Comscore Tracker

Vape Bisa Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang, Bagaimana Bisa?

Kandungan dalam vape dapat menimbulkan efek negatif

Rokok elektrik, atau vape, adalah perangkat bertenaga baterai yang menggunakan sumber panas untuk menghasilkan aerosol dari cairan. Aerosol yang dihasilkan oleh rokok elektrik dihirup ke dalam paru-paru sama halnya dengan rokok traditional.

Harm Reduction Journal memperkirakan ada 58,1 juta orang menggunakan produk vape pada tahun 2018 di seluruh dunia. 

Penelitian baru dalam jurnal The Journal of the American Dental Association menemukan hubungan antara penggunaan vape dan kesehatan gigi. Secara spesifik, orang yang menggunakan rokok elektrik memiliki risiko lebih tinggi terkena gigi berlubang daripada mereka yang tidak menggunakan rokok elektrik.

1. Hingga 79,1 persen berisiko tinggi sebabkan gigi berlubang

Vape Bisa Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang, Bagaimana Bisa?ilustrasi pengobatan gigi berlubang oleh dokter gigi (pexels.com/Evelina Zhu)

Untuk menilai hubungan antara penggunaan vape dan risiko gigi berlubang, tim peneliti mengumpulkan data dari orang-orang yang mengunjungi klinik gigi di Tufts University School of Dental Medicine dari 1 Januari 2019 hingga 1 Januari 2022. 

Tim peneliti membagi peserta yang memenuhi syarat menjadi tiga kelompok umur, yaitu 16–25 tahun, 26–40 tahun, 40 tahun lebih.

Dari total 13.098 peserta yang dilibatkan, sebanyak 91 partisipan dilaporkan menggunakan rokok elektrik, dan 13.007 dilaporkan tidak menggunakan rokok elektrik atau vape. Para peneliti menghitung tingkat risiko rongga peserta menggunakan perangkat lunak catatan pasien dengan kategori rendah, sedang, atau tinggi.

Di antara semua peserta yang melaporkan tidak menggunakan rokok elektrik, berikut temuannya:

  • Sebanyak 14,5 persen memiliki risiko gigi berlubang yang rendah.
  • Sebanyak 25,9 persen memiliki risiko sedang.
  • Sebanyak 59,7 persen berisiko tinggi.

Untuk kelompok yang melaporkan menggunakan rokok elektrik, ini temuannya:

  • Sebanyak 6,6 persen memiliki risiko gigi berlubang yang rendah.
  • Sebanyak 14,3 persen berada pada risiko sedang.
  • Sebanyak 79,1 persen berisiko tinggi.

2. Hubungan penggunaan vape dan gigi berlubang

Vape Bisa Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang, Bagaimana Bisa?ilustrasi vape (unsplash.com/VapeClubMY)

IDN Times menghubungi drg. Rizky Noor Adha, dokter gigi umum, untuk menjelaskan hubungan penggunaan vape dan gigi berlubang. Menurutnya, penggunaan vape dapat menyebabkan mulut menjadi kering

Mulut yang kering akan mengakibatkan saliva, yang berfungsi sebagai pembersih alami gigi, menjadi berkurang. Produksi saliva yang berkurang akhirnya menyebabkan kuman makin mudah berkembang dan meningkatkan risiko gigi berlubang. 

"Hasil dari bakteri itu adalah asam. Kita tahu, asam itu sifatnya korosif. Inilah yang menyebabkan gigi berlubang karena pengurangan produksi ludah akibat konsumsi vape," ucap drg. Rizky saat dihubungi IDN Times pada Rabu (30/11/2022). 

Baca Juga: 8 Masalah Gigi dan Mulut yang Disebabkan oleh Kebiasaan Merokok

3. Kandungan dalam vape yang berbahaya

Vape Bisa Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang, Bagaimana Bisa?ilustrasi rokok elektrik (unsplash.com/Vaporesso)

Selain nikotin, drg. Rizky mengatakan bahwa salah satu kandungan dalam vape yang dapat memberikan efek negatif adalah propilen glikol. Ini adalah cairan kental tidak berwarna yang sering digunakan dalam rokok elektrik.

Saat propilen glikol masuk ke dalam rongga mulut, ini dapat menyebabkan kerusakan email gigi. Email yang semakin menipis menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gigi berlubang.

"Untuk orang yang menggunakan vape secara aktif, disarankan untuk lebih sering membersihkan giginya karena lebih berisiko," ucap drg. Rizky. 

4. Bahaya gigi berlubang

Vape Bisa Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang, Bagaimana Bisa?ilustrasi karies atau gigi berlubang (freepik.com/prostooleh)

Jika kerusakan gigi sudah mengakibatkan gigi berlubang, ada risiko lebih besar untuk memerlukan perawatan gigi yang lebih ekstensif. Perawatan ini meliputi penambalan gigi, memasang mahkota, atau onlay gigi.

Dalam kasus yang lebih parah, gigi berlubang dapat menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan. Tidak hanya gigi berlubang, drg. Rizky juga mengatakan bahwa penggunaan vape dapat menyebabkan masalah mulut lain, seperti inflamasi pada gusi. 

5. Tips mencegah gigi berlubang

Vape Bisa Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang, Bagaimana Bisa?ilustrasi membersihkan gigi (unsplash.com/Diana Polekhina)

Untuk pengguna vape atau rokok elektrik secara aktif, drg. Rizky menyarankan untuk membersihkan dan melakukan kontrol gigi secara teratur. Menyikat gigi dapat dilakukan dua kali sehari, saat sesudah sarapan dan sebelum tidur.

Ia menekankan untuk melakukan kontrol gigi walaupun dirasa tidak ada masalah pada gigi. Kontrol gigi dianjurkan dilakukan setiap 6 bulan sekali. Ini akan secara signifikan menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang. 

"Intinya sakit atau tidak sakit, tetap kontrol. Itu fungsinya agar kesehatan gigi tetap terjaga dan gigi yang sudah berlubang tidak makin parah," jelas drg. Rizky. 

Penelitian telah membuktikan bahwa penggunaan vape dapat meningkatkan risiko gigi berlubang. Penggunaannya dapat menyebabkan mulut kering karena kandungan berbahaya yang dimilikinya. Yuk, cegah gigi berlubang dengan menjaga kebersihan mulut dan kontrol gigi secara rutin.

Baca Juga: Gigi Tidak Rapi Bisa Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya