Comscore Tracker

5 Fakta Appa, Bison Terbang yang Menggemaskan Milik Avatar

Siapa yang pengin pelihara bison terbang?

Sidekicks adalah salah satu jenis karakter favorit setiap penonton film. Entah itu Toothless, Monyet Abu, atau Stitch, rasanya setiap karakter utama wajib memiliki sahabat dekat berupa binatang peliharaan.

Di serial Avatar: The Last Airbender pun seperti itu. Jika kamu memikirkan Aang, maka secara otomatis kamu akan memikirkan Appa, bison terbang yang begitu menggemaskan.

Terlibat dalam begitu banyak petualangan, ada beberapa fakta unik yang harus kamu ketahui tentang bison terbang satu ini. Apa saja?

1. Kemampuan pengendalian udaranya sama baiknya dengan Aang

https://www.youtube.com/embed/Aj-fblJ7k4U

Seperti judulnya, Aang adalah pengendali udara terakhir yang tersisa. Tak ada lagi manusia yang bisa terbang dan mengendalikan udara karena semua koloni sudah dibantai negara api. Tapi, secara teknis Aang bukan pengendali udara terkahir karena Appa juga merupakan pengendali udara.

Pusat pengendalian udara Appa berasal dari ekornya. Dengan sebuah hentakan ia bisa mengembuskan angin yang cukup kuat untuk menjatuhkan musuh. Kemampuannya untuk terbang juga merupakan salah satu bentuk pengendalian udara.

2. Appa sudah mengenal Aang sejak kecil

https://www.youtube.com/embed/tAgeVVsKUP4

Ikatan batin antara hewan peliharaan dan pemiliknya begitu digambarkan dengan kuat di serial ini. Sepanjang serial, tak ada yang bisa melebihi kuatnya ikatan Aang dan Appa. Cinta tanpa syarat begitu mengikat keduanya dan kesetiaan mereka satu sama lain dengan jelas terlihat.

Appa dan Aang bertemu pertama kali ketika mereka berdua masih anak-anak dan tinggal di kuil udara. Seperti tradisi, bayi bison terbang akan berpasangan dengan para biksu pengendali udara. Aang dan Appa langsung terhubung dan tak terpisahkan.

Baca Juga: 5 Teknik Pengendalian Api Terbaik di Serial Avatar: The Last Airbender

3. Inspirasi desain karakter Appa

5 Fakta Appa, Bison Terbang yang Menggemaskan Milik Avatargiphy.com

Karakter hewan di serial Avatar memang harus kita akui unik dan merupakan hibrida dari beberapa hewan di dunia nyata. Seperti Momo yang merupakan persilangan antara kelelawar dan lemur, misalnya.

Begitu juga dengan rancangan karakter Appa. Seperti bison pada umumnya, ia memiliki tubuh yang besar dengan tanduk khasnya, tapi Appa juga memiliki fitur unik pada tubuhnya.

Ada beberapa bagian tubuh Appa yang menyerupai Manatee atau dugong, yang terlihat jelas di wajah dan ekornya. Kalau kamu lihat lagi, Appa juga mirip seperti Nekobus yang ada di anime Tonari no Totoro. Kaki yang banyak, berbulu tebal, bisa terbang, alat transportasi, dan badan yang sama-sama berbentuk kotak. Merasa mirip?

4. Ketakutan Appa pada api

https://www.youtube.com/embed/xzkI66tGU4Y

Seperti yang sudah kamu ketahui, Appa adalah korban penyiksaan mengerikan oleh pemilik sirkus. Seorang pemilik sirkus yang juga pengendali api menciptakan cambuk api untuk menyiksa Appa agar tunduk. Ini menimbulkan ketakutan yang mendalam akan api di Appa dan tidak akan dapat diatasi dengan mudah.

Setelah melarikan diri, Appa dipukuli, lelah, dan sendirian. Dia terbang di seluruh kerajaan Bumi sampai dia menemukan perlindungan di sebuah gua. Di sinilah dia bertemu dengan Kyoshi Warriors dan Suki yang membantu Appa memulihkan keadaannya.

5. Rasa sayangnya pada Zuko

https://www.youtube.com/embed/AomAi1VBg2w

Zuko adalah karakter yang kompleks dan rumit. Dua season pertama ia benar-benar menjadi antagonis bagi tim Avatar. Pada akhirnya Zuko berpindah haluan dan bekerja sama dengan Aang untuk mengalahkan Ozai.

Di season ketiga, saat Zuko ingin bergabung dengan tim Avatar, Appa melihat Zuko dan menjilatinya. Tindakan sayang Appa terhadap Zuko bukan tanpa alasan. Karena saat di season kedua, Zuko membebaskan Appa dari kurungan dan tentu Appa tidak akan melupakannya.

Baca Juga: 5 Episode Paling Sedih di Serial Avatar: The Last Airbender

Anastasia Jaladriana Photo Verified Writer Anastasia Jaladriana

Moonlight bae.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Febrianti Diah Kusumaningrum

Berita Terkini Lainnya