Comscore Tracker

Telapak Kaki Sering Nyeri? Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Salah satunya adalah kondisi kaki datar

Nyeri di telapak kaki adalah salah satu masalah kaki yang umum dikeluhkan, terutama oleh orang yang aktif bergerak. Selain tak nyaman dan bisa menyakitkan, nyeri telapak kaki juga bisa membatasi kita dalam menjalani aktivitas.

Nah, nyeri di telapak kaki bisa merupakan gejala dari penyakit atau kondisi medis tertentu yang kadang butuh perawatan dari dokter. Apa saja penyakit yang bisa menyebabkan nyeri telapak kaki? Simak sampai habis, ya!

1. Plantar fasciitis

Telapak Kaki Sering Nyeri? Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadaiilustrasi plantar fasciitis (healthdirect.gov.au)

Kemungkinan pertama nyeri telapak kaki adalah plantar fasciitis. Kondisi ini melibatkan peradangan yang terjadi di plantar fascia, yaitu jaringan yang membentang di bagian bawah kaki dan menghubungkan tulang tumit dan jari kaki.

Dilansir Mayo Clinic, plantar fasciitis umumnya menimbulkan nyeri yang terasa menusuk di bagian bawah kaki dekat tumit. Nyeri umumnya memburuk saat melangkah setelah bangun tidur pada pagi hari. Nyeri juga bisa dialami akibat berdiri dalam waktu lama atau saat berdiri dari duduk. Umumnya nyeri tidak dirasakan selama beraktivitas, melainkan sesudahnya.

Plantar fasciitis sering dialami pelari. Selain itu, berbagai faktor yang meningkatkan risikonya termasuk obesitas, terdapat kelainan bentuk kaki (misalnya kaki datar atau lengkungan telapak kaki yang lebih tinggi), menggunakan sepatu dengan sol tipis atau lunak dan tidak menopang telapak kaki dengan baik, serta pekerjaan yang banyak berjalan atau berdiri di permukaan keras.

2. Metatarsalgia

Telapak Kaki Sering Nyeri? Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadaiilustrasi metatarsalgia (upswinghealth.com)

Metatarsalgia mengacu pada rasa nyeri dan peradangan di bagian bola kaki (ball of the foot). Ini terletak di area antara lengkungan dan jari kaki di bagian bawah kaki. Kondisi ini berpusat di bawah lima tulang di pangkal jari kaki atau metatarsal.

Metatarsalgia umumnya ditandai dengan nyeri di area bola kaki dan bisa memburuk saat berdiri, lari, berjalan, atau meregangkan kaki. Selain itu, nyeri terasa menusuk, mati rasa atau kesemutan di jari kaki, dan terasa seperti ada kerikil di dalam sepatu saat berjalan.

Orang-orang yang sering melakukan olahraga high-impact, seperti lari atau lompat, kondisi obesitas, sering mengenakan sepatu sempit atau sepatu hak tinggi berisiko mengalami metatarsalgia.

Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, metatarsalgia bisa memicu nyeri di area lain di kaki atau bagian tubuh lainnya, seperti punggung bawah atau pinggul, akibat perubahan cara berjalan karena nyeri kaki.

Baca Juga: Bikin Geregetan, Ini 7 Alasan Telapak Kakimu Suka Mengelupas Tiba-tiba

3. Neuroma Morton

Telapak Kaki Sering Nyeri? Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadaiilustrasi neuroma Morton (danielgoldbloom.com.au)

Neuroma Morton atau Morton's neuroma adalah kondisi yang memengaruhi area bola kaki, paling sering di area antara jari ketiga dan keempat (jari tengah dan jari manis). Kondisi ini melibatkan penebalan pada jaringan di sekitar salah satu saraf yang mengarah ke jari kaki.

Penderitanya mungkin merasa seperti menginjak kerikil di dalam sepatu atau ada lipatan pada kaus kaki. Selain itu, gejala lainnya juga bisa muncul meliputi nyeri dan sensasi terbakar di area bola kaki yang bisa menyebar ke jari kaki, kesemutan, atau mati rasa di jari kaki.

Neuroma Morton tampaknya terjadi sebagai respons dari iritasi, tekanan, dan cedera pada salah satu saraf yang mengarah ke jari kaki. Beberapa faktor yang bisa memicu penyakit ini di antaranya sering menggunakan sepatu hak tinggi atau sepatu yang sempit, melakukan jenis olahraga tertentu (misalnya lari), adanya bunion, hammer toes, kaki datar, serta lengkungan kaki yang lebih tinggi.

4. Tarsal tunnel syndrome

Telapak Kaki Sering Nyeri? Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadaiilustrasi tarsal tunnel syndrome (healthjade.net)

Dilansir Healthline, tarsal tunnel syndrome atau sindrom terowongan tarsal adalah kondisi yang disebabkan oleh tekanan berulang yang mengakibatkan kerusakan pada saraf tibialis posterior. Saraf tibialis bercabang dari saraf skiatik dan terletak di dekat pergelangan kaki. Saraf ini melintang melalui terowongan tarsal.

Terowongan tarsal terletak di bagian dalam pergelangan kaki dan dibentuk oleh tulang pergelangan kaki dan pita ligamen yang membentang di kaki. Banyak pembuluh darah, saraf, dan tendon yang memberikan gerakan dan fleksibilitas pada kaki yang melaluinya.

Penderitanya umumnya merasakan gejala yang meliputi nyeri, mati rasa, atau kesemutan. Gejala bisa dirasakan di mana saja di sepanjang saraf tibialis, tetapi umumnya terasa di pergelangan kaki atau telapak kaki.

5. Kaki datar

Telapak Kaki Sering Nyeri? Ini 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadaiilustrasi kaki datar atau flat feet (kenkoh.jp)

Seseorang dengan kaki datar atau flat feet memiliki lengkungan kaki yang terlalu rendah atau bahkan lengkungan tersebut tidak ada. Ini memungkinkan seluruh telapak kaki tampak menyentuh permukaan saat seseorang berdiri.

Kondisi ini sering terlihat pada bayi dan balita karena lengkungan kaki mereka masih dalam pembentukan. Seiring waktu, lengkungan umumnya berkembang secara normal. Lemak kaki pada bayi juga bisa menutupi lengkungan sehingga kakinya tampak datar.

Dilansir MedicineNet, ada dua jenis kaki datar yaitu kaki datar fleksibel (flexible flat foot) dan kaki datar kaku (rigid flat foot).

Pada kaki datar fleksibel, kaki memiliki lengkungan yang normal saat beristirahat (tidak berdiri atau berjalan), tetapi menghilang saat kaki menyentuh lantai atau permukaan. Sementara pada kaki datar yang kaku, tidak ada lengkungan walaupun tidak sedang menapakkan kaki.

Kaki datar tidak selalu menimbulkan keluhan. Namun, pada kasus tertentu penderitanya bisa mengalami gejala seperti kaki mudah lelah, nyeri (terutama di area lengkungan dan tumit), kaki terasa kaku, serta nyeri di punggung dan tungkai.

Itulah beberapa kemungkinan penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan telapak kaki terasa nyeri. Bila kamu mengalami gejala di telapak kaki yang sering atau memburuk, sebaiknya periksakan ke dokter agar bisa diketahui pasti penyebabnya dan mendapat penanganan yang sesuai.

Baca Juga: Gak Disangka, Ini 5 Manfaat Mengangkat Kaki ke Dinding Sambil Tiduran!

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya