangan dengan air mengalir dan sabun

Duh! AS Laporkan Warganya Minum Hand Sanitizer, Apa Bahayanya?unsplash.com/Mélissa Jeanty

Dengan adanya risiko beredarnya produk hand sanitizer yang mengandung metanol, lebih baik bersihkan tangan dengan cara yang kita tahu lebih efektif: cuci tangan dengan air mengalir dan sabun secara menyeluruh minimal 20 detik.

Tips memilih produk hand sanitizer yang aman

Duh! AS Laporkan Warganya Minum Hand Sanitizer, Apa Bahayanya?unsplash.com/Praveen kumar Mathivanan

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) memberi lima penjelasan terkait izin edar produk hand sanitizer lewat unggahan di akun Instagram resmi @bpom_ri, yaitu:

  1. Hand sanitizer adalah produk pembersih tangan mengandung disinfektan yang pada umumnya mengandung alkohol untuk membersihkan tangan agar bersih dari virus dan bakteri.
  2. Berdasarkan Permenkes RI No. 62 Tahun 2017 Tentang Izin Edar Alat Kesehatan, Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro Dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, hand sanitizer masuk dalam kategori Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).
  3. Produk PKRT termasuk hand sanitizer yang diproduksi, diimpor, dirakit dan/atau dikemas ulang, dan akan diedarkan harus memiliki Izin Edar dari Kementerian Kesehatan.
  4. Tidak ada larangan bagi masyarakat untuk memproduksi hand sanitizer untuk digunakan sendiri sesuai dengan pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO).
  5. Namun, jika masyarakat memproduksi hand sanitizer untuk diperjualbelikan, maka harus memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Selanjutnya, untuk menghindari produk yang mencetak dan menempelkan nomor registrasi palsu, kamu bisa cak di laman resmi Aplikasi Info Alat Kesehatan & PKRT Kementerian Kesehatan. Kamu tinggal memasukkan nomor registrasi produk yang ada di kemasan.

Di kolom pencarian, kamu tinggal filter berdasarkan izin edar, nama produk, pendaftar, maupun kabupaten atau kota pendaftar.

Tips aman lainnya dalam memilih hand sanitizer lainnya adalah dengan membaca teliti informasi di kemasan. Pastikan kemasan produk memuat informasi penting yang direkomendasikan oleh WHO sebagai berikut:

  • Nama produsen.
  • Formula hand sanitizer sesuai rekomendasi WHO.
  • Mencantumkan label "hanya untuk penggunaan di luar" atau "for external use only".
  • Mencantumkan label "hindari kontak dengan mata" atau "avoid contact with eyes".
  • Mencantumkan label "jauhkan dari jangkauan anak-anak" atau "keep out of reach of children".
  • Mencantumkan label "mudah terbakar" atau "flammable".
  • Terdapat kode dan tanggal produksi.
  • Ada detail komposisi produk.

Mengingat risiko bahayanya yang bisa fatal, hand sanitizer amannya hanya dipakai untuk membersihkan tangan. 

Di masa pandemi COVID-19 ini, jaga selalu kebersihan diri, terapkan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap prima, jaga jarak aman dengan orang lain, serta selalu pakai masker saat keluar rumah demi melindungi diri dan orang-orang di sekitar. Update terus informasi seputar COVID-19 di IDN Times ya!

Baca Juga: Fakta Terbaru, Seberapa Efektif Hand Sanitizer Mencegah Virus Corona?

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya