Comscore Tracker

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?

Apakah bisa dihilangkan dengan menurunkan berat badan?

Selulit adalah salah satu masalah yang banyak dihadapi perempuan. Menurut sebuah laporan dalam American Journal of Clinical Dermatology tahun 2015, 80-90 persen perempuan akan mengalami selulit dalam masa hidupnya.

Selulit adalah istilah untuk tekstur kulit yang tidak rata, seperti guratan yang berlekuk dan bergelombang. Ini adalah kondisi umum dan tidak berbahaya, meski kemunculannya bisa mengganggu kepercayaan diri.

Penyebab selulit adalah distribusi lemak yang tidak tepat, sehingga membuatnya terikat ke bawah jaringan kulit yang lebih dalam dan membuat permukaan kulit jadi tidak rata.

Karena merupakan kondisi umum, ada banyak informasi salah yang beredar di luar sana tentang penyebab, cara menghilangkan, atau hal lainnya seputar selulit. Agar tak lagi salah kaprah, yuk, kenali mitos kesehatan seputar selulit yang banyak dipercaya beserta penjelasan faktanya.

1. "Selulit disebabkan oleh penumpukan racun dalam tubuh"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Ilustrasi selulit di paha. unsplash.com/Monika Kozub

Ini cuma mitos!

Faktanya, selulit terjadi ketika timbunan lemak yang mendasarinya mulai menembus lapisan serat kolagen atau jaringan ikat di bawah kulit (sering kali di area bokong dan paha, tetapi bisa juga di lengan dan area tubuh lainnya).

Jaringan tersebut ini bisa melemah karena hormon, kurangnya olahraga dan tonus otot, kelebihan lemak, dan buruknya sirkulasi, seperti dijelaskan di Time.

2. "Krim atau losion pengencang kulit dapat mengatasi selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Tidak ada bukti bahwa krim pengencang kulit bisa mengatasi selulit. localguide.co

Sayangnya, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan krim atau losion dengan klaim tersebut dapat mengatasi selulit. Bahkan, pada beberapa kasus, produk-produk tersebut bisa menyebabkan reaksi kulit atau ruam.

Satu-satunya produk yang terbukti dalam studi klinis, seperti yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Dermatology tahun 2000, adalah yang mengandung retinol resep dokter. Penggunaannya dapat menebalkan kulit dari waktu ke waktu, yang mungkin dapat mengurangi tampilan selulit. Diperkirakan hasilnya baru bisa terlihat sekitar 30 hari setelah penggunaan.

3. "Orang yang sehat dan bugar tidak akan memiliki selulit" 

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Siapa pun bisa mempunyai selulit, tak peduli berat badannya. freepik.com/tirachardz

Faktanya, siapa pun bisa mengalami selulit. Ini karena tiap orang memiliki struktur tubuh dan lemak yang berbeda, sehingga cara menyimpan lemak pun juga berbeda.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan selulit, tetapi indeks massa tubuh bukan salah satunya. Hormon, genetik, struktur dan tekstur kulit, jenis kelamin, dan gaya hidup bisa berkontribusi dalam kemunculan selulit. Bahkan, atlet profesional pun bisa memilikinya, lo!

Mengenai perkiraan 80-90 persen perempuan mengalami selulit, seperti dijelaskan di laman PureWow, estrogen punya peran penting. Hormon tersebut menyebabkan kulit lebih tipis (dibanding laki-laki), sehingga selulit lebih mudah muncul.

Ditambah lagi, seiring bertambahnya usia perempuan, tubuh memproduksi lebih sedikit estrogen, yang mana dapat menyebabkan sirkulasi yang lebih buruk dan produksi kolagen menurun, bersamaan dengan kerusakan jaringan ikat yang lebih tua.

Baca Juga: 7 Penyebab Muncul Selulit, Berhubungan dengan Gaya Hidup

4. "Hanya perempuan yang punya selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?freepik.com/drobotdean

Perempuan memang lebih mungkin mengembangkan selulit, tetapi laki-laki pun bisa memilikinya, yaitu sekitar 10 persen.

Dukungan jaringan ikat laki-laki lebih banyak daripada perempuan, yang membuat mereka tidak rentan terhadap selulit. Perempuan memiliki jaringan ikat yang kurang mendukung, sehingga membawa lebih banyak lemak di sekitar area paha dan pinggul.

5. "Sedot lemak adalah cara efektif memerangi selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Ilustrasi sedot lemak. verywellhealth.com

Ini cuma mitos, karena sedot lemak atau liposuction bukanlah solusi untuk mengenyahkan selulit. Faktanya, prosedur kosmetik malah bisa membuat distribusi lemak lebih tidak merata, bisa membuat tampilan luar selulit memburuk.

Akan tetapi, prosedur seperti vakum non bedah yang dikenal sebagai endermologie telah terbukti dapat membantu. Dikatakan bahwa dibutuhkan sekitar 10 kunjungan untuk bisa menyamarkan selulit, dengan kisaran harga sekitar US$80-150 (sekitar Rp1.164.812-2.184.022). Cukup mahal, ya?

6. "Hanya orang tua yang terkena selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Ilustrasi selulit di paha. freepik.com/valuavitaly

Sementara selulit memang meningkat seiring usia bertambah, tetapi usia muda pun bisa mengalaminya. Jadi, tidak ada pengecualian usia. Genetika, hormon, dan susunan tubuh (tempat tubuhmu menyimpan lemak berlebih) menentukan pembentukan selulit.

Pada perempuan yang menua, tubuh memproduksi lebih sedikit estrogen, hormon yang dapat membantu menjaga pembuluh darah mengalir dengan lancar. Estrogen yang lebih sedikit dapat berarti sirkulasi yang lebih buruk, yang juga bisa berarti penurunan produksi kolagen dan kerusakan jaringan ikat yang lebih tua.

7. "Menurunkan berat badan dapat menghilangkan selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Ilustrasi olahraga. pexels.com/Karolina Grabowska

Sel lemak yang menggembung di bawah kulit di antara pita berserat itulah yang menyebabkan selulit. Jadi, secara teori, lebih sedikit sel lemak berarti lebih sedikit selulit.

Meski demikian, olahraga rutin untuk menurunkan berat badan tidak dapat menyembuhkan selulit, tetapi pada banyak kasus ini dapat membantu mencegah atau mengurangi tampilannya. 

Selulit muncul ketika serat ikat di bawah kulit menjadi lemah atau kehilangan elastisitasnya. Meregangkan dan memperkuat area tersebut (selain membakar lemak berlebih secara keseluruhan) dapat membantu. Mengencangkan otot-otot itu pada gilirannya akan mengencangkan kulit, memberi ilusi bahwa selulit tidak terlalu terlihat.

Rutinitas yoga yang menargetkan bokong dan paha dapat membantu, serta gerakan latihan kekuatan yang membangun otot dan meningkatkan sirkulasi.

8. "Merokok bisa memperburuk selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?pixabay.com/maxknoxvill

Ini adalah fakta! 

Asap rokok telah terbukti dapat mengurangi aliran darah dan melemahkan serta mengganggu pembentukan kolagen, memungkinkan jaringan ikat meregang dan rusak dengan lebih mudah dan lemak di bawahnya terlihat.

Selain itu, rokok juga berdampak buruk pada penampilanmu dalam banyak cara, seperti menyebabkan keriput, penuaan dini, membuat kulit kering dan kusam, belum lagi bisa mengundang banyak penyakit bahaya lainnya.

9. "Beberapa makanan bisa membantu melawan selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Ilustrasi pola makan sehat bergizi seimbang. pexels.com/Ba Tik

Ini tidak salah. Pola makan tidak hanya menentukan apakah kamu akan memiliki selulit atau tidak, tetapi pola makan bergizi seimbang, memperbanyak konsumsi makanan nabati, bisa mengurangi peradangan di seluruh tubuh dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

Selain itu, pastikan juga tubuh terhidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan. Ini dapat menjaga jaringan ikat kuat dan kenyal, bahkan bisa membantu penurunan berat badan.

10. "Tidak ada solusi permanen untuk mengatasi selulit"

10 Mitos dan Fakta mengenai Selulit, Benarkah Cuma Dialami Perempuan?Belum ada solusi jangka panjang untuk mengatasi selulit. pexels.com/Liza Summer

Ini juga masih merupakan fakta.

Sebetulnya para ilmuwan semakin gencar menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi sumber masalah selulit. Prosedur yang menjanjikan adalah operasi yang disebut Cellulaze, yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 2012.

Pada prosedur ini, laser optik akan melelehkan lemak, memecah jaringan ikat fibrosa, dan merangsang pertumbuhan pertumbuhan kolagen baru, semuanya melalui sayatan seukuran lubang jarum di kulit. Metode ini dianggap baik karena bekerja pada serat yang menarik ke bawah kulit dan pada gumpalan lemak yang keluar. 

Sebagai efek samping, mungkin pasien akan merasa sedikit nyeri setelahnya. Selain itu, harganya pun cukup mahal, yaitu US$3.500 (sekitar Rp50.962.625) per kaki, dan hasilnya hanya bisa bertahan sekitar 1-2 tahun.

Itulah beberapa mitos dan fakta mengenai selulit. Bila kamu tak nyaman dibuatnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter agar bisa merencanakan program untuk menyamarkannya. Jangan lagi percaya informasi yang salah, ya!

Baca Juga: 7 Penyebab Munculnya Stretch Mark yang Perlu Kamu Tahu

Puspa Senja Photo Verified Writer Puspa Senja

Pengagum ombak dan astrophile

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya