5 Film Hollywood tentang Penembakan Massal di Sekolah, Tragis!

Ada yang sampai menginspirasi pelaku, lho

Penembakan di sekolah masih menjadi peristiwa memilukan yang sering terjadi di Amerika Serikat. Terhitung sudah ribuan lebih tragedi penembakan sekolah yang terjadi sejak 1970. Sampai-sampai, setiap sekolah di Amerika selalu menggalakkan pelatihan menghadapi insiden penembakan yang malah membuat siswa semakin cemas.

Penembakan di sekolah tentu sangat berpengaruh terhadap psikologis korban. Banyak murid yang mengalami trauma mendalam melihat teman-temannya ditembak secara massal. Namun, tidak sedikit pula film Hollywood yang mengangkat peristiwa penembakan massal di sekolah.

1. The Fallout (2022) 

https://www.youtube.com/embed/Gtl-6RCOl84

Baru tayang tahun ini, The Fallout yang dibintagi oleh Jenny Ortega dan Maddy Ziegler berfokus pada survivor penembakan sekolah. Tragedi ini sangat berpengaruh terhadap mental para korban. The Fallout berhasil menggambarkan realita yang terjadi pada banyak siswa di Amerika yang hidup dalam ketakutan.

Setelah insiden mengerikan terjadi di sekolahnya, seorang siswa bernama Vada mulai menjauh dari keluarga dan rutinitasnya. Ia pun kesulitan untuk kembali hidup normal setelah mengalami tragedi yang membuatnya trauma. Sampai akhirnya Vada bertemu Mia yang juga merupakan survivor sama seperti dirinya.

Keduanya semakin sering menghabiskan waktu bersama dengan saling membantu mengatasi trauma masing-masing. The Fallout yang disutradarai oleh Megan Park sukses memperlihatkan kondisi psikologis para korban penembakan.

2. We Need to Talk About Kevin (2011) 

https://www.youtube.com/embed/SfQaRK3BCYU

We Need to Talk About Kevin mengupas dari sisi pelaku penembakan sekolah. Pelaku di film ini digambarkan sebagai sosok psikopat karena pola asuhan. Kevin begitu membenci ibunya karena Eva diperlihatkan kurang siap secara mental sebagai seorang ibu. Ia tidak pernah menunjukkan kesenangannya atas kelahiran sang buah hati.

Tidak adanya ikatan kuat antara ibu dan anak juga menjadi salah satu penyebab Kevin memiliki kelainan mental. Anehnya, Kevin selalu melakukan perbuatan di atas batas wajar jika tidak ada ayahnya. Kevin yang diperankan oleh Ezra Miller melakukan penembakan di sekolah karena memang memiliki kepribadian yang terganggu sejak dini.

3. Elephant (2003) 

https://www.youtube.com/embed/htlsOf3PnGY

Perkembangan teknologi dapat memicu manusia untuk melakukan kekerasan. Hal ini dikemukakan George Gerbner dalam teori kultivasi. Adanya kekerasan dalam tayangan televisi atau video game dapat mempengaruhi individu melakukan imitasi, seperti yang digambarkan dalam film Elephant.

Dua orang siswa SMA melakukan penembakan massal di sekolah karena terlalu sering melihat kekerasan serupa di permainan game miliknya. Terlebih, Alex dan John memang memiliki masalah dengan kedua orangtuanya yang alkoholik. Tidak adanya kontrol orangtua menjadi salah satu pemicu seseorang dapat melakukan hal nekat.

Elephant terinspirasi dari kisah nyata penembakan di Columbine High School pada 1999. Film ini juga sempat kontroversial pada masanya karena menginspirasi kejadian serupa. Seorang siswa bernama Jeff Waise melakukan penembakan di Red Lake pada 2005 setelah menonton film ini.

Baca Juga: Main Film Biopik, 7 Artis Hollywood Sukses Bikin Pangling!

4. Mass (2021) 

https://www.youtube.com/embed/WgvsfKhGdgI

Tragedi penembakan sekolah tidak hanya berdampak pada korban saja, tetapi juga keluarganya. Film Mass yang disutrdarai Fran Kranz ini mengambil sudut pandang keluarga korban penembakan massal di sekolah. Tidak dapat terbayangkan bagaimana sedihnya para orangtua yang kehilangan anak-anaknya karena peristiwa ini.

Mass dibintangi oleh Ann Dowd, Reed Birney, Jason Isaacs, dan Martha Plimpton. Film ini bercerita tentang orangtua dari pelaku dan korban yang dipertemukan. Mereka semua saling bertanya dan berbagi tentang memori memilukan atas kepergian anaknya enam tahun yang lalu setelah tragedi penembakan di sekolah.

5. We Are Columbine (2019)

https://www.youtube.com/embed/D3LotpICELc

Film ini menceritakan empat korban selamat yang dipertemukan 20 tahun setelah tragedi terjadi. Penembakan massal di sekolah yang menyebabkan tewasnya 13 siswa ini masih menyisakan trauma mendalam terhadap para survivor. Film dokumenter ini menunjukkan kepedihan mereka mengenang kematian teman-temannya secara tragis.

We Are Columbine sendiri disutradarai oleh Laura Farber yang merupakan salah satu korban selamat. Ia merupakan murid baru saat peristiwa menyedihkan ini terjadi. Laura pun mengumpulkan survivor lain untuk menceritakan bagaimana mereka mengatasi traumanya.

Penembakan di sekolah masih menjadi ironi pendidikan di Amerika Serikat terlepas dari majunya negara adidaya ini. Tentu, dengan menonton kelima film di atas kita dapat memetik berbagai pelajaran, salah satunya cara untuk mengatasi trauma mendalam.

Baca Juga: 10 Film Romantis Hollywood Bertema Cinta Manusia dan Makhluk Lain

Emma Kaes Photo Verified Writer Emma Kaes

Welcome to my alter ego

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Naufal Al Rahman

Berita Terkini Lainnya