Comscore Tracker

Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadai

Sebagian besar membuat tulang menjadi rapuh dan patah

Tulang adalah salah satu bagian penting dari tubuh yang memiliki banyak fungsi seperti memberi bentuk dan menopang postur tubuh, menunjang pergerakan tubuh, melindungi organ dan jaringan lunak di dalam tubuh, menghasilkan sel darah dan menyimpan mineral.

Walaupun bersifat keras dan kuat, kesehatan tulang harus selalu dijaga. Sebab, tulang juga bisa mengalami beberapa kelainan atau penyakit. Hal tersebut dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan cepat rusak.

Bicara tentang penyakit tulang, kebanyakan orang mungkin lebih mengenal osteoporosis. Namun, terdapat beberapa penyakit tulang lainnya yang juga perlu diwaspadai. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Osteoporosis

Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadaihealthline.com

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang paling banyak diketahui. Osteoporosis merupakan kondisi berkurangnya kepadatan tulang. Melansir Mayo Clinic, osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh atau keropos.

Kondisi tersebut terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak sejalan dengan penghancuran jaringan tulang lama. Kelainan tulang tersebut paling sering terjadi pada tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.

Osteoporosis bisa dialami semua usia, tetapi umumnya terjadi pada lansia dan perempuan yang sudah memasuki masa menopause. Selain itu, faktor lain yang meningkatkan risiko osteoporosis di antaranya kekurangan vitamin D dan kalsium, memiliki keluarga dengan riwayat osteoporosis, gangguan hormonal seperti penurunan hormon estrogen pada perempuan dan testosteron pada pria, serta pemakaian obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

Pada tahap awal, osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri punggung yang biasanya disebabkan oleh patah tulang belakang, tinggi badan berkurang, postur tubuh membungkuk, dan mudah mengalami patah tulang.

2. Osteoartritis

Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu DiwaspadaiOsteoartritis merupakan peradangan sendi yang sering terjadi. curearthritis.org

Osteoartritis adalah bentuk paling umum dari artritis. Kondisi ini menyebabkan persendian menjadi nyeri dan kaku. Mengutip National Health Service Inggris, hampir semua sendi bisa terkena osteoartritis. Namun, kondisi ini paling sering menyebabkan masalah pada lutut, pinggul, dan sendi kecil di tangan.

Pada osteoartritis, tulang rawan yang melindungi ujung tulang di persendian rusak dan menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan masalah saat menggerakkan sendi.

Melansir Mayo Clinic, tulang rawan adalah jaringan keras dan licin yang memungkinkan gerakan sendi yang hampir tanpa gesekan. Jika tulang rawan sudah rusak, maka tulang akan bergesekan dengan tulang lainnya.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko osteoartritis di antaranya cedera sendi, usia yang semakin tua, dan obesitas.

Baca Juga: Perlu Diperhatikan, 5 Tanda Osteoporosis Dini yang Sering Diremehkan

3. Osteomielitis

Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu DiwaspadaiOsteomielitis disebabkan karena infeksi bakteri pada tulang. axishospital.co

Melansir Cleveland Clinic, osteomielitis merupakan infeksi pada tulang yang disebabkan oleh bakteri atau jamur. Osteomielitis jarang terjadi, ada sekitar 2 dari 10.000 orang yang mengalami kondisi ini. Meski begitu, osteomielitis harus ditangani karena bisa menyebabkan infeksi menjadi kronis hingga kematian jaringan tulang.

Infeksi tulang ini bisa dialami oleh orang dewasa dan anak-anak. Umumnya, osteomielitis disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan kondisi tertentu seperti orang yang memiliki luka terbuka (cedera atau patah tulang terbuka), bakteri dalam darah (bakteremia), dan infeksi jaringan lunak atau luka terbuka kronis sekitar tulang.

Osteomielitis juga bisa terjadi pada orang-orang dengan diabetes, anamia sel sabit, orang dengan sistem imun yang lemah, dan orang-orang yang sedang menjalani hemodialisis.

Gejala yang bisa ditimbulkan berupa nyeri dan pembengkakan tulang, demam, mual, lemas, keluarnya nanah di area terinfeksi, tulang yang terinfeksi terasa kaku dan tidak bisa digerakkan.

4. Penyakit Paget

Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu DiwaspadaiPenyakit Paget. commons.wikimedia.org/OpenStax College

Penyakit Paget atau Paget's disease of bone adalah gangguan yang terjadi pada proses regenerasi tulang secara normal, di mana jaringan tulang baru secara bertahap menggantikan jaringan tulang yang lama. Pada penyakit ini, tulang tumbuh lebih cepat tetapi lebih lemah. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mengalami kelainan bentuk.

Penyakit Paget bisa terjadi hanya pada satu atau beberapa bagian tubuh. Namun, paling sering terjadi pada tulang panggul, tengkorak, tulang belakang, dan kaki. Penyebab penyakit tulang ini belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga bahwa kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan berkontribusi terhadap timbulnya penyakit ini.

Penyakit Paget berkembang secara perlahan. Usia di atas 40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki keluarga dengan riwayat penyakit Paget menjadi beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tulang ini.

5. Osteogenesis imperfecta

Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadaibritannica.com

Osteogenesis imperfecta (OI) atau dikenal juga dengan brittle bone disease merupakan suatu kelainan genetik yang memengaruhi tulang. Melansir Healthline, OI menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Kelainan tulang ini muncul saat lahir dan biasanya berkembang pada anak-anak yang memiliki keluarga dengan riwayat OI.

Pada kasus yang parah, OI bisa mengakibatkan gangguan pendengaran, gagal jantung, masalah pada sumsum tulang belakang, dan kelainan bentuk tulang permanen. Terkadang OI bisa mengancam jiwa bayi, sebelum atau setelah dilahirkan. OI tergolong penyakit langka; 1 dari 20.000 orang bisa mengalaminya.

Saat ini, belum ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk menangani OI. Namun, beberapa upaya dilakukan untuk membantu mengurangi risiko patah tulang dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Misalnya dengan terapi fisik, pemberian obat-obatan bifosfonat untuk menguatkan tulang anak, olahraga yang bersifat low-impact, menjalani pola hidup sehat, dan operasi.

6. Osteomalasia

Bukan Cuma Osteoporosis, Ini 6 Penyakit Tulang yang Perlu Diwaspadaihealthand.com

Melansir Healthline, osteomalasia merupakan kondisi melemahnya tulang yang terjadi karena adanya masalah pada formasi tulang atau proses pembentukan tulang. Kondisi ini berbeda dengan dengan osteoporosis. Osteoporosis adalah melemahnya tulang yang sudah terbentuk, sedangkan osteomalasia menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh, sehingga lebih mudah patah.

Kekurangan vitamin D menjadi penyebab paling umum dari osteomalasia. Vitamin D menjadi nutrisi penting yang membantu tubuh dalam menyerap kalsium. Vitamin D juga menjaga kadar kalsium dan fosfat untuk membantu pembentukan tulang.

Dikutip dari Cleveland Clinic, osteomalasia terjadi pada orang dewasa, sedangkan kekurangan vitamin D yang terjadi pada anak-anak dapat menyebabkan rakitis. Gejala osteomalasia yang umum yaitu rasa nyeri pada tulang, mengalami patah tulang, dan kelemahan otot. Pasien osteomalasia juga bisa mengalami kesulitan untuk berjalan.

Untuk menanganinya, dokter akan memberikan suplemen vitamin D, kalsium atau fosfat untuk dikonsumsi secara oral. Pada kasus yang jarang terjadi, vitamin D dapat diberikan melalui suntikan. Selain itu, dianjurkan untuk berjemur di bawah sinar matahari pada pagi hari agar tubuh bisa menghasilkan cukup vitamin D.

Nah, itulah beberapa penyakit yang bisa menyerang tulang. Selalu ingat untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang terutama yang mengandung vitamin D serta kalsium, rutin berolahraga, berjemur di pagi hari, dan menjaga berat badan tetap ideal.

Baca Juga: Cegah Tulang Keropos, Inilah 5 Makanan yang Perlu K​​​​​​​amu Hindari 

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya