Studi: Mikroplastik Ditemukan pada Testis Manusia dan Anjing

Berkaitan dengan penurunan jumlah sperma

Intinya Sih...

  • Penelitian menemukan 12 jenis mikroplastik pada sampel testis anjing dan manusia.
  • Jumlah mikroplastik pada laki-laki tiga kali lebih tinggi dibandingkan pada jaringan reproduksi anjing.
  • Mikroplastik berpotensi memengaruhi sistem reproduksi manusia dan berdampak pada berat testis laki-laki.

Infertilitas laki-laki menjadi masalah yang meningkat di seluruh dunia, tetapi tidak bisa dipastikan faktor apa saja yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Karena makin banyaknya bukti mikroplastik telah masuk ke berbagai sistem biologis manusia, para peneliti tertarik untuk mendalami hal ini. Makin banyak studi yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan memahami potensi dampak mikroplastik pada sistem reproduksi.

Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Toxicological Sciences meneliti mikroplastik dan keberadaannya dalam organ reproduksi laki-laki.

Para peneliti mengidentifikasi 12 jenis mikroplastik berbeda pada sampel testis anjing dan manusia.

Pada anjing, peneliti menemukan bahwa jumlah mikroplastik tertentu yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma dan berat testis.

1. Polietilen dan polivinil klorida ditemukan dalam testis manusia

Studi: Mikroplastik Ditemukan pada Testis Manusia dan Anjingilustrasi mikroplastik (flickr.com/Oregon State University)

Untuk mendapatkan data dari studi ini, tim peneliti mengamati jaringan testis dari anjing dan manusia. Mereka memperoleh jaringan testis anjing dari operasi sterilisasi rutin anjing dan sampel anonim dari laki-laki melalui New Mexico Office of the Medical Investigator. Secara keseluruhan, penelitian ini mencakup sampel dari 47 anjing dan 23 laki-laki.

Para peneliti mengidentifikasi 12 jenis mikroplastik berbeda pada sampel testis anjing dan manusia. Mereka menemukan bahwa jumlah mikroplastik pada laki-laki sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan pada jaringan reproduksi anjing.

Di antara manusia dan anjing, jenis polimer yang paling umum adalah polietilen (PE), dan jenis polimer kedua yang paling umum adalah polivinil klorida (PVC).

PE biasanya digunakan dalam pengemasan, sistem pasokan air, dan film pertanian.

PVC juga sangat umum digunakan dalam konstruksi, peralatan medis, pengemasan, dan isolasi elektronik.

Baca Juga: Mikroplastik Terkait dengan Serangan Jantung, Stroke, dan Kematian

2. Dampak mikroplastik terhadap infertilitas

Studi: Mikroplastik Ditemukan pada Testis Manusia dan Anjingilustrasi masalah kesuburan (pexels.com/Nadezhda Moryak)

Para peneliti bisa memeriksa sampel jaringan anjing lebih lanjut untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana keberadaan mikroplastik memengaruhi kesuburan.

Hasilnya menunjukkan, jenis mikroplastik tertentu dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma dan penurunan berat testis. Hasil ini mencapai tingkat yang signifikan dalam analisis statistik.

Satu jenis mikroplastik dikaitkan dengan peningkatan jumlah sperma, dan dua jenis mikroplastik dikaitkan dengan peningkatan berat testis. Namun, hasil ini tidak signifikan secara statistik.

Menariknya, para peneliti tidak menemukan hubungan antara PE dan sifat yang diamati, meskipun PVC dikaitkan dengan penurunan berat testis. Oleh karena itu, ada kemungkinan mikroplastik berdampak negatif terhadap kesuburan laki-laki, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian.

3. Diperlukan penelitian lebih lanjut

Studi: Mikroplastik Ditemukan pada Testis Manusia dan Anjingilustrasi mikroplastik (unsplash.com/SörenFunk)

Secara keseluruhan, penelitian ini menambah pengetahuan kita tentang keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia. Namun, diperlukan lebih banyak studi untuk memahami dampak penuh mikroplastik terhadap sistem reproduksi.

Karena penelitian yang berfokus pada kesuburan menggunakan data dari anjing, diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat hubungannya pada manusia.

Penelitian ini juga memiliki sejumlah keterbatasan lain. Salah satunya, penelitian ini mengamati sejumlah kecil sampel jaringan yang diperoleh dari satu wilayah di Amerika Serikat. Penelitian lebih lanjut yang memeriksa lebih banyak sampel dari kumpulan data yang lebih komprehensif bisa membantu.

Sebuah studi menemukan adanya mikroplastik pada testis anjing dan manusia. Mikroplastik tersebut berpotensi memengaruhi sistem reproduksi manusia dan berdampak pada berat testis laki-laki. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan mikroplastik dan infertilitas. 

Baca Juga: Studi: Mikroplastik Berpindah dari Usus ke Organ Lain

Referensi

Hu, Chelin Jamie, Marcus A Garcia, dkk. “Microplastic presence in dog and human testis and its potential association with sperm count and weights of testis and epididymis.” Toxicological Sciences, 15 Mei, 2024.
Leslie, Stephen W., Taylor L. Soon-Sutton, and Moien Ab Khan. “Male Infertility.” StatPearls - NCBI Bookshelf, 25 Februari 2024.

Topik:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya