Getty Images via independent.co.uk
Sementara dirinya terkenal karena menulis Dracula, penulis asal Irlandia ini juga menulis beberapa novel lain yang tidak ada hubungannya dengan darah, kelelawar, atau mayat hidup. Stoker bahkan menulis beberapa karya non-fiksi, salah satunya adalah Famous Impostors. Diterbitkan pada tahun 1910, buku ini didedikasikan untuk mengekspos penipu dan tipuan.
Setidaknya, buku ini masih masuk akal sampai bab terakhir, ketika segala hal di dalamnya menjadi benar-benar gila. Mengutip dari laman Bramstoker.org, bab terakhir buku ini, "The Bisley Boy," mengklaim kalau Ratu Elizabeth I sebenarnya adalah seorang pria.
Menurut Stoker, Elizabeth yang asli jatuh sakit dan meninggal pada usia 10 tahun saat sedang berlibur di pedesaan. Jadi ketika Raja Henry VIII memberi tahu pengasuhnya kalau ia akan datang berkunjung, pengasuh Elizabeth pun menjadi panik. Alih-alih menghadapi takdirnya dan mati, ia malah berlari ke desa sebelah, Bisley, untuk mencari penggantinya.
Pengasuh itu tidak dapat menemukan gadis yang terlihat seperti sang putri, jadi ia mengambil seorang anak laki-laki dan memakaikannya pakaian Elizabeth. Ketika raja muncul, dia menyapa putrinya tanpa kecurigaam. Sejak saat itu, peran Elizabeth dimainkan oleh bocah androgini ini dan seluruh rakyat Inggris ditipu oleh sang penipu ulung ini.
Tentu saja, Stoker tidak memiliki bukti yang kuat. Kasusnya bertumpu pada beberapa pernyataan yang agak meragukan, seperti bagaimana Ratu Elizabeth memiliki beberapa rahasia yang dijaga ketat oleh orang-orang terdekatnya. Bukti Stoker lainnya termasuk kegemaran Elizabeth akan wig yang mungkin menyembunyikan kepalanya yang botak.
Ditambah lagi, dia tidak pernah menikah dan menolak menemui dokter selain dokter pribadinya. Juga, Stoker mencatat kalau Elizabeth sangat cerdas. Tampaknya ini bukti nyata kalau dia adalah seorang lelaki karena pada saat itu Stoker yakin kalau semua wanita itu bodoh.