Comscore Tracker

Isi Waktu Senggang, 7 Film Horor yang Bisa Kamu Tonton Ulang di Rumah

Lebih baik nonton sebelum istirahat malam #HypeIDN

Saat pandemik COVID-19 seperti saat ini, tinggal di rumah tentu memakan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan waktu di luar rumah. Nah, kamu bisa melakukan apa pun di rumah secara online, mulai dari bekerja, belajar, kuliah, nonton film, atau main game.

Khusus yang suka nonton film horor, kamu bisa menonton ulang beberapa film horor di bawah ini sembari bernostalgia dan mengisi waktu luangmu. Film horor apa saja, ya, yang direkomendasikan untuk kamu tonton ulang? Yuk, disimak!

1. The Sixth Sense (1999)

https://www.youtube.com/embed/3-ZP95NF_Wk

The Sixth Sense adalah film bertema horor garapan Hollywood Pictures yang disutradarai oleh M. Night Shyamalan. Film ini bercerita mengenai hubungan seorang psikolog dengan anak laki-laki yang diduga memiliki kemampuan untuk melihat hantu. Nah, uniknya film ini cukup berbeda dengan film-film horor lainnya.

Jika di film horor lainnya kamu akan disuguhi banyak adegan dengan teknik jump scare, tidak dalam film berdurasi 107 menit ini. Sang sutradara dengan sangat baik justru memberikan kejutan di akhir jalan cerita dan itu akan membuatmu cukup terkesima dengan ide brilian tersebut.

Bruce Willis dan Haley Joel Osment selaku para aktor utama juga dapat mengeksekusi tugasnya dengan sangat baik. Satu lagi, film yang dirilis pada 1999 ini juga merupakan film horor tersukses di zamannya. Buktinya, film ini bisa mengantongi pendapatan sebesar 672 juta dolar AS atau Rp10 triliun, padahal modalnya hanya 40 juta dolar AS atau Rp590 miliar. Gimana? Yang jelas, cocok buat kamu yang ingin menonton film horor dengan kedalaman cerita menarik.

2. Ju-On: The Grudge (2002)

https://www.youtube.com/embed/PytX70Q8fW0

Bagi kamu yang fanatik dengan film horor Asia, nama besar waralaba Ju-On tentu menjadi salah satu minat tersendiri di zamannya. Nah, film Ju-On sendiri pada awalnya dirilis pada 2000 dengan judul Ju-On: The Curse hingga berlanjut pada seri kedua yang dirilis pada tahun yang sama.

Namun, Ju-On benar-benar mendapatkan nama tenarnya setelah perilisan film ketiganya yang berjudul Ju-On: The Grudge yang dirilis pada 2002 lalu. Dalam film tersebut, diceritakan mengenai kisah yang lebih mendalam mengenai rumah terkutuk yang ada di Jepang tersebut.

Secara umum film horor garapan Takashi Shimizu tersebut memang sedikit segaris dengan horor-horor Asia lainnya. Sosok hantu bernama Kayako digambarkan mirip dengan hantu-hantu Jepang atau Asia secara umum, yakni berambut panjang dengan wajah pucat dan sering muncul secara tiba-tiba untuk menjalankan terornya.

Bagi penulis sendiri yang sudah menonton semua seri Ju-On hingga akhir, film berdurasi 92 menit tersebut sebetulnya sudah tidak menakutkan layaknya film-film horor baru lainnya. Namun, bagi kamu yang suka dengan film horor, Ju-On: The Grudge juga bukanlah film yang buruk kok.

3. Hereditary (2018)

https://www.youtube.com/embed/V6wWKNij_1M

Bukan sekadar film horor biasa, Hereditary merupakan sebuah film horor yang memasukkan unsur seni dan psikologis di dalamnya. Kamu gak akan mendapatkan banyak jump scare layaknya The Conjuring atau Annabelle. Sebaliknya, film berdurasi 127 menit ini terasa tenang, menghanyutkan, dan cukup membuatmu merasa terancam akan sesuatu.

Film yang disutradarai oleh Ari Aster ini menceritakan tentang sebuah keluarga yang memiliki garis keturunan terkutuk. Jika dilihat dari ide ceritanya sebetulnya terdengar mainstream dan biasa-biasa saja. Namun, sang sutradara rupanya sukses membuat ide cerita sederhana menjadi sebuah rangkaian cerita yang cukup aneh dan mengerikan.

Kamu akan melihat beberapa adegan yang memang aneh dan mengerikan, misalnya kecelakaan yang melibatkan putusnya kepala anak kecil dan lain sebagainya. Yup, tunggu apa lagi? Kalau kamu suka sama hal-hal yang mengerikan, coba saja tonton film yang dibintangi oleh Toni Collette ini. Dijamin, gimana gitu.

Baca Juga: 5 Film Horor Australia Terseram yang Bikin Susah Tidur, Berani Nonton?

4. The Autopsy of Jane Doe (2016)

https://www.youtube.com/embed/mtTAhXuiRTc

Film-film horor yang berkaitan dengan kamar mayat dan autopsi di saat ini mungkin sudah tidak seheboh beberapa tahun lalu. Salah satu film horor yang berhubungan dengan autopsi jasad manusia adalah The Autopsy of Jane Doe yang dirilis pada 2016. Oh ya, Jane Doe sendiri bukanlah nama orang, melainkan nama yang diberikan tim forensik khusus untuk mayat tak dikenal.

Sebetulnya, film ini tidak begitu gamblang menceritakan mengenai hantu yang ada dalam film tersebut. Kebanyakan adegannya juga diwarnai dengan rasa takut dan teror dari hantu yang entah dari mana datangnya. Namun, tetap saja film berdurasi 86 menit tersebut cukup unik dan layak untuk kamu tonton kembali.

Dibintangi oleh Brian Cox dan Emile Hirsch, film garapan IM Global ini hanya mengantongi pendapatan 6 juta dolar AS atau Rp88 miliar. Bukan pendapatan yang bagus untuk sekelas film Hollywood. Namun, gak ada salahnya deh kamu tonton ulang film ini, lumayan untuk menambah ketegangan di malam hari.

5. Shutter (2004)

https://www.youtube.com/embed/CZ6a5tLA8o4

Lagi-lagi, film horor Asia berusaha unjuk gigi. Kali ini, Thailand yang mendapatkan giliran untuk membuktikan film-film garapannya. Nah, salah satu film horor Thailand yang cukup dikenal di kalangan pencinta horor adalah Shutter.

Film garapan sutradara Banjong Pisanthanakun ini bisa dikatakan cukup sukses dan dianggap memiliki ide yang orisinal. Buktinya, film berdurasi 97 menit tersebut dibuat ulang dalam versi Hollywood berjudul sama pada 2008 lalu.

Film ini menceritakan tentang seorang fotografer yang selalu merasa dihantui oleh sosok hantu dalam kehidupan sehari-harinya. Tentunya, kamu penasaran siapa hantu tersebut dan bagaimana ia melakukan terornya terhadap si fotografer, bukan? Yuk, tonton saja film yang dirilis 2004 ini di malam hari. Dijamin seru!

6. Host (2020)

https://www.youtube.com/embed/SNlKbqHqGcY

Host adalah film horor yang mengadaptasi kondisi pandemik COVID-19 yang mengharuskan banyak orang untuk menjalani rutinitas new normal, salah satunya berkomunikasi di rumah menggunakan media online seperti Zoom, WhatsApp, Google Meet, Skype, dan lain sebagainya.

Nah, apa jadinya jika kamu dan teman-temanmu sedang melakukan komunikasi menggunakan video tatap muka dan mengalami gangguan supernatural? Ya, film berdurasi 57 menit ini menceritakan kejadian seperti itu. Sekelompok orang yang melakukan ritual pemanggilan arwah secara online mendadak bernasib buruk dan mengancam nyawa mereka.

Ide ceritanya cukup sederhana, namun bisa dieksekusi dengan baik dan menghasilkan film yang memiliki cara pandang baru karena mengadaptasi cara-cara new normal di saat wabah ini. Penasaran seperti apa kengerian yang mereka hadapi? Langsung saja, deh tonton film garapan sutradara Rob Savage ini.

7. Lights Out (2016)

https://www.youtube.com/embed/6LiKKFZyhRU

Film yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures ini menceritakan tentang kejadian mengerikan atau teror yang terjadi pada saat kondisi gelap gulita. Sebetulnya, latar belakang cerita dalam film ini masih sangat dangkal dan tidak diceritakan secara gamblang mengenai sosok menakutkan yang ada dalam film ini.

Namun, Lights Out akan tetap membuatmu merasakan takut dan ngeri karena gelapnya ruangan. Film yang disutradarai oleh David Sandberg ini menuai kesuksesan yang cukup besar. Buktinya, film ini mampu meraih pendapatan box office sebesar Rp2 triliun. Tidak mengherankan juga sih mengingat ada peran James Wan sebagai produsernya.

Nah, kalau kamu merencanakan untuk menonton film berdurasi 81 menit ini malam nanti, jangan lupa matikan lampu kamarmu. Siapa tahu kamu bisa melihat ada bayangan atau sesuatu di pojok kamarmu. Seru, kan?

Itulah beberapa rekomendasi film horor yang bisa kamu tonton ulang di malam hari. Bagaimana? Apa kamu berani menonton semuanya?

Baca Juga: 5 Film Drama yang Punya Unsur Ngeri, Gak Kalah dari Genre Horor!

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya