Comscore Tracker

Mengenal Lebih Dalam Tentang Selaput Dara, Tanda Keperawanan?

Ketahui fakta sebenarnya, jangan cuma percaya katanya

Katanya, setiap perempuan dilahirkan dengan selaput dara. Terus, selaput dara cuma bisa rusak melalui penetrasi. Mitosnya lagi, selaput dara bisa jadi tanda virginitas seorang perempuan. 

Mitos dan segala 'katanya-katanya' ini jadi selentingan terkenal tentang selaput dara. Daripada tebak-tebakan, mending mengenal lebih dalam tentang selaput dara dari ulasan ini, yuk!

Apa itu selaput dara?

Dilansir Cleveland Clinic, selaput dara merupakan jaringan tipis di pembukaan vagina. Bagian tubuh ini terbentuk dari fragmen jaringan yang tersisa saat perkembangan janin. 

Uniknya, bentuk selaput dara berbeda-beda setiap individu. Gak cuma itu, ketebalan selaput dara pun dapat berubah seiring waktu. Saat bayi, kebanyakan selaput dara berupa jaringan berbentuk cincin yang mengelilingi lubang vagina. Setelah dewasa, selaput dara berubah, hanya menutupi bagian bawah vagina.

Dalam kasus yang jarang terjadi, ada juga bentuk selaput dara yang menutupi seluruh lubang vagina. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah dengan menstruasi.

Fungsi selaput dara

Mengenal Lebih Dalam Tentang Selaput Dara, Tanda Keperawanan?ilustrasi vagina (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Jangan dibayangkan selaput dara sebagai segel, lho! Faktanya, bagian dari vagina ini gak memiliki fungsi khusus dalam tubuh atau sistem reproduksi lainnya. 

Beberapa peneliti berpikir, selaput dara mungkin ada hubungannya dengan menjaga bakteri. Selain itu, ada pendapat yang menganggap bahwa hymen bisa menjaga bagian di dalam vagina keluar.

Letak dan tampilan selaput dara

Bagi perempuan yang memilikinya, selaput dara dapat dideteksi. Biasanya terletak dalam 0,8 inci, atau 1–2 sentimeter dari lubang vagina. Secara gak langsung, ini menciptakan batas parsial antara organ genital eksternal dan internal, melansir Flo.

Selaput dara umumnya memiliki warna yang sama dengan kulit di sekitar vagina, berwarna seperti daging. Bentuknya gak menutupi lubang vagina secara menyeluruh. Wujudnya lebih mudah diamati pada bayi, karena belum mengalami peluruhan saat haid.

Bentuk selaput dara yang stretch mungkin terlihat seperti sepotong kecil jaringan yang terdorong ke samping. Meski demikian, kondisi ini sulit dilihat serta gak bisa dirasakan jika disentuh dengan jari. Dalam beberapa kasus, sobekan hymen menyatu kembali ke lubang vagina.

Baca Juga: 5 Cara Membersihkan Vagina Setelah Bercinta, Wajib Dilakukan

Bentuk selaput dara

Mengenal Lebih Dalam Tentang Selaput Dara, Tanda Keperawanan?ilustrasi jenisnya beragam (pexels.com/Deon Black)

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ada berbagai bentuk selaput dara. Wujudnya pun bisa berubah seiring perkembangan tubuh. Faktor lain yang memengaruhi adalah gaya hidup, misalnya menggunakan tampon, seks penetrasi, dan lain sebagainya.

Berikut ini bentuk selaput dara yang paling sering dijumpai:

  • Annular atau bulan sabit: Dianggap sebagai bentuk khas selaput dara. Umumnya, selaput dara berbentuk mengelilingi lubang vagina saat lahir seperti donat (selaput dara annular). Namun, berubah menjadi bentuk bulan sabit seiring pertumbuhan
  • Selaput dara cribriform: Merupakan jenis selaput dara yang memiliki banyak lubang kecil. Meski mungkin dapat mengalami menstruasi melalui lubang tersebut, bukan berarti bisa memasukkan tampon dengan mudah
  • Selaput dara imperforate: Ini merupakan kondisi ketika selaput dara benar-benar menutupi lubang vagina. Kondisi langka ini terjadi pada 1 dari 1.000 anak perempuan. Ini berarti darah gak bisa keluar dari vagina selama menstruasi dan akan kembali ke dalam vagina yang menyebabkan rasa sakit
  • Selaput dara microperforate: Bentuk selaput dara ini menutupi seluruh lubang vagina, tetapi menyisakan lubang kecil. Darah haid dapat mengalir keluar dari lubang kecil itu, tetapi individu dengan hymen microperforate mungkin mengalami kesulitan memasukkan atau mengeluarkan tampon
  • Selaput dara bersepta: Selaput dara memiliki jaringan ekstra yang membuatnya tampak seperti dua. Jika dilihat, vagina seolah berada di belakang dua potong jaringan. Orang dengan selaput dara bersepta akan mengalami masalah saat memasukkan atau melepas tampon.

Pada kondisi tertentu dan dianggap sebagai gangguan, selaput dara mungkin perlu mendapatkan tindakan medis. Di antaranya, pengangkatan bagian ekstra dari hymen yang memungkinkan darah haid mengalir lebih lancar atau gak kesulitan memakai tampon.

Selaput darah dan keperawanan

Mengenal Lebih Dalam Tentang Selaput Dara, Tanda Keperawanan?ilustrasi vagina (Unsplash.com/Timothy Meinberg)

Selaput dara sering dikaitkan dengan keperawanan perempuan. Padahal selaput dara bersifat lembut dan elastis. Bagian tubuh ini mungkin berubah bentuk, melentur, atau gak ada sama sekali. 

Gak ada kaitannya bentuk selaput dara sempurna dengan keperawanan. Sebab, beberapa orang mungkin memang terlahir bukan dengan bentuk selaput dara yang demikian. Bahkan gak sedikit pula yang lahir tanpa hymen.

American College of Obstetricians and Gynecologist memberikan pernyataan pada 2019. Mereka menyebut bahwa gak ada panduan untuk mengobservasi keperawanan perempuan. Sebab, siapa pun gak bisa menentukan seorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seks atau belum hanya dengan melihat bentuk selaput dara.

Di satu sisi, memang benar selaput dara dapat melentur karena seks penetrasi. Namun, ada banyak aktivitas lain yang dapat memicu perubahan bentuk hymen, di antaranya:

  • Mengendarai sepeda atau kuda
  • Gymnastik
  • Masturbasi
  • Mengunakan tampon
  • Pelvic exam atau pap smear.

Maka dari itu, pendapat 'malam pertama berdarah’ berarti perawan sama sekali gak relevan secara medis. Untuk itu, mengenal lebih dalam tentang selaput dara membantumu memahami bahwa bagian tubuh ini bukan penentu apapun. 

Alih-alih demikian, mengenal lebih dalam tentang selaput dara justru membuatmu mengenali bagian ini yang lebih tepat atau sesuai medis. Termasuk kemungkinan gangguan reproduksi yang perlu mendapatkan bantuan medis. 

Baca Juga: Stuktur Vagina: Bagian, Fungsi, Penyakit, dan Pencegahannya

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya