Comscore Tracker

Masturbasi Bikin Kamu Gampang Sakit? Ini Kebenarannya!

Apa hubungannya masturbasi dengan sistem imun?

Antara kita saja, berapa kali kamu masturbasi dalam sehari? Lebih dari sekali? Tidak apa-apa. Masturbasi sendiri merupakan aktivitas biologis yang normal dan punya manfaat bila dilakukan dengan bijak.

Penelitian di Amerika Serikat (AS) yang dimuat dalam jurnal Sexuality & Culture tahun 2019 mengatakan bahwa masturbasi memiliki manfaat kesehatan pada perempuan maupun laki-laki, seperti:

  • Menghilangkan stres
  • Memperbaiki mood
  • Painkiller alami
  • Meredakan kram perut saat menstruasi

Akan tetapi, tetap saja bagi banyak orang, masturbasi atau onani dianggap tabu. Ada pula yang mengatakan kalau aktivitas seksual ini bisa memengaruhi sistem imun, membuatnya menurun. Dari segi medis, benarkah faktanya demikian?

1. Efek masturbasi terhadap sistem imun

Masturbasi Bikin Kamu Gampang Sakit? Ini Kebenarannya!ilustrasi masturbasi (unsplash.com/Dainis Graveris)

Sebuah studi di Jerman berjudul "Effects of sexual arousal on lymphocyte subset circulation and cytokine production in man" dalam jurnal Neuroimmunomodulation tahun 2004 melibatkan 11 relawan laki-laki untuk masturbasi hingga orgasme. Para peneliti mengambil sampel darah saat masturbasi dan saat tak ada aktivitas seksual untuk melihat penanda imun dalam darah seperti:

  • Leukosit
  • Limfosit
  • Interleukin 6 (IL-6) yang diinduksi lipopolisakarida (LPS)
  • Faktor nekrosis tumor alfa (TNF-α)

Pengukuran dilakukan selama tak ada aktivitas seksual, sebelum orgasme, serta 5 dan 45 menit setelah orgasme. Hasilnya, masturbasi secara sementara dapat meningkatkan komponen imun bawaan, yaitu leukosit dan sel pembunuh alami (NK), untuk melawan sel tumor kanker dan sel yang terinfeksi virus.

2. Ahli: jangan telan mentah-mentah studi tersebut

Masturbasi Bikin Kamu Gampang Sakit? Ini Kebenarannya!ilustrasi sistem imun tubuh (chiroeco.com)

Studi di Jerman tersebut telah banyak dikutip untuk mendukung manfaat kesehatan dari masturbasi. Namun, dilansir Medical News Today, para ahli meminta masyarakat untuk tidak main percaya begitu saja. Profesor Kesehatan Masyarakat di New Mexico State University, AS, Dr. Jagdish Khubchandani, memberikan tiga alasan, yaitu:

  • Sampel dengan jumlah 11 orang terlalu sedikit untuk menjadi bukti manfaat masturbasi
  • Tidak ada uji coba lanjutan pada para peserta
  • Para peserta dinilai sehat, sehingga memunculkan bias 

"Kemudian, kekhawatiran terbesar adalah bahwa peningkatan penanda imun secara sementara. Hal ini tidak dapat menjamin peningkatan imun dalam jangka panjang atau perlindungan dari penyakit," ujar Jagdish.

Baca Juga: Apakah Kamu Keseringan Masturbasi? Cari Tahu Jawabannya di Sini

3. Masturbasi bisa cegah kanker prostat?

Masturbasi Bikin Kamu Gampang Sakit? Ini Kebenarannya!ilustrasi penis (pixabay.com/derneuemann)

Sebuah studi di AS yang diterbitkan dalam jurnal European Urology tahun 2016 melibatkan 31.925 peserta laki-laki yang menjawab pertanyaan tentang frekuensi masturbasi selama 18 tahun. Tujuannya adalah untuk melihat hubungan masturbasi dengan risiko kanker prostat.

Para peneliti menemukan kalau memang aktivitas masturbasi hingga ejakulasi yang lebih sering berarti risiko kanker prostat yang lebih rendah. Namun, penelitian ini punya kekurangan, yaitu data yang tidak akurat dan tidak lengkap, serta penelitian tentang aktivitas seksual dan kanker prostat tidak konsisten.

4. Riset manfaat masturbasi terhadap kesehatan perempuan masih amat minim

Masturbasi Bikin Kamu Gampang Sakit? Ini Kebenarannya!illustrasi masturbasi pada perempuan (unsplash.com/Dainis Graveris)

Masalah lainnya adalah jarangnya penelitian masturbasi terhadap kesehatan perempuan.  Salah satu penelitian di AS yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine tahun 2014 adalah salah satu yang meneliti koneksi masturbasi dan tingkat depresi yang memengaruhi respons imun para perempuan.

Hasilnya, peserta perempuan dengan tingkat depresi tinggi menghasilkan respons imun yang rendah. Namun, hasil ini tidak mengaitkan frekuensi masturbasi dengan penanda imun. Selain itu, hal-hal mengenai potensi hubungan depresi, aktivitas seksual (masturbasi), dan imun perempuan pun tetap abu-abu.

5. Kesimpulan: masturbasi memiliki manfaat, tetapi bukan untuk sistem imun

Masturbasi Bikin Kamu Gampang Sakit? Ini Kebenarannya!ilustrasi pria masturbasi (pexels.com/Emma Filer)

Dikarenakan data yang terbatas baik pada laki-laki maupun perempuan, masturbasi memang dikatakan dapat meningkatkan aktivitas kekebalan. Spesialis kesehatan laki-laki dan holistik, Dr. Jerry Bailey, mengatakan bahwa peningkatan gairah dan hormon saat orgasme dapat meningkatkan sel imun dan hormon.

“Peningkatan keadaan gairah dan pelepasan hormon selama dan setelah orgasme meningkatkan sel-sel kekebalan dan hormon. Efek tersebut bisa bertahan hingga 24 jam setelah orgasme. Akan tetapi, manfaat terbesar dirasakan 60 menit setelah orgasme," kata Jerry.

Masturbasi Bikin Kamu Gampang Sakit? Ini Kebenarannya!ilustrasi masturbasi (unsplash.com/Deon Black)

Jadi, apakah benar masturbasi dapat mencegah infeksi virus? Meskipun tampaknya potensial, tetapi aktivitas seksual ini nyatanya tidak memiliki pengaruh yang cukup kuat pada sistem imun untuk mencegah invasi patogen.

“Masturbasi bukan untuk mengembangkan imunitas jangka panjang atau berkelanjutan,” Jagdish menekankan.

Akan tetapi, perlu diakui, onani dapat membawa manfaat lain seperti meningkatkan kualitas tidur, menghilangkan stres, dan meningkatkan mood. Kuncinya? Mengontrolnya agar tidak dilakukan secara berlebihan!

Itulah fakta mengenai hubungan antara masturbasi dan sistem imun. Bila ingin daya tahan tubuh optimal, yang perlu dilakukan adalah menjaga pola makan sehat bergizi seimbang, rutin olahraga, tidur cukup, serta mampu mengelola stres dengan baik.

Baca Juga: 7 Cara Aman Atasi Horny Tiba-tiba di Tempat Umum Biar Gak Sampai Onani

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya