Comscore Tracker

Sering Merasa Cepat Lelah? Waspadai 6 Penyakit Ini

Penyebabnya bukan cuma karena kurang istirahat

Setelah melakukan banyak kegiatan, biasanya tubuh kita akan terasa lelah. Ketika merasa kelelahan, seseorang akan beristirahat atau tidur untuk menghilangkannya dan memulihkan tenaga.

Namun, jika rasa lelah tidak hilang meski tidurmu cukup, maka kamu perlu curiga bahwa ada yang tidak beres. Karena, mungkin saja kondisi tersebut adalah tanda adanya gangguan kesehatan atau penyakit. 

Di bawah ini akan dijelaskan mengenai beberapa kondisi atau penyakit yang bisa membuat tubuh cepat lelah. Simak, ya!

1. Anemia

Sering Merasa Cepat Lelah? Waspadai 6 Penyakit IniAnemia membuat penderitanya merasa lelah atau lemah. pexels.com/Valeria Ushakova

Salah satu kondisi dengan gejala kelelahan adalah anemia. Perlu diingat bahwa anemia bukan sebuah penyakit, melainkan sebuah kondisi medis. Anemia disebabkan oleh beragam hal, yang mana cara mengatasinya harus dengan menemukan dan mengobati penyakit yang mendasarinya.

Anemia adalah kondisi tubuh kekurangan sel darah merah. Di dalam sel darah merah terkandung hemoglobin. Hemoglobin adalah zat yang memberi warna pada sel darah merah dan juga membantu mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Melansir Verywell Mind, saat seseorang mengalami anemia, tubuh memiliki jumlah sel darah merah yang lebih rendah dari normal atau tidak memiliki cukup hemoglobin. Ketika kondisi tersebut terjadi, maka tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen, sehingga mengakibatkan rasa lelah atau lemah.

Selain kelelahan, orang dengan anemia akan mengalami gejala lainnya seperti kulit tampak pucat, sesak napas, pusing, dan sakit kepala. Melansir Mayo Clinic, jumlah sel darah merah yang tidak cukup di dalam darah dapat terjadi jika

  • Tubuh tidak menghasilkan cukup sel darah merah
  • Pendarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan sel darah merah lebih cepat dibandingkan jumlah yang diproduksi
  • Tubuh menghancurkan sel darah merah

2. Sindrom kelelahan kronis

Sering Merasa Cepat Lelah? Waspadai 6 Penyakit Inipexels.com/Andrea Piacquadio

Melansir Healthline, sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome atau CFS) ditandai dengan kelelahan ekstrem yang tidak hilang hanya dengan beristirahat dan tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis yang mendasarinya.

Seseorang dicurigai menderita CFS apabila kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari berkurang secara signifikan dan disertai kelelahan setidaknya selama 6 bulan. Kondisi ini bisa memburuk setelah penderitanya melakukan aktivitas fisik atau mental.

Penyebab CFS belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga bahwa terdapat beberapa faktor yang berkontribusi, termasuk infeksi virus atau bakteri, sistem imun tubuh yang lemah, stres, dan ketidakstabilan hormonal.

Gejala paling umum dari CFS adalah kelelahan yang cukup parah hingga mengganggu penderitanya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, penderita juga mengalami gejala lainnya, seperti gangguan tidur, tidak merasa segar saat bangun tidur, insomia kronis, berkurangnya konsentrasi dan daya ingat, nyeri otot, serta sakit kepala.

Baca Juga: Merasa Lelah Sepanjang Waktu? Hati-hati Sindrom Kelelahan Kronis

3. Sleep apnea

Sering Merasa Cepat Lelah? Waspadai 6 Penyakit Inipixabay/Victoria_Borodinova

Melansir Verywell Mind, sleep apnea adalah kondisi adanya jeda saat bernapas, atau pernapasan pendek, yang berlangsung berkali-kali saat sedang tidur.

Setiap kali pernapasan kembali normal, sering kali disertai dengusan atau suara tersedak. Sleep apnea juga membuat seseorang mendengkur keras. Hal tersebut bisa sangat mengganggu tidur seseorang.

Gangguan tidur inilah yang dapat menjadi penyebab rasa kantuk dan kelelahan di siang hari. Di samping itu, gejala lain yang berkaitan dengan sleep apnea meliputi sakit kepala pada pagi hari, gangguan memori, sulit berkonsentrasi, mudah marah, dan sakit tenggorokan saat bangun tidur.

4. Fibromialgia

Sering Merasa Cepat Lelah? Waspadai 6 Penyakit IniFibromialgia membuat seseorang sulit tidur dan kelelahan. unsplash.com/Shane

Seperti dijelaskan di laman Healthline, fibromialgia adalah penyakit kronis yang menyebabkan nyeri otot yang meluas. Kondisi ini memengaruhi otot dan jaringan lunak. Selain itu juga dapat menyebabkan kelelahan.

Beberapa orang yang mengalami fibromialgia sulit tidur di malam hari dikarenakan rasa nyeri yang dirasakan. Hal tersebut menyebabkan kantuk dan kelelahan di siang hari.

Kelelahan pada fibromialgia berbeda dari rasa lelah biasa. Kelelahan dapat digambarkan sebagai kelelahan fisik, merasa tidak segar setelah tidur, kekurangan energi atau motivasi, kesulitan berpikir atau berkonsentrasi. Kelelahan yang dirasakan sering berdampak pada kemampuan seseorang untuk bekerja hingga mengganggu produktivitas.

5. Diabetes

Sering Merasa Cepat Lelah? Waspadai 6 Penyakit IniDiabetes bisa menimbulkan gejala berupa kelelahan. pexels.com/PhotoMIX Company

https://www.medicalnewstoday.com/articles/323398

Kelelahan merupakan gejala umum yang dialami orang-orang dengan diabetes. Melansir Medical News Today, kelelahan pada diabetes dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti kadar gula atau glukosa darah yang tinggi serta gejala dan komplikasi dari kondisi tersebut.

Sel-sel tubuh membutuhkan insulin untuk menyerap glukosa dari darah. Pada orang dengan diabetes, pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif. Jika sel tidak mengambil cukup glukosa, maka akan terjadi penumpukan dan mengakibatkan kadar glukosa darah meningkat.

Sel membutuhkan glukosa untuk menyediakan energi. Rasa lelah dan lemah tersebut terjadi ketika sel tidak mendapatkan cukup glukosa.

Gejala lain yang muncul juga bisa menyebabkan kelelahan, seperti sering buang air kecil, sering merasa haus, merasa lapar meskipun sudah makan, penurunan berat badan, dan penglihatan kabur.

Orang-orang dengan diabetes juga bisa mengalami berbagai komplikasi yang berkontribusi menyebabkan rasa lelah. Komplikasi ini umumnya berkembang pada orang dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Berbagai komplikasi yang mungkin terjadi antara lain masalah pada ginjal, infeksi, penyakit jantung, dan neuropati diabetik.

Gejala depresi dan kecemasan juga rentan terjadi pada penderita diabetes. Orang yang mengalami depresi dan kecemasan cenderung memiliki gangguan tidur yang bisa meningkatkan rasa lelah.

Selain itu, banyak penderita diabetes, terutama diabetes tipe 2, yang mengalami obesitas. Berat badan yang berlebih juga bisa menjadi faktor penyebab kelelahan.

Oleh sebab itu, orang-orang dengan diabetes disarankan untuk selalu mengontrol kadar gula darah dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

6. Hipotiroidisme

Sering Merasa Cepat Lelah? Waspadai 6 Penyakit IniKelelahan menjadi salah satu gejala hipotiroidisme. pexels.com/Andrea Piacquadio

Dikutip dari laman Medical News Today, tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher yang memproduksi hormon tiroid, yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4). Hormon tiroid berfungsi untuk mengatur metabolisme atau cara tubuh menggunakan energi.

Kondisi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid disebut hipotiroidisme. Jika kadar hormon tiroid rendah, maka banyak fungsi tubuh yang menjadi lambat.

Kelelahan menjadi salah satu gejala hipotiroidisme yang paling umum terjadi. Banyak pasien yang melaporkan bahwa mereka merasa sangat lelah, sehingga tidak dapat menjalani aktivitas seperti biasanya.

Selain itu, beberapa gejala yang bisa dialami orang dengan hipotiroidisme antara lain kenaikan berat badan, otot dan sendi terasa lemah, nyeri dan kaku, perubahan suasana hati, dan gangguan fungsi memori.

Itulah beberapa penyakit yang bisa menimbulkan rasa lelah pada tubuh. Jangan anggap remeh jika rasa lelah tidak hilang walaupun sudah beristirahat atau terjadi tanpa penyebab yang jelas. Bisa jadi, hal tersebut menjadi gejala dari kondisi medis tertentu. Sebaiknya, periksa ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan segera mendapat penanganan.

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya