Comscore Tracker

7 Film Berdurasi Panjang yang Layak Sita Akhir Pekanmu 

Sekali seumur hidup, apa salahnya menonton film ini?

Durasi standar film fitur pada umumnya berada pada kisaran 1-2 jam. Lebih dari itu, penonton akan terintimidasi karena khawatir bosan atau tak punya waktu. Menariknya, tak semua sutradara mengamini hal tersebut. Beberapa mengambil risiko dengan membuat karya dengan durasi 3 bahkan 7 jam. 

Waktu adalah hal yang tak bisa kembali. Bukan hal yang berlebihan bila kita dianjurkan menggunakannya sebaik mungkin. Salah satunya memilih dengan jeli apa saja yang layak menyita waktumu.

Kalau tertarik mengisi waktu luangmu dengan film berdurasi panjang, silakan coba tujuh judul berikut. Dijamin tak menyesal.

1. Jeanne Dielman, 23 quai du Commerce, 1080 Bruxelles (1975)

https://www.youtube.com/embed/Ih3nBxjkBH8

Jeanne Dilman adalah nama tokoh utama dalam film garapan Chantal Akerman ini. Ia dipotret sebagai sosok janda yang sering menghabiskan waktunya di dalam rumah.

Melalui kamera statis, penonton akan diajak mengamati keseharian sang lakon. Memasak, mencuci baju, menonton televisi, hingga membersihkan lantai. Sampai akhirnya kita dikejutkan dengan pekerjaan tak biasa yang ternyata dilakoni Dilman untuk bertahan hidup dan mengatasi rasa bosannya.

Jeanne Dielman, 23 quai du Commerce, 1080 Bruxelles masuk dalam salah satu film klasik legendaris dunia yang hak distribusinya dibeli Criterion. 

2. Shoah (1985)

https://www.youtube.com/embed/S7z8lOvfskk

Shoah diambil dari bahasa Ibrani yang berarti holocaust. Tidak seperti film-film holocaust pada umumnya yang sudah melalui proses dramatisasi atau berupa kumpulan footage, buah pikiran Claude Lanzmann ini merupakan kumpulan wawancara yang ia lakukan pada para penyintas tragedi kemanusiaan tersebut. 

Shoah hanya berupa audio karena tak semua penyintas bersedia membuka identitasnya. Lanzmann butuh 11 tahun untuk menyelesaikan proyek ini. Sungguh dedikasi yang tak terbantahkan. 

3. Satantango (1994)

https://www.youtube.com/embed/npqnKe8O0dE

Usai sukses dengan beberapa karya sebelumnya, pada 1994 Bela Tarr mengambil risiko dengan membuat film berdurasi 7 jam berjudul Satantango. Sesuai judulnya, film ini bagaikan tango atau kumpulan cerita yang tak saling berkaitan, tetapi masih dalam satu tema dan latar yang sama. 

Satantango berlatarkan Hungaria menjelang kejatuhan komunis. Saat itu, para petani di pedesaan terkumpul dalam satu asosiasi yang disebut kolkhoz. Namun, menjelang akhir tahun 1980-an, hidup mereka makin sulit. 

Baca Juga: 10 Rekomendasi Film India Gelombang Baru, Lebih Realistis dan Inklusif

4. Once Upon a Time in Anatolia (2011)

https://www.youtube.com/embed/oMxDtfN2U_0

Berlatarkan perbukitan di Anatolia, satuan polisi dan detektif bekerja menguak misteri penemuan jenazah. Mereka berkejaran dengan waktu dan kepentingannya masing-masing. Meski telah menangkap beberapa tersangka, ternyata menguak kasus di tengah wilayah yang luas tersebut bukan hal mudah. 

Once Upon a Time in Anatolia tayang perdana di Cannes Film Festival dan berhasil merebut Grand Prix. Usai sukses dengan karya ini, Nuri Bilge Ceylan, sang sutradara kembali menuai pujian lewat film Winter Sleep dan The Wild Pear Tree. Ceylan dikenal sebagai ahli genre eksistensialisme. 

5. Norte, the End of History (2013)

https://www.youtube.com/embed/nzpfJrlL4SE

Norte, the End of History merupakan film Filipina yang tayang di Cannes pada 2013. Berdurasi 3 jam, penonton akan diperkenalkan pada dua pria yang berhutang pada rentenir. Berniat menghilangkan beban utang, mereka pun merencanakan pembunuhan pada sang rentenir dan keluarganya. 

Film ini bertema pertentangan moral yang kemudian dimasukkan dalam kategori tema "Crime and Punishment". Tema tersebut muncul setelah kesuksesan novel berjudul sama karya sastrawan Rusia, Fyodor Dostoevsky. 

6. Happy Hour (2015)

https://www.youtube.com/embed/KQ_4vQj8Jbw

Meski berdurasi lebih dari 5 jam, banyak yang bilang film asal Jepang ini layak diapresiasi. Happy Hour merupakan kisah persahabatan empat perempuan yang berusia 30-an. Mereka tinggal di sebuah kota kecil bernama Kobe yang berada di pesisir laut dan menekuni profesi yang berbeda. Kehidupan personal mereka pun bervariasi. 

Film ini digarap Ryusuke Hamaguchi yang tahun lalu merilis Drive My Car. Sesuai dengan gaya artistik khas sang empu, Happy Hour penuh dengan dialog penuh makna yang reflektif dan menenangkan. 

7. Mr. Bachmann and His Class (2021)

https://www.youtube.com/embed/D-jxJ0IowuY

Berdurasi hampir 4 jam, film asal Jerman ini merupakan dokumentasi kegiatan belajar mengajar yang dilakukan seorang guru bernama Pak Bachmann. Kelasnya berisi anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk para imigran asal Eropa Timur dan Timur Tengah. Menariknya cara mengajar Pak Bachmann jauh dari kesan konvensional.

Banyak pelajaran tentang parenting yang bisa dipetik dari sini. Termasuk mengajarkan anak untuk jadi pribadi yang kritis, toleran, serta bisa menerima diri sendiri. Rasanya ingin deh punya guru seperti Pak Bachmann saat kita sekolah dulu. 

Sebelum memutuskan nonton ketujuh film di atas, pastikan kamu benar-benar memiliki waktu luang yang cukup. Atau, coba tonton sambil melakukan pekerjaan rumah ringan macam setrika. Pasti bikin akhir pekanmu lebih bermanfaat.

Baca Juga: 15 Film Netflix 2022 Jebolan Festival Film Bergengsi, Patut Dinanti!

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Dwi Rohmatusyarifah

Berita Terkini Lainnya