Waspada Meningitis saat Umrah, Cegah dengan Vaksin

Pastikan untuk mendapatkan vaksin meningokokus

Intinya Sih...

  • Jemaah perlu vaksinasi sebelum umrah dan haji untuk mencegah penyakit.
  • Jumlah jemaah umrah dari Indonesia mencapai 1.368.616 pada tahun 2023, banyak yang memiliki penyakit komorbid.
  • Risiko meningitis dan influenza perlu diwaspadai selama ibadah haji dan umrah.

Di tengah persiapan yang semarak untuk perjalanan suci umrah, salah satu keharusan adalah mendapatkan vaksinasi tertentu sebelum berangkat. Ini menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah para peserta umrah dari beberapa penyakit. 

Mengingat pentingnya peran vaksin, Kalbe bersama anak usahanya, Kalventis, bekerja sama dengan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) mengadakan diskusi media bertajuk "Umrah Sehat, Aman, dan Nyaman melalui Vaksinasi" pada Rabu (8/5/2024) di Jakarta.

Acara ini menghadirkan beberapa narasumber untuk memberikan informasi terkait pentingnya vaksin untuk persiapan umrah maupun haji.

1. Mayoritas jemaah umrah Indonesia memiliki komorbid

Waspada Meningitis saat Umrah, Cegah dengan Vaksinilustrasi umat muslim melaksanakan umroh (pexels.com/Yasir Gürbüz)

Berdasarkan data Kementerian Agama RI, ada sebanyak 1.368.616 jemaah umrah dari Indonesia pada tahun 2023.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah orang dewasa dan lansia. Kebanyakan dari mereka memiliki penyakit komorbid, seperti riwayat penyakit jantung, asma, diabetes, hipertensi, dan penyakit kronis lainnya. 

Tak hanya itu, Naning Nugrahini, SKM, MKM, kepala KKP Kelas 1 Soekarno-Hatta, mengingatkan bahwa umrah dan haji merupakan jenis ibadah yang memerlukan aktivitas fisik yang banyak. 

"Pada saat berada di Tanah Suci, jemaah akan bertemu dengan orang-orang yang berasal dari berbagai negara di dunia yang mungkin juga mempunyai faktor risiko penyakit. Berdesak-desakan, berada pada kepadatan tinggi, iklim yang berbeda dan kadang ekstrem, kelelahan, yang menyebabkan risiko terjadinya gangguan kesehatan atau sakit berat," jelas Naning. 

Oleh karena itu, perilaku hidup bersih dan sehat serta persiapan yang matang sangat diperlukan agar tubuh terlindungi dari penyakit saat melakukan ibadah umrah atau haji.

2. Bahaya infeksi meningitis meningokokus

Waspada Meningitis saat Umrah, Cegah dengan Vaksinilustrasi ibadah umrah (pexels.com/Ali Karim)

Di sisi lain, Dr. dr. R. A. Setyo Handryastuti, SpA(K)., ahli neurologi anak, mengungkapkan bahwa terdapat dua kasus meningococcal meningitis yang dilaporkan di Riyadh pada bulan Januari 2023.

Sementara pada tahun 2022, terdapat total 12 kasus meningococcal meningitis yang dilaporkan di seluruh Arab Saudi.

Meningitis atau radang selaput otak merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penyakit meningokokus invasif (IMD). Gejala klinis spesifik dari penyakit ini termasuk sakit di kaki, dingin di tangan dan kaki, serta perubahan warna kulit abnormal, seperti pucat atau bintik-bintik.

Yang perlu dikhawatirkan, IMD bisa berkembang pesat dari gejala non spesifik dan sering kali sulit didiagnosis secara dini. Hal ini menyebabkan konsekuensi yang parah dan mengancam jiwa dalam waktu 15–24 jam.

"Gejala non spesifik terjadi dalam 4–12 jam, seperti demam, gelisah, gejala gastrointestinal, dan sakit tenggorokan. Dalam 12–15 jam, terjadi ruam hemoragik, nyeri leher, meningismus, fotofobia. Kondisi selanjutnya, pada 15–24 jam, terjadi kebingungan atau delirium, kejang, tidak sadarkan diri, hingga berisiko mengancam jiwa," jelas Dr. Setyo.

Baca Juga: 3 Vaksin Haji 2024 yang Diwajibkan Arab Saudi

3. Pentingnya vaksin influenza sebelum berangkat umrah

Waspada Meningitis saat Umrah, Cegah dengan Vaksinilustrasi diskusi media "Umrah Sehat, Aman, dan Nyaman melalui Vaksinasi" (IDN Times/Rifki Wuda Sudirman)

Selain terdapat risiko bahaya penyakit meningitis pada jemaah umrah, influenza juga perlu diwaspadai karena menjadi kuman infeksi saluran napas.

Disampaikan oleh Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.K.F.R, MARS, AIFO-K, ketua umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PP PERDOKHI), infeksi saluran napas menjadi salah satu penyebab kematian utama untuk jemaah Indonesia selama beberapa tahun terakhir. 

Studi di Arab Saudi menunjukkan sekitar 60 persen jemaah yang berkonsultasi di Klinik Primer Mina datang dengan keluhan infeksi saluran napas. Untuk jemaah yang dirawat inap di rumah sakit, hampir 40 persen disebabkan oleh pneumonia.

"Ketika flu menyerang orang dengan usia senior dan memiliki penyakit komorbid, dapat berisiko berat. ISPA dan pneumonia pun masih menjadi penyakit terbanyak yang ditemui pada jemaah haji Indonesia selama penyelenggaraan kesehatan haji di Arab Saudi pada tahun 2023," ungkap Dr. Syarief. 

Oleh karena itu, jemaah diharuskan mendapatkan vaksin influenza sebelum melakukan ibadah haji dan umrah.

Dengan memastikan mendapatkan vaksinasi sebelum pergi ke Tanah Suci, kamu tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan jemaah lainnya. Pastikan pula untuk memenuhi persiapan fisik lainnya sebelum melakukan menjalankan ibadah haji dan umrah.

Baca Juga: PAPDI Tambahkan PCV15 dalam Rekomendasi Vaksin Dewasa 

Topik:

  • Nurulia R F

Berita Terkini Lainnya