Comscore Tracker

Berawal dari Ekspektasi Tinggi, 10 Film Ini Justru Dinilai Tidak Bagus

Apa kamu merasakan hal yang sama? #IDNTimesHype

Terkadang, sebuah film dengan judul-judul tertentu bisa menggugah ekspektasi besar di benak para penonton. Ada banyak judul film yang terbukti bisa merealisasikannya dan mendapatkan banyak pujian dari berbagai pihak. Namun, tak jarang karya-karya besar juga mengundang kritik pedas.

Yup, kali ini kita akan melihat beberapa judul film yang awalnya mendapatkan ekspektasi cukup tinggi. Meskipun sebagian bisa meraih pendapatan besar, sayangnya, lontaran kritik tajam dan cibiran pedas justru didapatkan oleh film-film tadi. Apa saja, ya? Yuk, simak!

1. The Last Airbender

https://www.youtube.com/embed/-egQ79OrYCs

Cukup sulit bagi M. Night Shyamalan untuk mengangkat pamor The Last Airbender menjadi sebuah live action berkualitas dan punya cerita yang dalam. Buktinya, sutradara asal Amerika Serikat tersebut hanya bisa mengantongi skor sebesar 5 persen dari Rotten Tomatoes. Bagi mayoritas penggemar, film berdurasi 103 menit tersebut memang dirasa cukup buruk.

Mulai dari pemeran yang buruk, gaya bela diri aneh, alur cerita yang cukup menyimpang, dan kurangnya kualitas pada efek CGI, membuat The Last Airbender menjadi bulan-bulanan pada 2010 lalu. Bahkan, film yang dirilis oleh Paramount Pictures tersebut dinobatkan sebagai salah satu karya terburuk. Untungnya, mereka masih mendapatkan keuntungan Box Office cukup besar, yakni Rp2,5 triliun.

2. Annabelle: Comes Home

https://www.youtube.com/embed/bCxm7cTpBAs

Kenapa IMDb hanya memberikan skor sebesar 5,9/10 untuk Annabelle: Comes Home? Karena jalan ceritanya membosankan. Faktanya, film-film horor garapan Hollywood selalu mendapatkan ekspektasi tinggi di awal perilisannya. Namun, sialnya, film garapan Gary Dauberman ini tidak mampu berbicara banyak di lapangan.

Kritikus film melontarkan kritik pedas karena karya berdurasi 106 menit tersebut tidak menampilkan kesegaran baru mengenai kisah Annabelle. Penonton hanya disuguhi adegan-adegan yang dinilai cukup garing. Tapi, lagi-lagi film yang dinilai buruk justru mampu meraih pendapatan besar. Buktinya, mereka berhasil mengantongi pemasukan Box Office sebesar Rp3,5 triliun.

3. Detective Pikachu

https://www.youtube.com/embed/1roy4o4tqQM

Apa kamu suka dengan film berjudul Detective Pikachu yang dirilis pada 2019 lalu? Bagi banyak orang, penilaian diberikan cukup berimbang. Ada yang suka, dan ada juga yang melontarkan segudang kritik tajam. Faktanya, film arahan sutradara Rob Letterman ini mendapatkan skor sebesar 53 persen dalam laman Metacritic.

Secara jalan cerita, Detective Pikachu memang sudah dibuat mirip dengan versi game-nya. Namun, jika dinilai dari keseluruhan film, sebetulnya ada banyak kekurangan yang mungkin bisa ditingkatkan lagi. Oh ya, terlepas dari penilaian buruk para kritikus film, karya buatan Legendary Pictures ini mampu meraih penghasilan Rp6 triliun. Hebat juga, ya.

4. Child's Play

https://www.youtube.com/embed/PeHNLikDiVw

Unik, aneh, dan segar adalah nilai positif yang didapatkan dari Chucky, boneka menyeramkan yang bisa membunuh manusia. Well, sayangnya, deretan pujian tersebut tidak bisa ditampilkan dalam film berjudul Child's Play. Alih-alih menghidupkan kisah boneka legendaris, film garapan Lars Klevberg tersebut justru membenamkannya begitu saja.

Metacritic hanya memberikan 48 persen sebagai skor akhir dari karya yang dirilis pada 2019 tersebut. Meskipun bukan bertindak sebagai hakim yang mutlak, penilaian ini ternyata dirasa cukup adil oleh para penonton. Mereka menganggap bahwa sisi horor dalam Child's Play telah tertutup oleh adegan-adegan gore yang hanya mengedepankan kesadisan.

Baca Juga: 15 Film Terlaris Sepanjang Masa, Ada yang dari Tahun 1990-an!

5. John Carter

https://www.youtube.com/embed/nlvYKl1fjBI

John Carter adalah sebuah judul film yang dirilis pada 2012 lalu oleh Walt Disney Studios. Sebetulnya, ide fantasi dalam film ini dirasa cukup bagus. Ya, perang saudara dan kisah petualangan yang dibalut dengan efek CGI mumpuni seharusnya bisa mengangkat John Carter ke jajaran film-film papan atas lainnya.

Tapi apa mau dikata, film berdurasi 132 menit tersebut justru dinilai buruk dan kabarnya mereka mengalami kerugian lebih dari Rp1 triliun. Seberapa buruk film ini? Yang jelas, Rotten Tomatoes memberikan skor sebesar 52 persen dan ini merupakan skor yang relatif. So, bagaimana pendapatmu dengan film arahan sutradara Andrew Stanton ini?

6. The Curse of Llorona

https://www.youtube.com/embed/uOV-xMYQ7sk

Pantas saja Rotten Tomatoes hanya memberikan angka 28 persen untuk The Curse of Llorona. Bukan tanpa sebab, film arahan Michael Chaves ini tidak mampu membangkitkan aura seram pada tiap adegannya. Padahal, film ini masih dibuat dalam lingkaran yang sama dengan The Conjuring Universe. Bahkan, James Wan juga terlibat langsung sebagai produser.

Tidak biasanya James Wan menggarap film horor yang dinilai tidak seram dan garing. Alih-alih berteriak akibat jump scare, banyak penonton justru dibuat mengantuk. Kritikus film menilai bahwa efek dan teknik yang diberikan dalam film terlihat sangat kaku dan annoying (mengganggu). Untungnya, horor rilisan Warner Bros. Pictures ini mampu mengeruk laba sebesar Rp1,8 triliun.

7. F9

https://www.youtube.com/embed/aSiDu3Ywi8E

Tidak seperti seri-seri sebelumnya, F9 atau Fast & Furious 9 mendapatkan skor jeblok oleh beberapa kritikus film. IMDb hanya memberikan skor 5,2/10 dan Metacritic menjatuhkan keputusan di angka 58 persen. Bukan cuma itu, sebagian besar dari penggemar juga merasakan hal yang sama. Apa ada yang salah dengan karya garapan Original Film ini?

Secara umum, jalan cerita masih berkutat pada aksi dan kehebatan protagonis yang gak masuk akal sama sekali. Namun, F9 dirasa tidak bisa memberikan nuansa baru alias dinilai sangat membosankan.

Jika mengikuti serial Fast & Furious sejak awal mula dirilis, mungkin kamu bisa menemukan kekurangan di film terbarunya ini. Tapi, hebatnya, film yang dirilis 2021 ini mampu meraih pemasukan sebesar Rp10 triliun.

8. Snake Eyes: G.I. Joe Origins

https://www.youtube.com/embed/fOzewsswtGM

Jika penasaran dengan sosok Snake Eyes, kamu bisa menonton film berjudul Snake Eyes: G.I. Joe Origins arahan Robert Schwentke. Ya, dalam film berdurasi 121 menit tersebut menceritakan kisah dari karakter legendaris G.I. Joe bernama Snake Eyes. Namun, sayangnya, ada banyak pihak yang melancarkan kritik habis-habisan pada karya yang satu ini.

Pasalnya, ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan jalan cerita aslinya. Satu lagi, karakter Snake Eyes yang diperankan oleh Henry Golding dinilai kurang pas dan tidak menggambarkan sosok yang dingin. Nah, mungkin itu sebabnya Rotten Tomatoes hanya memberikan skor 36 persen. Oh ya, kabarnya film ini juga mengalami kerugian cukup besar dan tidak mampu bersaing dengan film-film Box Office lainnya.

9. Cats

https://www.youtube.com/embed/FtSd844cI7U

Jika melihat trailer di atas saja mungkin kamu sudah paham kenapa film berjudul Cats ini dianggap sebagai salah satu film terburuk yang pernah ada. Parahnya lagi, IMDb hanya memberikan skor 2,7/10 dan mereka telah menjadi hakim paling sadis dalam melontarkan kritik pedasnya. Tak sampai di situ, kabarnya, film arahan Tom Hooper ini mengalami kerugian ratusan miliar rupiah.

Efek CGI yang buruk, cerita yang absurd, dan lemahnya karakter menjadi sekian hal yang menjadikan Cats berujung pada bencana. Barangkali hal tersebut membuktikan bahwa film-film yang diadaptasi dari dunia broadway (teater profesional) tidak selamanya bisa diaplikasikan dengan baik ke layar lebar.

10. Dragonball: Evolution

https://www.youtube.com/embed/T4_wHfz2qUA

Tidak adil rasanya jika tidak memasukkan Dragonball: Evolution sebagai film terburuk yang pernah ada. Sebagai penggemar Dragon Ballz, penulis sendiri memang awalnya sangat skeptis dalam menyambut film garapan James Wong dan Stephen Chow ini. Akhirnya, terbukti sudah bahwa karya live action yang satu ini memang sangat buruk dan bahkan berujung pada hujatan dari para penggemar.

Sebutkan saja hal-hal keren dalam komik dan anime asli Dragon Ball, semuanya tidak akan dijumpai dalam film rilisan 20th Century Fox ini. Karakter yang berantakan, jalan cerita yang berbeda, dan buruknya efek CGI menjadi sebagian kecil dari banyak hal yang diamati oleh kritikus film. Tak ayal, Rotten Tomatoes hanya memberikan skor sebesar 15 persen untuk laga hidup bermodalkan Rp400 miliar ini.

Mungkin tidak semua dari kalian setuju dengan beberapa penilaian di atas. Namun, setidaknya, para kritikus film sudah melakukan tugasnya cukup baik kali ini. Apakah kamu juga sependapat dengan mereka?

Baca Juga: 11 Rekomendasi Film Ringan untuk Begadang

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Budi A.

Berita Terkini Lainnya