Comscore Tracker

Dendrofilia, Fetish Ekstrem Bikin Pengidapnya Jatuh Cinta sama Pohon  

Aneh tapi nyata!

Beberapa waktu lalu jagat dunia maya dihebohkan dengan fetish seksual dengan kain jarik. Sebetulnya fetish ada beragam rupa. Salah satu di antaranya adalah dendrofilia atau arborfilia, alias jatuh cinta dengan pohon.

Orang-orang dengan fetish dendrofilia memiliki ketertarikan seksual atau merasa terangsang oleh pohon. Seseorang dengan kondisi ini bukan berarti ingin berhubungan secara fisik dengan pohon, melainkan cenderung bersemangat atau menikmati hubungan seks di hutan atau dekat dengan pohon.

1. Apakah dendrofilia pada dasarnya bersifat seksual?

Dendrofilia, Fetish Ekstrem Bikin Pengidapnya Jatuh Cinta sama Pohon  Pexels.com/Sebastian Voortman

Dilansir Healthline, beberapa penderita dendrofilia tertarik pada pohon dengan cara yang penuh gairah, tetapi bersifat platonis (cinta tapi enggan memiliki). Tidak jarang istilah “pemeluk pohon” sering disematkan pada orang-orang dengan dendrofilia.

Selain itu, orang dengan dendrofilia mungkin merasakan sensasi terhibur dan tetap terkoneksi dengan alam (pohon) serta adanya keinginan untuk merawatnya.

Mark Griffiths, PhD, seorang profesor Universitas Nottingham Trent di Inggris, melalui blog pribadinya mengemukakan beberapa budaya kuno yang percaya akan pohon merupakan simbol kesuburan.

Dalam praktik ritual sek budaya kuno, penduduk melakukan aktivitas seksual seperti masturbasi dengan pohon (meskipun bukan sebagai objek seksual). Sementara lainnya ada yang melakukan kontak fisik dengan pohon atau dedaunan.

2. Apakah dendrofilia mengacu pada semua pohon atau jenis tertentu saja?

Dendrofilia, Fetish Ekstrem Bikin Pengidapnya Jatuh Cinta sama Pohon  unsplash.com/Allef Vinicius

Beberapa kasus dendrofilia mengembangkan rasa hormat atau cinta tulus terhadap pohon dan keinginan untuk melindungi serta merawatnya. Sementara lainnya mungkin merasa terangsang atau mengalami ketertarikan seksual dengan pohon.

Dalam beberapa kepercayaan tertentu, pohon dijadikan simbol rangsangan seksual yang terlihat mirip lingga (menyerupai alat kelamin laki-laki) serta dapat membangkitkan gairah.

Terkait apakah dendrofilia mengacu pada semua pohon atau jenis tertentu saja, tampaknya kondisi ini belum jelas terekspos di pemberitaan. Saat ini belum ada laporan kasus atau studi yang secara spesifik menyoroti perihal dendrofilia dan manifestasinya.

Diperkirakan preferensi setiap orang dengan fetish ini mungkin berbeda-beda sesuai pengalaman pribadi masing-masing.

Baca Juga: Selain Kain Jarik, Ini 46 Jenis Fetish yang Jarang Diketahui

3. Kasus dendrofilia tidak umum terjadi, tetapi kondisi ini memang ada

Dendrofilia, Fetish Ekstrem Bikin Pengidapnya Jatuh Cinta sama Pohon  pexels.com/Vlad Roman

Diperlukan studi lebih dalam yang membahas dendrofilia. Kemungkinan besar pengidapnya pun tidak secara terbuka membicarakan kondisi yang dialaminya, kecuali pada orang yang sama-sama memiliki dendrofilia.

Dalam sebuah artikel di The Planthunter, penulisnya menuangkan gagasan terkait rasa ketertarikan yang berubah-ubah pada pohon. Beberapa orang menemukan kesenangan dengan berada di alam terbuka seperti jalan-jalan atau hiking.

Sementara, beberapa memiliki preferensi seksual terhadap pohon atau dedaunan yang terlibat dengan beberapa cara berbeda. Hal tersebut terkadang membuat pengidapnya mungkin melakukan penyimpangan seksual dengan “memasukkan daun” dan menggunakannya sesuai keinginan.

4. Dendrofilia dalam studi dan pemberitaan 

Dendrofilia, Fetish Ekstrem Bikin Pengidapnya Jatuh Cinta sama Pohon  pexels.com/Tom Verdoot

Sampai saat ini, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk menyoroti kasus dendrofilia secara spesifik. Meskipun demikian, seperti pernah diberitakan dalam The Daily Telegraph cukup menarik perhatian. Ada berita bahwa seorang laki-laki di Skotlandia ditangkap oleh pihak berwajib dan dilarang untuk menginjakkan kaki ke taman kota karena dia ketahuan berhubungan seks dengan pohon.

Penting untuk dicatat bahwa tindakan laki-laki tersebut mungkin bukan contoh perilaku dendrofilia yang sebenarnya. Di samping itu, tindakan laki-laki itu mungkin merupakan jenis parafilia (ketertarikan seksual pada hal-hal yang tidak biasa atau tabu) lain. Pohon seolah menjadi bagian dari skema, bukan daya tarik utama.

5. Terapis spesialis, khususnya dalam bidang seksualitas, bisa membantu mengatasi dendrofilia

Dendrofilia, Fetish Ekstrem Bikin Pengidapnya Jatuh Cinta sama Pohon  pexels.com/Elizaveta Dushechkina

Dendrofilia dianggap sebagai kelainan atau abnormal oleh kebanyakan orang. Dampak dari fetish tersebut mungkin akan memengaruhi kehidupan orang-orang dengan kondisi tersebut, baik dari segi pekerjaan, hubungan asmara, serta kehidupan sosial lainnya.

Tentu, dampak panjangnya tidak baik bagi kehidupan, sehingga perlu upaya untuk meminimalkan pengaruh kondisi tersebut, atau bahkan jika memungkinkan mengobatinya.

Melalui terapis terlatih, khususnya di bidang seksualitas, dapat dijadikan opsi untuk membantu meredam perilaku dendrofilia.

Dilansir Psychology Wikia, secara harfiah dendrofilia berarti cinta pohon. Istilah ini terkadang merujuk pada parafilia, di mana orang-orang tertarik secara seksual atau terangsang oleh pohon. Kondisi ini mungkin melibatkan kontak seksual atau pemujaan sebagai simbol penis atau bisa jadi keduanya.

Mungkin bagi orang awam fetish ini tidak masuk akal. Namun, kondisi ini memang nyata, meski prevalensinya belum diketahui pasti. Selain itu, perlu penelitian lebih dalam untuk mengetahui seluk-beluk dendrofilia dari kacamata medis.

Itulah fakta mengenai dendrofilia, ragam fetish seks yang bisa membuat seseorang jatuh cinta dengan pohon. Fetish sendiri tidak selalu merupakan penyimpangan. Normal atau tidaknya tergantung intensitas dan tingkatnya dan apakah perilakunya merugikan orang lain atau tidak.

Baca Juga: Heboh Fetish Jarik, Ini Tanda-tanda Kamu Mengalami Pelecehan Seksual

Indriyani Photo Verified Writer Indriyani

Business inquiries: indriyaniann124@gmail.com

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya