Comscore Tracker

Salicylic Acid vc Benzoyl Peroxide, Mana Lebih Ampuh untuk Jerawat?

Bahan aktif yang sering digunakan untuk membasmi jerawat

Salicylic acid atau asam salisilat dan benzoyl peroxide atau benzoil peroksida adalah dua bahan untuk melawan jerawat yang populer. Keduanya membantu menghilangkan jerawat ringan dan mencegahnya muncul kembali. Kedua bahan tersebut juga sering ditemukan dalam obat atau salep untuk mengatasi jerawat.

Baik asam salisilat maupun benzoil peroksida juga berkontribusi dalam menghilangkan sel kulit mati, yang dapat menyumbat pori-pori yang kemudian memicu jerawat. Meski begitu, banyak yang bertanya-tanya mana antara keduanya yang lebih ampuh. Ingin tahu jawabannya? Dirangkum dari Healthline dan American Academy of Pediatrics, simak terus penjelasannya di bawah ini, ya!

1. Asam salisilat bagus untuk mengatasi komedo, sedangkan sedangkan benzoil peroksida paling efektif untuk melawan jerawat

Salicylic Acid vc Benzoyl Peroxide, Mana Lebih Ampuh untuk Jerawat?ilustrasi produk skincare untuk jerawat (unsplash.com/Poko Skincare)

Asam salisilat bekerja paling baik untuk komedo dan komedo putih. Bila digunakan secara teratur, bahan ini juga dapat mencegah pembentukan komedo di kemudian hari.

Asam salisilat juga biasa dikenal sebagai beta hydroxy acid (BHA) yang bisa dibilang cukup lembut untuk kulit yang berjerawat jika dibandingkan dengan jenis acid lain. Bahan ini mengeksfoliasi kulit dengan masuk ke dalam kulit untuk meregenasi sel-sel kulit baru. 

Sementara itu, menurut American Academy of Pediatrics, benzoil peroksida adalah bahan untuk melawan jerawat paling efektif yang tersedia tanpa resep. Ini bekerja paling baik pada jerawat merah berisi nanah (pustula).

Benzoil peroksida sebetulnya adalah bahan kimia yang cukup keras yang dapat memutihkan pakaian. Karena kandungannya yang keras, bahan ini juga tidak disarankan untuk digunakan dengan konsentrasi lebih dari 10 persen.

Benzoil peroksida bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab jerawat untuk menghilangkan jerawat yang sudah ada dan mencegah jerawat yang baru muncul. Selain itu, bahan ini juga membantu menghilangkan minyak berlebih dan sel kulit mati. 

2. Keduanya sama-sama dapat menyebabkan kulit menjadi kering

Salicylic Acid vc Benzoyl Peroxide, Mana Lebih Ampuh untuk Jerawat?ilustrasi produk skincare (pexels.com/Jill Burrow)

Kedua produk tersebut dianggap aman secara keseluruhan. Mereka juga dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan. Akan tetapi, asam salisilat tidak boleh digunakan oleh seseorang yang alergi terhadap aspirin.

Kedua bahan tersebut sama-sama dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi pada kulit saat pertama kali digunakan. Reaksi alergi jarang terjadi, tetapi itu mungkin. Lakukan tes di bagian kulit yang paling aman dari reaksi terhadap iritasi. Meski begitu, perhatian medis darurat diperlukan saat adanya tanda-tanda pembengkakan ekstrem atau kesulitan bernapas.

Baca Juga: 9 Cara Mudah Hilangkan Komedo yang Membandel, Ampuh Bikin Wajah Bersih

3. Asam salisilat lebih minim iritasi dibanding benzoil peroksida

Salicylic Acid vc Benzoyl Peroxide, Mana Lebih Ampuh untuk Jerawat?ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/@ron-lach)

Asam salisilat dapat membersihkan sebum dengan menarik kelebihan minyak di area pori-pori wajah. Bagi pemilik jenis kulit kering, mungkin diperlukan sedikit penyesuaian agar tidak membuat wajah semakin kering. Beberapa efek samping mungkin terjadi saat kamu menggunakannya untuk pertama kali, seperti:

  • Gatal-gatal
  • Kulit mengelupas
  • Ada sensasi menyengat atau kesemutan

Sementara itu, benzoil peroksida mungkin tidak aman untuk kulit sensitif. Ini membuat wajah lebih kering jika dibandingkan dengan cara kerja asam salisilat, sehingga dapat menyebabkan iritasi yang lebih parah. Oleh karena itu, penggunaan bahan aktif ini mungkin kurang cocok bagi jenis kulit kering dan sensitif, terlebih untuk kamu yang mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Eksem
  • Dermatitis seboroik
  • Psoriasis

Konsultasikan dengan dokter spesialis kulit jika kamu mengalami hal-hal di atas. Selain itu, bahan ini juga dapat menodai rambut dan pakaian, jadi gunakan dengan hati-hati dan cuci tangan sampai bersih setelah digunakan.

4. Jangan digunakan pada setiap rangkaian perawatan kulit

Salicylic Acid vc Benzoyl Peroxide, Mana Lebih Ampuh untuk Jerawat?ilustrasi perawatan kulit (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Baik produk berbasis asam salisilat atau benzoil peroksida tidak disarankan untuk digunakan dalam setiap tahapan rangkaian produk perawatan kulit. Jika kamu sudah menggunakannya dalam bentuk sabun pencuci wajah, maka jangan gunakan toner yang mengandung bahan yang sama. Karena, ini dapat menyebabkan kondisi kulit yang makin kering dan akan menimbulkan kemungkinan iritasi yang lebih parah. 

Gunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari pada pagi dan siang hari. Kedua bahan asam ini tidak sensitif terhadap sinar matahari seperti yang dialami saat menggunakan retinoid dan asam alfa-hidroksi. Paparan sinar matahari dapat memperburuk jerawat. Dalam kondisi yang lebih parah, ini juga dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan terbentuknya jaringan parut. 

5. Sesuaikan dengan kondisi kulit untuk mencegah iritasi dan mendapatkan hasil yang maksimal

Salicylic Acid vc Benzoyl Peroxide, Mana Lebih Ampuh untuk Jerawat?ilustrasi penggunaan skincare (pexels.com/@karolina-grabowska)

Ada beberapa indikator untuk melihat bahan mana yang lebih kamu butuhkan, di antaranya:

  • Jenis jerawat. Asam salisilat lebih efektif untuk komedo dan komedo putih, sedangkan benzoil peroksida bekerja dengan baik untuk pustula ringan.
  • Tingkat keparahan jerawat. Kedua bahan tersebut ditujukan untuk jerawat ringan dan bisa makan waktu beberapa minggu untuk mendapatkan efek maksimal. Benzoil peroksida, bagaimanapun, mungkin menunjukkan beberapa manfaat sebagai pengobatan darurat.
  • Tingkat aktivitas. Jika kamu aktif pada siang hari, keringat dapat mentransfer benzoil peroksida ke atribut yang kamu pakai dan menodainya. Ada baiknya produk ini hanya digunakan pada malam hari. Atau, kamu bisa pakai asam salisilat sebagai gantinya.
  • Kesehatan kulit secara keseluruhan. Asam salisilat lebih ringan dan mungkin tidak memperburuk kondisi kulit sensitif seperti halnya benzoil peroksida.
  • Riwayat medis tertentu. Meskipun kedua bahan tersebut tersedia tanpa resep, ini tidak berarti keduanya aman untuk semua orang. Periksa kembali dengan dokter jika kamu memiliki riwayat tertentu terkait kondisi kulit. Kamu juga harus berbicara dengan dokter jika memiliki penyakit ginjal, diabetes, atau penyakit hati.

6. Gunakan takaran yang benar agar hasilnya maksimal

Salicylic Acid vc Benzoyl Peroxide, Mana Lebih Ampuh untuk Jerawat?ilustrasi serum dengan kandungan acid (pexels.com/KoolShooters)

Dosis topikal untuk krim, pencuci, astringen, dan produk yang dijual bebas lainnya biasanya mengandung konsentrasi antara 0,5 dan 5 persen asam salisilat. Asam salisilat dapat digunakan pada pagi dan malam hari. Karena sangat lembut, asam salisilat juga dapat diterapkan sebagai perawatan spot pada tengah hari.

Sementara untuk produk dengan kandungan benzoil peroksida, pilihlah takaran dengan konsentrasi 2,5 persen terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi pada kulit atau iritasi. Setelah merasa aman, maka kamu dapat menaikkan tingkat konsentrasi ke 5 persen setelah melihat hasilnya minimal selama enam minggu. Bila kamu tidak melihat hasil setelah enam minggu, makan kamu bisa mencoba menaikkan ke konsentrasi 10 persen.

Untuk bahan aktif benzoil peroksida sendiri dapat digunakan hingga dua kali sehari. Setelah membersihkan wajah dengan produk facial wash yang dilanjutkan dengan mengaplikasikan toner, oleskan produk dalam lapisan tipis di sekitar seluruh area kulit yang terkena. Biarkan produk mengering selama beberapa detik sebelum mengoleskan pelembap.

Jika kamu baru pertama kali menggunakan benzoil peroksida, mulailah dengan menggunakannya satu kalau dalam sehari. Secara bertahap, tingkatkan hingga aplikasi pada pagi dan malam hari. Kalau kamu menggunakan produk retinoid atau retinol pada malam hari, oleskan benzoil peroksida hanya pada pagi hari. Ini akan mencegah iritasi dan efek samping lainnya.

Jadi, untuk menentukan mana yang lebih ampuh antara asam salisilat dan benzoil peroksida, sebetulnya harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit. Hindari menggunakan keduanya secara bersamaan untuk mencegah iritasi kulit. Hasil yang maksimal mungkin butuh waktu dengan penggunaan yang rutin dan teratur. Bila jerawat tak kunjung membaik atau malah memburuk setelah penggunaan, sebaiknya periksakan ke dokter spesialis kulit atau dermatolog, ya.

 

 

Baca Juga: Gak Sembarangan, Ini 4 Cara Aman dan Mudah Memecahkan Jerawat di Rumah

Nurul Zahara Photo Verified Writer Nurul Zahara

Hanya mencoba menguraikan isi kepala.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya