Comscore Tracker

5 Film Apik yang Mengundang Interpretasi Ganda di Benak Penonton

Biasanya termasuk film dengan kualitas jempolan #HypeIDN

Interpretasi ganda atau tafsiran bercabang merupakan hal yang kurang lumrah terjadi di dalam dunia film. Namun, sejak era 2000-an, pemahaman atau kesan bercabang dari sebuah film semakin ditonjolkan sebagai salah satu nilai jual. Nah, sayangnya tidak semua orang bisa mencerna dan memikirkan apa yang sebetulnya terjadi dalam film yang baru saja ia tonton tersebut.

Ada beberapa film bagus dan berkualitas yang mengundang interpretasi ganda di benak penonton. Apa kamu sudah menonton semua film-film apik ini? Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Interstellar (2014)

https://www.youtube.com/embed/zSWdZVtXT7E

Apa kamu percaya bahwa lubang cacing dan bahkan black hole atau lubang hitam dapat dijelajahi dengan aman oleh manusia? Nyatanya, Christopher Nolan sukses mengeksekusi ide gila tersebut ke dalam sebuah film keren berdurasi hampir 3 jam berjudul Interstellar. Film fiksi ini menceritakan tentang perjuangan umat manusia dalam mencari planet baru sebagai pengganti Bumi yang tengah menuju kehancuran.

Tak tanggung-tanggung, film buatan Warner Bros., Paramount, dan Legendary Pictures ini memiliki skor tinggi dari penonton dan juga dari kalangan kritikus film. Bagi penonton kelas menengah—penonton yang mengutamakan alur cerita linear tunggal—film sejenis ini mungkin justru kurang populer karena dirasa berat dan membosankan.

Namun, bagi kamu yang suka dengan plot twist, interpretasi ganda, dan kedalaman cerita, kamu pasti akan langsung jatuh cinta terhadap Interstellar. Lalu, coba tebak, ada berapa interpretasi yang terkandung dalam film ini? Setidaknya, ada dua dan semuanya bisa bergerak liar dalam pikiran tiap-tiap penonton.

Pertama, pemeran utama bernama Joseph Cooper memang mengalami dilatasi waktu ala relativitas Einstein. Ia masih tetap muda selama puluhan tahun akibat perbedaan zona dimensi antara Bumi dengan zona lain di alam semesta.

Kedua, sebetulnya Cooper sudah meninggal pada saat ia memasuki lubang hitam di mana hal itu ditandai dengan adegan pada saat Cooper pingsan dan mengambang di luar angkasa. Petunjuk berikutnya ada pada perkataan dari Mann (Matt Damon) yang menyatakan bahwa orang yang akan meninggal pikirannya akan terikat dan fokus pada orang yang ia cintai, misalnya anaknya.

Nah, adegan-adegan film selanjutnya merupakan halusinasi dari Cooper tepat sebelum ia meninggal. Dalam bayangannya, ia bisa mengunjungi anaknya meskipun berbeda dimensi. Bahkan, Cooper berimajinasi bahwa ia dapat bertemu dengan putrinya yang sudah berumur tua dan menjelang ajal. Cooper mengalami halusinasi parah karena ia memang sangat terikat secara emosional terhadap putrinya yang bernama Murph.

Bagaimana menurutmu? Semuanya mungkin dan bisa menimbulkan banyak dugaan, bukan? Jika kamu tipe penonton kritis yang suka berpikir pada saat menonton, interpretasi ganda pada saat menonton Interstellar pasti pernah ada di benakmu.

2. Joker (2019)

https://www.youtube.com/embed/zAGVQLHvwOY

Pada saat masih anak-anak, kita akan dengan mudah menyukai superhero karena kita beranggapan bahwa superhero ada untuk membasmi kejahatan. Namun, setelah dewasa, kita akan dibuat mengerti dan memahami tentang tokoh antagonis yang sebelumnya selalu hanya dianggap jahat dan sumber kerusakan.

Nah, dalam film Joker yang dirilis pada 2019 lalu, kita akan disuguhkan jalan cerita yang dalam dan berbobot yang penuh teka-teki. Kita tak akan membahas mengenai kehebatan film ini dan bukan juga tentang kepiawaian Joaquin Phoenix yang telah dianggap sebagai pemeran Joker terbaik setelah era Heath Ledger.

Lebih dari itu, jalan cerita yang dark dan mengundang interpretasi ganda lebih menarik untuk dibahas karena memang film berdurasi 122 menit ini memiliki dualisme sudut pandang. Kesan pertama yang ada di benak penonton tentu saja linear mengikuti alur cerita Joker yang akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa.

Namun, ada interpretasi lain yang terkandung dalam film ini. Bagaimana jika sedari awal Arthur Fleck itu sendiri yang merangkai delusinya menjadi sebuah rangkaian cerita yang kompleks, termasuk kehadiran Bruce Wayne juga merupakan imajinasi kuat dari Arthur yang memang didagnosis skizofrenia parah?

Jadi, dengan kata lain, dari awal hingga akhir film, kita disuguhi dengan khayalan dan imajinasi kuat dari seseorang yang mengalami gangguan jiwa bernama Arthur Fleck. Jangan-jangan, Arthur Fleck juga merupakan tokoh halusinasi dari orang gila tersebut? Entahlah. Todd Phillips selaku sutradara juga membiarkan begitu saja pikiran para penontonnya melayang liar tak menentu.

Baca Juga: 7 Film Horor Terbaik yang Tayang di Netflix, Bikin Merinding! 

3. Identity (2003)

https://www.youtube.com/embed/TQkG2x3qTf4

Identity merupakan film garapan James mangold yang menceritakan tentang 11 orang yang terjebak di sebuah motel akibat hujan badai. Film berdurasi 90 menit tersebut juga menjadi salah satu film thriller terbaik karena memiliki dua plot twist, bahkan mengandung interpretasi ganda di akhir cerita.

Di akhir cerita, kita akan disuguhkan adegan yang secara gamblang menyatakan bahwa Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince) didiagnosis memiliki penyakit jiwa parah dan kepribadian ganda. Bahkan, tokoh-tokoh yang selama ini diceritakan terjebak di sebuah motel merupakan jenis-jenis kepribadian dari Malcolm itu sendiri.

Nah, ada satu lagi petunjuk bahwa sebenarnya kepribadian Malcolm selama ini "berwujud" anak kecil yang di akhir cerita sukses membunuh tokoh terakhir bernama Paris, seorang perempuan normal yang diceritakan sebagai "orang baik". Masalahnya, kalau kamu jeli, kamu bisa merasakan bahwa kepribadian Malcolm tidak terbatas pada 11 kepribadian.

Malcolm yang sedari awal memang diplot sebagai pasien gangguan jiwa sebetulnya bisa sangat mudah menciptakan kepribadian yang lainnya. Dengan kata lain, ia tak akan pernah bisa disembuhkan karena ia adalah sumber dari kepribadian itu sendiri. Bagaimana menurutmu? Kalau masih penasaran, tonton saja film yang diproduksi oleh Konrad Pictures ini.

4. Planet of the Apes (2001)

https://www.youtube.com/embed/GPgNrHqfTdY

Jalan cerita Planet of the Apes sebetulnya gak rumit-rumit amat. Namun, film berdurasi 120 menit ini cukup terkenal dan sukses di pasaran karena melanjutkan kesuksesan film pertama yang lebih dulu dirilis pada 1968. Satu lagi, Tim Burton selaku sutradara juga dinilai sukses menghadirkan interpretasi ganda dalam balutan cerita fiksi.

Secara singkat, film ini bercerita mengenai petualangan seorang astronaut bernama Leo Davidson (Mark Wahlberg) yang akibat suatu hal justru tersesat di sebuah planet kera. Awal mula juga diceritakan mengenai simpanse laboratorium yang berada dalam pod atau wahana kecil yang menghilang akibat badai luar angkasa.

Nah, dalam planet asing yang dikunjungi oleh Leo, rupanya semua kera telah memiliki peradaban yang cukup maju mirip dengan peradaban manusia. Bahkan, Leo juga sempat ditawan dan dijadikan tahanan karena secara mendasar, kera-kera tersebut memiliki kebencian terhadap manusia.

Interpretasi pertama tentu saja linear mengikuti jalan cerita. Pada saat Leo kembali ke Bumi, ia mendapati Bumi sudah dikuasai oleh populasi kera yang entah dari mana datangnya. Namun, kalau ingin berpikir lebih dalam, kamu akan menemukan beberapa pertanyaan dalam film tersebut.

Apakah benar Leo memang sudah menemukan Bumi kembali? Atau malah ia menemukan planet mirip Bumi yang dihuni oleh bangsa kera? Lebih ekstrem lagi, bisa saja Leo sudah meninggal pada saat awal-awal cerita di mana ia memasuki sebuah lorong waktu. Nah, dalam proses kematiannya, ia bermimpi mengenai segala hal mengenai kera atau simpanse. Bagaimanapun, ia sudah kadung sayang dengan kera laboratorium bernama Pericles.

5. Shutter Island (2010)

https://www.youtube.com/embed/5iaYLCiq5RM

Tidak mudah memerankan tokoh yang didiagnosis memiliki gangguan jiwa, tetapi berlagak layaknya orang normal. Namun, Leonardo DiCaprio terbukti berhasil melakukannya dalam film berjudul Shutter Island. Film yang disutradarai oleh Martin Scorsese ini menceritakan mengenai kegiatan seorang detektif yang menyelidiki kasus orang hilang.

Nah, kasus tersebut sangat rumit karena melibatkan banyak tokoh di sebuah rumah sakit jiwa yang letaknya sangat terpencil di sebuah pulau. Oke, bagi yang sudah menonton film berdurasi 139 menit ini, kira-kira menurutmu ada berapa interpretasi yang bisa kamu ambil di akhir cerita film ini?

Bagi banyak penonton yang suka berpikir berat, film ini memiliki setidaknya tiga interpretasi dan semuanya saling berkaitan. Pertama, detektif Edward Teddy Daniels (Leonardo DiCaprio) memang benar-benar gila dan ia mengalami delusi yang mirip seperti apa yang diceritakan dalam film tersebut.

Kedua, detektif Edward adalah seorang detektif normal yang menjadi korban dari kejahatan terselubung di rumah sakit itu. Ia mungkin diberikan obat-obatan yang membuatnya berhalusinasi dan menyangka bahwa dirinya gila. Petunjuknya ada pada saat ia diberikan obat oleh kepala rumah sakit. Ia mengaku selalu mengalami sakit kepala. Lalu di akhir cerita juga ada dialog yang menyatakan bahwa ia mungkin menyadari kalau ia tengah dijebak.

Interpretasi ketiga, kemungkinan detektif Edward tidak pernah ada dari awal. Semua cerita tentang orang hilang dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian hanyalah delusi atau halusinasi dari Chuck Aule (Mark Ruffalo), rekan dari detektif Edward. Dengan kata lain, Chuck merupakan orang dengan skizofrenia yang selama ini mengelabui penonton.

Terlepas dari segala interpretasinya, nyatanya Shutter Island menjadi sebuah film yang menuai kesuksesan di box office karena mampu mengantongi pendapatan sebesar Rp4,2 triliun. Bagaimana menurutmu? Apa ada interpretasi keempat?

Nah, itulah beberapa film apik yang mengundang interpretasi ganda di benak penonton yang doyan berpikir kritis. Saran saja nih, jangan terlalu serius jika menonton film. Nikmati saja alur ceritanya supaya kamu bisa terhibur. Oke!

Baca Juga: 5 Film Anime dengan Animasi Terbaik menurut Rating MyAnimeList

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya