Comscore Tracker

Ingat! 5 Alasan Tidak Boleh Melibatkan Kekerasan Apa Pun saat Bercinta

Jangan sampai pasanganmu justru merasa tersiksa

Berbicara tentang aktivitas bercinta memang erat kaitannya dengan saling menyayangi melalui kontak fisik yang dilakukan. Tentu saja hal ini untuk membuat hubungan pernikahan menjadi semakin erat dan terasa intim.

Sayangnya, tidak semua hubungan seksual selalu dilakukan dengan penuh kelembutan dan rasa cinta. Ada pula pasangan yang justru melibatkan kekerasan dalam hubungan tersebut. Hal ini semakin diperburuk apabila salah satu pasangan tidak menyetujui hal tersebut. Tidak heran bila kamu dan pasangan harus paham bahwa melibatkan kekerasan saat bercinta tidak diperbolehkan karena beberapa alasan yang berikut ini.

1. Tidak menunjukkan rasa kasih dan sayang pada pasangan

Ingat! 5 Alasan Tidak Boleh Melibatkan Kekerasan Apa Pun saat BercintaIlustrasi pasangan bertengkar (Pexels/Alex Green)

Sejatinya pasangan harus senantiasa selalu memiliki rasa kasih dan sayang terhadap satu sama lain. Hal ini juga akan menjadi bagian terpenting dalam menjaga keharmonisan hubungan.

Melibatkan segala bentuk kekerasan baik verbal atau fisik justru tidak akan menunjukkan rasa kasih dan sayang pada pasangan. Tentunya tindakan semacam ini justru hanya akan memberi kekecewaan.

2. Risiko cidera fisik yang dialami

Ingat! 5 Alasan Tidak Boleh Melibatkan Kekerasan Apa Pun saat BercintaIlustrasi tangan terluka (Unsplash/Diana Polekhina)

Berbicara tentang kekerasan, tentunya identik secara fisik. Hal ini jelas akan membuat para pasangan akan rentan mengalami risiko cedera fisik akibat kekerasan yang diperoleh.

Membiarkan tindakan ini terus terjadi secara berulang jelas sama saja dengan menyiksa pasangan. Tentunya hal ini menjadi tindakan yang tidak menyenangkan.

Baca Juga: 5 Tips Menolak Fantasi Seks Pasangan, Gak Perlu Khawatir

3. Hubungan percintaan yang menjadi toxic

Ingat! 5 Alasan Tidak Boleh Melibatkan Kekerasan Apa Pun saat BercintaIlustrasi pasangan bertengkar (Pexels/Ketut Subiyanto)

Tidak ada seorang pun yang ingin terlibat dalam hubungan yang toxic. Tipikal hubungan seperti ini membuat mereka akan bertahan meskipun di dalamnya sudah melibatkan hal-hal yang tidak sehat lagi.

Membiarkan kekerasan dalam bercinta sama saja dengan membiarkan hubungan terus berkembang menjadi toxic. Jika kamu terus memaksakan diri untuk berada di dalamnya, itu akan menyakiti dirimu secara fisik dan psikis.

4. Bukan cara yang tepat dalam menunjukkan rasa cinta

Ingat! 5 Alasan Tidak Boleh Melibatkan Kekerasan Apa Pun saat BercintaIlustrasi pasangan sedang bertengkar (Pexels/Keira Burton)

Semua orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam menunjukan rasa cinta terhadap pasangannya. Ada yang dengan sentuhan  namun ada pula yang dengan ucapan.

Tidak ada yang menunjukkan rasa cinta melalui tindakan kasar atau bahasa yang kotor. Kadang kala hal semacam ini sering dipahami secara salah, khususnya saat dalam situasi bercinta.

5. Hanya mementingkan kepuasan diri semata

Ingat! 5 Alasan Tidak Boleh Melibatkan Kekerasan Apa Pun saat BercintaIlustrasi wanita sedang sedih (Pexels/Kat Smith)

Banyak yang mengaitkan kekerasan dalam bercinta sebagai suatu bentuk fantasi seksual. Hal ini terus dimaklumi untuk memperoleh alasan agar kepuasannya terpenuhi.

Sayangnya, kamu tidak bisa melakukan hal semacam ini terus menerus, apalagi jika menggunakan benda yang berbahaya dan pasangan pun tidak menyetujuinya. Jangan sampai memikirkan diri sendiri sehingga mengabaikan pasangan.

 

Melakukan tindakan bercinta atau apa pun itu yang melibatkan kekerasan, tentunya tidak dapat dibenarkan adanya. Jangan sampai justru kamu akan merasa tidak nyaman berada dalam hubungan toxic yang seperti itu. Tidak melibatkan kekerasan, ya!

Baca Juga: 5 Tips Mendidik Anak Menjadi Disiplin Tanpa Menggunakan Kekerasan

Abdi K Tresna Photo Verified Writer Abdi K Tresna

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Atqo

Berita Terkini Lainnya