Comscore Tracker

Apa Itu Rimming? Ini Pengertian dan Risikonya bagi Kesehatan

Seks oral yang kontroversial

Permainan pantat menjadi salah satu unsur seks yang sulit untuk dilupakan, meski beberapa masih menganggapnya tabu nan kontroversial. Bukan hanya anal atau pegging, tetapi ada juga rimming. 

Di antara istilah seks ‘belakang’, rimming mungkin salah satu yang jarang dibicarakan, tapi cukup banyak dicari. Jadi, apa itu rimming?

Apa itu rimming?

Rimming merupakan aktivitas seks yang melibatkan oral pada area anus. Makanya, rimming juga dikenal sebagai analingus. Sebutan lainnya, a rim job atau eating ass.

Bentuk rimming bisa menjilat, mencium, dan tindakan mulut lainnya yang menstimulasi kenikmatan melalui anus. Namun, aktivitas ini dilakukan tak cuma di lubang anus, tetapi  area sekitarnya.

Penerapannya termasuk perineum atau area perbatasan antara anus dengan skrotum maupun vagina. Konon, area tersebut merupakan salah satu yang sensitif. Tak heran, jika menjilati area tersebut bisa menimbulkan sensasi geli hingga terangsang.

Siapa pun bisa mempraktikkan rimming, baik perempuan, laki-laki, gender atau orientasi seksual lainnya. Namun, tentu saja, selama pasangan memberikan izin atau concern.

Apakah rimming aman?

Apa Itu Rimming? Ini Pengertian dan Risikonya bagi Kesehatanilustrasi seks anal (freepik.com/jcomp)

Meski gak melibatkan seks penetrasi, rimming tetap memiliki risiko. Salah satunya yang perlu mendapat perhatian, tentu saja dari sisi kesehatan. 

Center of Disease Control and Prevention menjelaskan beberapa risiko rimming, di antaranya:

  • Klamidia
  • Gonore
  • Sipilis
  • Herpes
  • HPV
  • HIV
  • Trikomoniasis

Mengingat seks ini melibatkan anus, risiko infeksi bakteri E. coli atau giardia dan parasit lain pun perlu menjadi pertimbangan. Aktivitas oral anal dapat menularkan bakteri Shigella yang bisa menyebabkan infeksi saluran cerna atau disebut shigellosis.

Penularan hepatitis B dan C pun dapat terjadi, karena dua penyakit ini menyebar melalui cairan tubuh. Selain itu, penularan hepatitis A mungkin terjadi, karena kontak dengan kotoran, terlebih jika individu memiliki riwayat penyakit tersebut.

Melihat dari risikonya, hindari memberikan rimming pada pasangan jika doi mengalami gejala penyakit perut, seperti diare, sembelit, atau muntah. Kamu juga harus menunggu sampai luka di sekitar anus atau mulut sembuh jika ingin memberikan analingus maupun blow job.

Salah satu upaya pencegahan lainnya dengan penggunaan pelindung fisik, seperti dental dam, selama aktivitas seks berlangsung. Dilansir Medical News Today, kamu bisa membuat bendungan gigi sendiri dengan memotong kondom menjadi persegi. 

Potongan tersebut lalu ditempatkan di antara mulut dan anus. Alternatif lainnya, kamu dapat menggunakan kondom oral di atas lidah. Namun, pastikan memilih kondom dengan kandungan yang aman jika terjilat, ya.

Baca Juga: Pahami Bahaya Menjilat Vagina saat Seks Oral, Hati-hati!

Aturan jika tertarik mencoba rimming

Aturan pertama adalah dengan memberi tahu pasangan. Sampaikan dan komunikasikan terkait keinginan mencoba memberikan atau menerima rimming. Pastikan doi setuju dan memberikan izin untuk melibatkan rimming di tengah aktivitas seksual.

Jika sudah, barulah kamu dan pasangan bisa saling mengeksplorasi rimming. Gak cuma salah satu, kamu dan doi bisa melakukannya secara bergantian, lho! 

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara memberikan rimming kepada pasangan? Alicia Sinclair, seksolog klinis dan CEO perusahaan mainan seks b-Vibe, mengungkapkan pada Men’s Health, cara menerapkan rimming, bahkan untuk pertama kali.

Caranya, coba mulai dengan memijat di sekitar pantat menggunakan mulut. Kemudian, perlahan-lahan masuk ke arah anus dengan gerakan lembut. 

Salah satu teknik analingus terbaik yakni dengan memutar ujung lidah dalam lingkaran di sekitar lubang. Kamu juga bisa mengibaskan ujung lidah ke atas dan ke bawah tepat di atas bukaan anus. 

Sinclair juga menyebutkan tips lain. Termasuk mencoba melembutkan lidah dan menjilat seluruh anus ke atas dan ke bawah, seolah-olah sedang makan es krim. 

Lakukan tips ini dengan memperhatikan bagaimana respons pasangan. Jika doi memberikan sinyal yang baik, maka lanjutkan. Namun, apabila sebaliknya, bisa pancing dan memberikan gerakan lain sembari menanyakannya pada pasangan.

Perlukah melakukan douché atau enema sebelum rimming?

Apa Itu Rimming? Ini Pengertian dan Risikonya bagi Kesehatanilustrasi pompa douche tangan (pexels.com/Deni Iqbal)

Douché merupakan pembersihan area dubur dari sisa kotoran. Adapun enema adalah upaya untuk memancing buang air besar.

Melakukan douché atau enema sebelum rimming bisa diterapkan olehmu dan pasangan. Namun, ini gak wajib. Jika merasa perlu, maka lakukan. Sebaliknya, boleh dilewati apabila memang gak merasa terganggu.

Beberapa poin positif yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memutuskan douché atau enema, yakni:

  • dapat membersihkan rongga dubur dari kotoran dan bakteri;
  • membantu merasa lebih percaya diri, meningkatkan kenikmatan; dan 
  • enema bisa memberi sensasi erotis tersendiri bagi sebagian orang.

Adapun sisi negatifnya, kamu mungkin merasa gak nyaman akibat ‘dipaksa’ membersihkan area rektum. Jika tubuh merasa kurang nyaman, keduanya berisiko menyebabkan infeksi. Selain itu, terlalu sering enema dapat mengganggu rektum, usus, dan saluran pencernaan.

Mempraktikkan rimming bukan berarti pasangan memberikan persetujuan untuk penetrasi anal, ya. Keduanya merupakan aktivitas seks yang berbeda. Jadi, pastikan mendapat izin doi secara terpisah.

Baca Juga: Seks Threesome: Pengertian, Fakta Menarik, dan Risikonya

Topic:

  • Laili Zain
  • Lea Lyliana

Berita Terkini Lainnya