Comscore Tracker

Kenali Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Eddie Van Halen

Sang gitaris legendaris ini juga pernah alami kanker lidah

Edward Lodewijk Van Halen, atau yang kerap disapa Eddie Van Halen, penulis lagu sekaligus gitaris utama band Van Halen, meninggal dunia pada hari Selasa pagi waktu setempat (6/10/2020) di rumah sakit Saint John's Health Center, Santa Monica, Amerika Serikat (AS). Usianya 65 tahun.

Berdasarkan pemberitaan, dia telah lama berjuang melawan kanker tenggorokan. Kanker tenggorokan adalah tumor ganas yang menyerang tenggorokan atau pita suara. Sama dengan kanker jenis lainnya, kanker tenggorokan juga akan cepat menyebar jika tidak segera ditangani.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kanker tenggorokan, akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat memicu tumbuhnya kanker tenggorokan. Apa saja penyebabnya dan bagaimana gejala serta pencegahannya?

Riwayat kesehatan Eddie Van Halen

Melansir CNN, berita duka ini dikabarkan oleh anaknya, Wolfgang Van Halen, lewat unggahan di media sosial.

Sepanjang kariernya, Eddie diketahui memiliki sejumlah masalah kesehatan, termasuk masalah sendi kronis yang membuatnya harus menjalani operasi penggantian pinggul tahun 1999.

Dia pun harus menjalani operasi pengangkatan sebagian lidahnya pada tahun 2000 akibat kanker. Tahun 2002, dia sempat dinyatakan bebas dari kanker. 

Tahun 2012, Eddie menjalani operasi darurat akibat diverkulitis, yaitu kondisi saat kantung pada usus besar atau kolon mengalami peradangan atau infeksi.

Pada tahun 2019, dia dirawat di rumah sakit karena kanker tenggorokan yang dilaporkan dideritanya selama 5 tahun belakangan. Kondisinya dikabarkan menurun drastis dalam tempo 3 hari. TMZ melaporkan bahwa kanker yang dideritanya sudah menyebar ke otak.

Eddie lahir di Belanda dan dibesarkan di Pasadena, California, AS. Ibundanya yang merupakan keturunan Indonesia-Belanda, Eugenia van Beers berasal dari Rangkasbitung, Banten. Saat itu, sang ayah, Jan van Halen, bertemu Eugenia di Indonesia. Keduanya menikah dan Jan memboyong sang istri ke Amsterdam, Belanda.

1. Jenis kanker tenggorokan

Kenali Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Eddie Van Halenfreepik.com/freepik

Kanker tenggorokan termasuk ke dalam jenis kanker kepala dan leher. Kanker tenggorokan sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis, tergantung di mana kanker tumbuh di tenggorokan, dan tentu membutuhkan tes serta penanganan yang berbeda.

Melansir Mayo Clinic, kanker tenggorokan dibedakan menurut bagian tenggorokan tempat kanker berasal, yakni:

  • Kanker nasofaring: kanker dimulai pada bagian nasofaring atau bagian tenggorokan tepat di belakang hidung
  • Kanker orofaring: kanker dimulai pada bagian orofaring atau bagian tenggorokan tepat di belakang mulut yang mencakup amandel
  • Kanker hipofaring: dimulai pada bagian hipofaring (laringofaring) atau bagian bawah tenggorokan, tepat di atas esofagus dan tenggorokan
  • Kanker glotis: dimulai pada bagian pita suara
  • Kanker supraglotis: dimulai pada bagian atas laring dan termasuk kanker yang memengaruhi epiglotis, yaitu bagian tulang rawan yang menghalangi makanan masuk ke tenggorokan
  • Kanker subglotis: dimulai pada bagian bawah kotak suara, tepat di bawah pita suara

Baca Juga: 7 Fakta tentang Kanker Nasofaring yang Perlu Kamu Ketahui 

2. Gejala kanker tenggorokan yang harus diwaspadai

Kenali Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Eddie Van Halenfreepik.com/cookie_studio

Gejala yang ditimbulkan oleh kanker tenggorokan cukup bervariasi. Namun, menurut keterangan dari MedlinePlus, gejala kanker tenggorokan umumnya adalah:

  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
  • Terdapat benjolan di leher
  • Telinga terasa sakit dan sering berdenging
  • Kesulitan untuk menelan

Di laman yang sama, dituliskan juga bahwa untuk diagnosis kanker tenggorokan diperlukan pemeriksaan fisik dan riwayat lebih lanjut. Mungkin saja memerlukan tes lain, tergantung jenis kanker tenggorokan.

3. Apa yang menyebabkan seseorang terkena kanker tenggorokan?

Kenali Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Eddie Van Halenpixabay.com/klimkin

Awalnya, kanker adalah tumor jinak yang tak tumbuh menyebar. Namun, karena sering terpapar oleh pemicu kanker seperti zat kimia maupun radiasi, tumor akhirnya tumbuh menjadi ganas serta terus bermutasi dan menyebar.

Menurut American Cancer Society, beda jenis kanker, beda pula faktor risikonya. Selain itu, ada faktor risiko yang bisa diubah (misalnya kebiasaan merokok), ada pula yang tidak (misalnya usia atau riwayat kanker dalam keluarga).

Faktor risiko kanker tenggorokan antara lain:

  • Penggunaan tembakau dan alkohol
  • Nutrisi yang buruk
  • Infeksi human papillomavirus (HPV),
  • Orang dengan sindrom yang disebabkan oleh cacat gen yang diturunkan (mutasi)
  • Paparan jangka waktu lama dan intens terhadap debu kayu, asap, cat, dan bahan kimia lainnya

4. Bisakah kanker tenggorokan dicegah?

Kenali Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Eddie Van HalenPixabay

Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kanker tenggorokan.

Menurut sebuah studi berjudul "Study on prevalence of throat cancer and its association with various risk factors" yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Zoology Studies tahun 2017, kanker tenggorokan umum terjadi pada usia lanjut dan paling sering dialami oleh orang-orang yang merokok dan minum minuman beralkohol.

Maka dari itu, menghindari alkohol dan rokok akan menjadi tonggak penting untuk mengurangi kejadian kanker tenggorokan dan kematian terkait.

Selain itu, bagi seseorang yang bekerja dengan terpapar langsung bahan kimia, perlu menggunakan perlengkapan keamanan dan kesehatan yang lengkap di tempat kerja serta memastikan kondisi ventilasi yang memadai.

American Cancer Society merekomendasikan untuk mengikuti pola makan sehat yang mencakup banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dan yang membatasi atau menghindari daging merah dan olahan, minuman manis, dan makanan olahan.

Secara umum, makan makanan yang sehat jauh lebih baik daripada menambahkan suplemen vitamin pada pola makan yang tidak sehat.

5. Pengobatan kanker tenggorokan

Kenali Kanker Tenggorokan, Penyakit yang Diderita Eddie Van Halenpixabay.com/Parentingupstream

Sama seperti kanker jenis lainnya, kanker tenggorokan memiliki pengobatan yang didasarkan pada pertimbangan sesuai jenis atau stadium kanker yang diderita.

Menurut American Cancer Society, pilihan pengobatan untuk kanker tenggorokan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Stadium 0 (karsinoma in situ): pengobatan yang biasa dilakukan adalah pembedahan (biasanya pembedahan Mohs, pengupasan pembedahan, atau reseksi tipis). Karsinoma in situ yang terus muncul kembali setelah operasi mungkin perlu diobati dengan terapi radiasi.
  • Stadium I dan II: kebanyakan pasien dengan kanker rongga mulut stadium I atau II dapat sembuh dengan baik bila dirawat dengan pembedahan dan/atau terapi radiasi. Kemoterapi yang diberikan bersamaan dengan radiasi (disebut kemoradiasi) adalah pilihan lain.
  • Stadium III dan IVA: mengobati terlebih dahulu dengan pembedahan untuk mengangkat kanker dan kelenjar getah bening leher. Ini sering diikuti dengan radiasi atau kemoradiasi untuk menurunkan kemungkinan kambuhnya kanker.

Melakukan pengobatan kanker tenggorokan tentu butuh dana yang tidak sedikit. Menerapkan perilaku sehat seperti tidak merokok, makan dengan baik, olahraga secara teratur, dan menjaga berat badan yang sehat bisa membantu kita untuk mencegah kanker dan bisa dimulai hari ini juga.

Selamat jalan, Eddie...

Baca Juga: Wajib Tahu, 5 Jenis Kanker yang Mengintai Para Perokok Aktif

Ridha Tiara Motik Photo Writer Ridha Tiara Motik

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya