Comscore Tracker

Tidak Hanya Satu, Ini 5 Jenis Halusinasi yang bisa Kamu Alami

Apakah kamu pernah mengalami satu di antaranya?

Pernahkah kamu melihat atau mendengar sesuatu yang tampak begitu nyata, tetapi sebetulnya hanya perasaan belaka? Mungkin kamu mengalami halusinasi. Ternyata, jenisnya ada beberapa macam, lho.

Halusinasi bisa terjadi karena adanya berbagai sensasi yang dirasakan oleh pancaindra kita. Tak hanya satu, yuk, kenali beberapa jenis halusinasi yang umum terjadi lewat ulasan berikut ini.

1. Apa itu halusinasi?

Tidak Hanya Satu, Ini 5 Jenis Halusinasi yang bisa Kamu Alamipixabay.com/Graehawk

Melansir Healthline, halusinasi adalah pengalaman sensorik yang tampak nyata, tetapi hal tersebut hanya diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Halusinasi bisa memengaruhi kelima pancaindra manusia.

Munculnya kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor, di antaranya gangguan mental, efek samping obat-obatan, penyakit seperti epilepsi, dan gangguan akibat konsumsi alkohol.

Bisa berpengaruh pada kualitas hidup, gangguan halusinasi perlu segera ditangani oleh dokter. Perawatan yang dilakukan meliputi pemberian obat-obatan dan psikoterapi.

1. Halusinasi pendengaran (audio)

Tidak Hanya Satu, Ini 5 Jenis Halusinasi yang bisa Kamu Alamifreepik.com/karlyukav

Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang paling umum. Orang yang mengalaminya merasa mendengar berbagai suara seperti orang berbicara atau suara yang menyuruhnya untuk melakukan sesuatu. Selain itu, contoh lainnya adalah mendengar seseorang berjalan di loteng atau suara ketukan berulang kali.

Mereka mungkin merasa bahwa suara itu berasal dari dalam atau luar pikiran. Suara yang terdengar bisa tenang atau keras, suara marah, akrab bahkan mengintimidasi.

Halusinasi jenis ini umum dialami penderita skizofrenia. Menurut sebuah ulasan ilmiah dalam World Journal of Psychiatry tahun 2015, auditory verbal hallucinations (AVHs) terjadi pada 70-80 persen pasien skizofrenia.

Dalam beberapa kasus, halusinasi juga berpotensi menjadi ancaman jika hal itu berupa suara yang memerintahkan untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan. Di samping itu, beberapa kondisi mental lainnya juga bisa mengalami halusinasi serupa, di antaranya gangguan bipolar, psikosis, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).

2. Halusinasi penglihatan (visual)

Tidak Hanya Satu, Ini 5 Jenis Halusinasi yang bisa Kamu Alamipexels/Umberto Shaw

Halusinasi visual terjadi saat seseorang mengalami persepsi yang salah pada pandangannya. Halusinasi ini melibatkan penderitanya melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada. Hal tersebut bisa berupa objek, pola visual, orang, atau cahaya.

Misalnya, melihat ada orang di sekitarnya padahal sedang sendirian atau seolah-olah melihat sesuatu bergerak yang sebenarnya tidak seperti itu. Terkadang, halusinasi ini juga terlihat seperti kilatan cahaya.

Halusinasi visual dapat terjadi karena beberapa kondisi kesehatan, di antaranya skizofrenia, demensia, delirium, migrain dan kerusakan pada jaringan otak.

Melansir Verywell Mind, penggunaan obat-obatan halusinogen, contohnya lysergic acid diethylamide (LSD), juga bisa menimbulkan halusinasi visual, tetapi dengan efek halusinasi yang bervariasi pada tiap penggunanya.

Mengutip laporan dalam Industrial Psychiatry Journal tahun 2010, halusinasi visual telah dilaporkan pada pasien dengan gangguan penglihatan. Ketika halusinasi visual terjadi mengikuti hilangnya ketajaman penglihatan tanpa adanya gangguan kognitif, kondisi ini disebut sindrom Charles Bonnet.

Baca Juga: Mengenal Halusinasi Taktil, saat Tubuh Merasakan Sensasi Sentuhan Aneh

3. Halusinasi penciuman (olfaktori)

Tidak Hanya Satu, Ini 5 Jenis Halusinasi yang bisa Kamu Alamifreepik.com/karlyukav

Halusinasi olfaktori, disebut juga phantosmia alias "bau hantu", terjadi ketika seseorang merasa mencium bau tertentu yang sebenarnya tidak ada. Orang yang mengalaminya mungkin berpikir bau tersebut berasal dari sesuatu di sekitarnya atau dari dirinya sendiri.

Selain bau tidak sedap, halusinasi ini juga bisa mencakup aroma wewangian seperti mencium wangi bunga. Melansir WebMD, kondisi ini bisa disebabkan oleh tumor, cedera kepala, kejang lobus temporal, penyakit Parkinson, dan gangguan hidung seperti sinusitis.

4. Halusinasi pengecapan (gustatorik)

Tidak Hanya Satu, Ini 5 Jenis Halusinasi yang bisa Kamu AlamiIlustrasi Lidah (IDN Times/Mardya Shakti)

Halusinasi ini melibatkan indra pengecap. Halusinasi pengecapan membuat seseorang merasakan sensasi rasa yang aneh dari sesuatu yang tidak ada di mulutnya, misalnya mengecap rasa logam. Halusinasi jenis ini dapat disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan, contohnya penyakit pada otak, penyakit sinusitis, dan epilepsi

5. Halusinasi sentuhan (taktil)

Tidak Hanya Satu, Ini 5 Jenis Halusinasi yang bisa Kamu Alamipixabay/Nastya_gepp

Halusinasi taktil merupakan halusinasi saat seseorang merasakan sensasi terhadap sentuhan yang sebenarnya tidak ada. Orang dengan halusinasi ini merasa ada yang menggelitik atau menyentuh, tetapi tidak ada siapa pun di sekitarnya.

Orang tersebut bisa juga merasakan organ dalam tubuh seperti mengalami pergerakan atau adanya embusan panas di wajah.

Selain itu, ada juga yang merasakan sesuatu seperti serangga yang merayap di atas atau bawah kulit.

Halusinasi yang terasa begitu nyata dapat membuat seseorang menggaruk kulitnya hingga menyebabkan luka. Penyebab kondisi ini di antaranya akibat penggunaan alkohol, obat-obatan, menderita skizofrenia, lewy body dementia, penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Itulah lima jenis halusinasi yang umum terjadi. Baik masalah fisik maupun mental bisa menyebabkan berbagai halusinasi tersebut. Jika kamu merasa pernah berhalusinasi, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau ahli kejiwaan untuk mengetahui penyebabnya agar bisa mendapatkan penanganan yang semestinya.

Baca Juga: Alami Delusi dan Halusinasi, Ini 5 Fakta Penting tentang Psikosis

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya