Comscore Tracker

Pseudogout, Nyeri Sendi yang Sering Dikira Sama dengan Gout

Disebabkan penumpukan kristal kalsium pirofosfat pada sendi

Munculnya rasa sakit atau nyeri pada sendi menyebabkan ketidaknyamanan bagi seseorang dan secara umum dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri sendi dapat menjadi gejala dari suatu kondisi medis, salah satunya yaitu pseudogout.

Jika dilihat dari istilah dan gejalanya, penyakit sendi ini sering dikira sama dengan gout atau nyeri sendiri akibat asam urat. Meskipun sama-sama menimbulkan nyeri sendi, terdapat perbedaan dari kedua kondisi tersebut. Untuk lebih mengetahui tentang pseudogout dan perbedaanya dengan gout, simak ulasan berikut, ya!

1. Terjadi akibat adanya kristal kalsium pirofosfat dalam sendi

Pseudogout, Nyeri Sendi yang Sering Dikira Sama dengan Goutilustrasi pseudogout (news-medical.net)

Dilansir Mayo Clinic, pseudogout adalah suatu bentuk artritis atau radang sendi yang ditandai dengan rasa nyeri yang tiba-tiba dan pembengkakan pada sendi. Kondisi ini dapat berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Sendi yang paling sering terdampak yaitu sendi di lutut.

Pseudogout dikaitkan dengan adanya kristal kalsium pirofosfat dihidrat (calcium pyrophosphate dihydrate crystals) di dalam sendi yang terdampak. Kristal ini menjadi lebih banyak seiring pertambahan usia dan muncul pada hampir setengah populasi yang berusia di atas 85 tahun. Walaupun begitu, ada di antara orang dengan penumpukan kristal ini tidak pernah mengalami pseudogout dan masih belum jelas penyebab dari perbedaan kondisi tersebut.

2. Beragam faktor risiko pseudogout

Pseudogout, Nyeri Sendi yang Sering Dikira Sama dengan GoutUsia lanjut menjadi salah satu faktor risiko pseudogout (pexels/Chevanon Photography)

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena psedogout, seperti:

  • Berusia lanjut
  • Pernah mengalami cedera sendi
  • Faktor genetik atau memiliki riwayat pseudogout dalam keluarga
  • Ketidakseimbangan mineral, seperti kadar kalsium atau zat besi yang berlebih dalam darah maupun kadar magnesium yang terlalu sedikit
  • Memiliki kondisi medis lainnya, seperti kelenjar tiroid yang kurang aktif atau kelenjar paratiroid yang terlalu aktif.

Baca Juga: Mengenal 9 Fakta Artritis, Radang Sendi yang Menyakitkan

3. Gejala yang muncul pada pseudogout

Pseudogout, Nyeri Sendi yang Sering Dikira Sama dengan Goutilustrasi nyeri lutut (freepik.com/jcomp)

Menurut keterangan dari Arthritis Foundation, pseudogout lebih sering terjadi di sendi lutut. Namun, bisa juga mengenai area lain, seperti pergelangan tangan, bahu, pergelangan kaki, siku atau tangan. Gejala yang dapat dialami penderita pseudogout, antara lain:

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan sendi yang terkena
  • Area sendi terasa hangat saat disentuh
  • Kaku pada persendian

4. Perbedaan antara gout dan pseudogout

Pseudogout, Nyeri Sendi yang Sering Dikira Sama dengan Goutilustrasi gout (curearthritis.org)

Gout dan pseudogout termasuk tipe artritis atau radang sendi. Meskipun keduanya menyebabkan nyeri sendi dan bengkak, gout dan pseudogout merupakan kondisi yang berbeda. Dilansir Healthline, perbedaan antara keduanya termasuk letak sendi yang terdampak, jenis kristal yang menjadi penyebab, serta penanganannya.

Gout lebih sering terjadi di jempol kaki, tetapi bisa juga memengaruhi area lainya, seperti sendi jari, lutut, pergelangan kaki dan pergelangan tangan. Sementara itu, pseudogout biasanya menyerang sendi di lutut dan sendi besar lainnya, termasuk pinggul, pergelangan kaki, siku, pergelangan tangan, bahu, dan tangan.

Gout dan pseudogout dapat menimbulkan gejala secara tiba-tiba atau dapat dipicu oleh cedera minor pada sendi. Gejala gout umumnya dapat hilang timbul, sedangkan nyeri sendi pada pseudogout biasanya tetap sama dan dapat berlangsung beberapa hari atau minggu.

Seseorang dapat terkena gout jika memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah yang menyebabkan penumpukan kristal asam urat di persendian. Di sisi lain, pseudogout disebabkan oleh penumpukan kristal kalsium pirofosfat dihidrat pada sendi.

Gout ditangani dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan obat-obatan penurun asam urat. Pengaturan pola makan dan gaya hidup dapat menurunkan asam urat dalam tubuh, sehingga membantu dalam mencegah terjadinya gout.

Pada pseudogout, dokter mungkin merekomendasikan untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari sendi. Hal ini membantu dalam menghilangkan sebagian kristal. Pseudogout juga ditangani dengan obat-obatan yang mengontrol rasa nyeri dan bengkak. Pada kasus yang parah, mungkin diperlukan operasi untuk memperbaiki sendi yang rusak.

5. Upaya untuk menangani pseudogout

Pseudogout, Nyeri Sendi yang Sering Dikira Sama dengan Goutilustrasi obat-obatan Ipexels.com/Pixabay)

Selain pseudogout, terdapat beberapa kondisi lainnya yang memiliki gejala serupa. Untuk itulah dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dalam menentukan diagnosis.

Penanganan yang dilakukan pada pseudogout bertujuan untuk meredakan nyeri dan peradangan serta memperbaiki fungsi sendi. Menurut keterangan dari Arthritis Foundation, penanganan sering kali mencakup pemberian obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid atau kortikosteroid.

Untuk sendi yang sangat nyeri dan bengkak, dokter mungkin akan memasukkan jarum ke dalam persendian untuk mengeluarkan cairan sendi dan menyuntikkan kortikosteroid pada persendian untuk mengurangi peradangan. Pada kasus yang parah, operasi untuk mengganti sendi yang rusak menjadi salah satu pilihan.

Di samping upaya tersebut, pasien pseudogout dianjurkan melakukan perawatan di rumah. Misalnya dengan mengistirahatkan sendi dan mengompres dingin sendi untuk mengurangi nyeri dan peradangan. Selain itu, pasien juga perlu menjaga berat badan ideal, olahraga teratur dan mengonsumsi makanan bergizi.

Itulah beberapa hal tentang pseudogout. Ada beragam kondisi yang dapat menyebabkan nyeri sendi. Jika kamu sering mengalami nyeri sendi, tak kunjung sembuh, atau intensitas nyerinya meningkat, sebaiknya periksa ke dokter untuk mendapat pemeriksaan dan diagnosis yang tepat.

Baca Juga: 7 Pantangan Asam Urat yang Harus Dipatuhi, Gak Bikin Kambuh

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya