Comscore Tracker

6 Fakta Penting Ovulasi yang Wajib Semua Cewek Pahami

Udah pada tahu belum, girls?

Rata-rata siklus menstruasi normal adalah 28 hari. Akan tetapi, beberapa wanita mengalami siklus menstruasi sekitar 22 hingga 36 hari dalam situasi tertentu. Hal ini pula lantas berimbas terhadap masa ovulasinya. Sebab ovulasi tersebut lazimnya terjadi 16 hari setelah hari pertama siklus menstruasi atau 14 hari sebelum masuk ke siklus menstruasi berikutnya.

Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang telah matang untuk menuju ke tuba falopi supaya dapat dibuahi oleh sperma. Terutama sekali untuk wanita yang telah berumahtangga, fakta-fakta berikut penting banget buat yang mau cepat dapat momongan, nih. Udah pada tahu belum, para calon Hot Moms?

1. Jumlah oosit sudah ditentukan sejak lahir

pexels.com/pixabay

Sejak lahir, wanita telah memiliki hingga satu juta sel telur yang dikenal dengan oosit. Nah, ternyata hanya sekitar separuh dari jumlah sel telur tersebut yang akan diserap ovarium ketika mulai tumbuh remaja (atau telah pubertas yang ditandai dengan menstruasi).

Dengan kata lain, hanya sekitar 300-500 oosit yang akan menjadi sel telur dewasa untuk dibuahi oleh sperma di sepanjang usia seorang wanita!

2. Libido akan meningkat ketika masa ovulasi

pexels.com/Dhyamis Kleber

Salah satu ciri ketika masa ovulasi yaitu adanya peningkatan libido (gairah seks). Hal ini dominan dipicu oleh perubahan hormon pra dan pasca menstruasi. Selain itu, lazimnya organ genital wanita juga akan mengeluarkan cairan lengket dan licin yang juga menjadi tanda bahwa tubuh sedang dalam masa subur.

3. Ovulasi juga berdampak terhadap tampilan fisik

pexels.com/freestocks.org

Sebuah penelitian di Inggris meminta sekelompok pria untuk melihat 48 foto wanita lalu memilih foto mana yang menurutnya adalah wanita tercantik. Tanpa disadari, para pria tersebut menjatuhkan pilihan pada wanita yang sedang berada dalam masa ovulasi. Ternyata ketika berada dalam masa ovulasi, wanita (terkesan) memiliki bibir yang lebih penuh, pupil mata yang lebih besar, dan warna kulit yang lebih cerah sehingga tampak lebih menarik.

4. Hubungan intim di masa ovulasi tingkatkan peluang hamil

pexels.com/ bruce mars

Hubungan intim yang dilakukan 1-2 hari sebelum ovulasi dan pada saat terjadinya ovulasi akan berpeluang lebih besar untuk hamil, nih. Sebab sperma menuju tuba falopi pada waktu yang tepat sehingga fertilisasi akan lebih lancar. Oleh sebab itu, tandailah siklus haid setiap bulan supaya lebih praktis memperkirakan kapan ovulasi berikutnya akan terjadi.

Sedangkan sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma selama masa ovulasi akan keluar bersama aliran darah menstruasi.

5. Masa ovulasi membuat mood lebih positif

pexels.com/flickr

Mood umunya akan menjadi lebih baik dan tubuh memiliki lebih banyak energi ketika masa ovulasi. Berbanding terbalik ketika mengalami sindrom pra-haid atau PMS (Premenstrual Syndrome) dimana tubuh terasa lelah dan tidak bersemangat.

6. Sperma mampu bertahan di dalam tubuh sebelum ovulasi

pexels.com/pixabay

Pria bisa melepaskan sekitar jutaan sperma selama ejakulasi. Kendatipun demikian hanya sedikit dari jumlah tersebut yang akan bertahan sepuluh jam menuju serviks, lalu naik ke tuba falopi untuk menembus sel telur untuk dibuahi.

Hingga akhirnya, hanya satu sperma yang berhasil menembus selaput terluar dari sel telur yang sudah matang tersebut. Berdasarkan penelitian, sperma ternyata mampu bertahan hidup bahkan hingga lima hari di dalam ovarium, lho. Dengan kata lain, hubungan intim pada saat 5 hari sebelum terjadinya ovulasi masih memicu peluang besar untuk hamil.

 

Line Ads

Topic:

  • Agustin Fatimah

Just For You

I Want More !