Comscore Tracker

Review Film Mekah I'm Coming: Religi dan Kritik Sosial Dibalut Komedi

Review Film Cerita Panjang Terpilih Piala Maya 2021

Film Mekah I'm Coming (2020) pertama kali tayang di JAFF 2019 pada 21 November 2019 dan mulai ditayangkan melalui aplikasi Viu pada 5 Maret 2020.

Bergenre drama, religi, dan komedi, film ini berhasil membawa pulang penghargaan Film Cerita Panjang Terpilih di Piala Maya 2021. Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Jeihan Angga dan diproduseri Hanung Bramantyo.

IDN Times sudah menyaksikannya dan menemukan 6 kelebihan dan kekurangan tentang film Mekah I'm Coming (2020). Penasaran? Yuk, scroll!

Peringatan: artikel ini berpotensi mengandung spoiler. Jika tak ingin terkena, hati-hati saat membacanya, ya!

1. Film Mekah I'm Coming (2019) borong 5 Piala Maya 2021

Review Film Mekah I'm Coming: Religi dan Kritik Sosial Dibalut KomediInstagram.com/filmmekahimcoming/

Pengumuman pemenang Piala Maya 2021 baru saja dilakukan pada Sabtu (6/3/2021) hingga Minggu (7/3/2021). Film Mekah I'm Coming (2020) berhasil membawa pulang 5 Piala Maya 2021.

Film Mekah I'm Coming (2020) didapuk sebagai Film Cerita Panjang Terpilih Piala Maya 2021. Sedangkan Aktris/Aktor Pendukung Terpilih diberikan kepada mendiang Ria Irawan dan Totos Rasiti.

Sang sutradara, Jeihan Angga, bawa pulang penghargaan Penulisan Skenario Adaptasi Terpilih dan Penyutradaraan Berbakat Film Panjang Karya Perdana (Piala Iqbal Rais). Selamat untuk penghargaan, ya!

2. Jalan cerita yang umum, tapi dikemas dengan pengadeganan menarik

Review Film Mekah I'm Coming: Religi dan Kritik Sosial Dibalut KomediInstagram.com/filmmekahimcoming/

Film Mekah I'm Coming (2020) bercerita tentang hubungan Eni (Michelle Ziudith) dan Eddy (Rizky Nazar) yang terancam kandas. Pak Soleh (Totos Rasiti) akan menjodohkan putrinya, Eni dengan Pietoyo (Dwi Sasono).

Untuk meluluhkan hati Pak Soleh, Eddy akan berangkat haji. Sayangnya, ia menjadi salah satu korban penipuan jemaah haji dan masalah menjadi semakin runyam.

Melihat jalan ceritanya, film ini menyuguhkan storytelling  yang ringan dan mudah ditebak. Tetapi sang sutradara dan penulis, Jeihan Angga, berhasil menyuguhkan pengadeganan yang unik.

3. Sarat akan makna yang dituangkan menjadi imajinasi kocak nan menghibur

Review Film Mekah I'm Coming: Religi dan Kritik Sosial Dibalut KomediInstagram.com/filmmekahimcoming/

Meski terbilang ringan, film ini menyuguhkan berbagai problema yang kerap terjadi di kehidupan masyarakat. Jeihan Angga memilih menuangkan imajinasi dan komedi ringan di setiap isu yang Mekah I'm Coming (2020) bahas.

Di awal film, penonton disuguhkan dengan adegan Pak Soleh dan Eni berkomunikasi menggunakan suara hati. "Eni pikir, bapak sudah tidak bisa mendengar suara hati anaknya," kalimat singkat itu cocok dengan permasalahan orangtua dan anak saat ini.

Selanjutnya, ilmu totok justru jadi pilihan masyarakat untuk mengobati penyakit. Adegan ini ditunjukkan ketika Eddy harus mengobati ibunya, Bu Ramah (Mendiang Ria Irawan).

Karakter Pietoyo dan keluarganya yang minim berdialog juga menjadi daya tarik. Mereka cenderung menggunakan isyarat untuk menyampaikan pendapat. Hal ini bisa menggambarkan bagaimana masyarakat cenderung tidak terbiasa menyampaikan pendapat mereka secara langsung.

Baca Juga: 10 Adu Gaya Junior Roberts dan Arawinda Pendatang Baru Piala Maya 2021

4. Drama religi dengan kritik sosial halus dibalut unsur komedi absurd

Review Film Mekah I'm Coming: Religi dan Kritik Sosial Dibalut KomediInstagram.com/filmmekahimcoming/

Mekah I'm Coming (2020) merupakan film bergenre religi yang dikemas dengan unsur komedi. Kritik sosial yang disajikan cukup tersamarkan dengan komedi kocak sang sutradara. 

Tontonan ini bisa terbilang sangat ringan bagi penonton yang hanya mencari hiburan semata. Tetapi juga sarat akan makna dan kritik sosial bagi para pengamat film.

Mekah I'm Coming (2020) juga mendapat ulasan yang cukup positif dari para kritikus film. Sebelum resmi rilis pada tahun 2020, film ini sempat tayang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2019.

Film ini akan membuat emosi penonton berubah-ubah setiap menitnya. Adegan sedih dan memacu adrenalin pada akhirnya akan dibumbui dengan komedi absurd.

5. Rizky Nazar terbiasa tampil boyfriend material hingga akting mendiang Ria Irawan dan Totos Rasiti yang menghidupkan film

Review Film Mekah I'm Coming: Religi dan Kritik Sosial Dibalut KomediInstagram.com/filmmekahimcoming/

Film Mekah I'm Coming (2020) menyuguhkan genre drama dan religi yang dipadukan dengan komedi. Film ini akan terasa hambar jika tidak diimbangi dengan pemain yang mumpuni.

Terbiasa tampil maskulin dan boyfriend material, Rizky Nazar justru bikin pangling. Akting kocaknya berhasil menghibur penonton. Akting Rizky semakin total, karena dipasangkan dengan aktris dan aktor berbakat lainnya.

Perlahan Michelle Ziudith mulai keluar dari zona nyamannya. Di beberapa film, Michelle kerap memerankan karakter perempuan yang harus selalu dilindungi dan memiliki sifat mellow.

Mendiang Ria Irawan dan Totos Rasiti yang lebih senior jelas menghidupkan nuansa film Mekah I'm Coming (2020). Tak ketinggalan Dwi Sasono yang berhasil membawakan karakter minim dialognya dengan sangat baik.

6. Isu penipuan jemaah haji hingga millennial yang dekat dengan media sosial

Review Film Mekah I'm Coming: Religi dan Kritik Sosial Dibalut KomediInstagram.com/filmmekahimcoming/

Film Mekah I'm Coming (2020) menyuguhkan fenomena sosial yang memang marak terjadi di masyarakat Indonesia. Tidak hanya terjadi di masyarakat perkotaan, tetapi juga pedesaan.

Bagi masyarakat di pedesaan, ibadah haji menjadi salah satu hal mewah yang diimpikan, khususnya bagi umat muslim. Sayangnya, edukasi tentang haji tidak dilakukan secara merata.

Hal ini menyebabkan banyak masyarakat yang tertipu dengan biaya haji murah dan waktu yang instan. Bukannya memberi dukungan, banyak masyarakat yang justru menghakimi orang-orang yang tertipu.

Isu yang kedua adalah tentang perjodohan. Meski perjodohan tidak selalu dihubungkan dengan masalah keuangan dan derajat di mata masyarakat, tetap banyak pihak yang tidak menyukai pilihan tersebut.

Tidak hanya bagi masyarakat pedesaan, di kota besar pun masih banyak orangtua yang menjodohkan anak-anak mereka. Tidak selalu berakhir positif, banyak anak-anak yang justru merasa terpaksa.

Fenomena terakhir yang terlihat jelas dalam film ini adalah penggunan media sosial. Bagi para millenial, hampir semua kegiatan selalu berhubungan dengan media sosial.

Bahkan, media sosial sekarang dimanfaatkan sebagai ranah pendidikan hingga mata pencaharian. Millenial saat ini tidak bisa terlepas dari handphone dan media sosial mereka.

Itu dia 6 kekurangan dan kelebihan film Mekah I'm Coming (2020) yang patut kamu ketahui! Dengan segala kekurangan dan kelebihannya IDN Times memberi rating 4/5. Kamu bisa tonton Mekah I'm Coming (2020) melalui aplikasi Viu.

https://www.youtube.com/embed/GRYyEIygP2E

Baca Juga: 30 Pemenang Piala Maya 2021, Putri Ayudya Raih Aktris Utama Terpilih

Topic:

  • Aulia Supintou
  • Zahrotustianah

Berita Terkini Lainnya