Comscore Tracker

Punya Instagram, Ini 7 Foto Pertama Herjunot Ali yang Penuh Makna

Beda deh dari artis lainnya

Instagram saat ini menjadi media sosial paling populer di kalangan netizen Indonesia. Tak hanya orang biasa namun hampir semua artis memiliki instagram untuk membagikan kegiatannya sehari-hari bareng fans.

Salah satu artis yang paling ditunggu kehadirannya di Instagram adalah Herjunot Ali. Sering muncul di akun sang pacar, Tatjana Saphira, membuat banyak fans kangen. Akhirnya tepat di hari ulang tahunnya kemarin, Junot membuka akun Instagram-nya untuk pertama kalinya.

Menariknya unggahan dari Junot selalu menyimpan makna yang unik. Setiap ceritanya bisa menginspirasi pengikutnya. Seperti apa sih? Simak di bawah ini.

1. Tipe artis yang gak sombong, dia ngajakin kenalan pengikutnya.

1-18258e957fa07085bc4f575fea282ad6.jpginstagram.com/herjunotali.studio

I’m turning 32 today and thank you for all the wishes. Ok, and now I’m ready.
Hello Instagram, I would love to get to know each of you better. Kita kenalan dong.

Nama kamu siapa, kamu dari mana? dan apa yang kamu suka dalam hidup?
Me first, my name is Junot, from Jakarta. What fascinates me in life are sharks and street photography. Your turn. #BRBGKLTR

2. Dengan hastag #BRBGKLTR "Berbagi Kultur", Junot mulai menulis kisah-kisahnya.

2-2359079959ec358063fb800fbcb326ec.jpginstagram.com/herjunotali.studio

#BRBGKLTR "Berbagi Kultur"

Hallo, terima kasih buat sambutan hangat dari teman-teman. Bisa kenal kalian satu-satu, tau asal kalian dari mana dan apa yang kalian suka, ngebuat saya pengen banget ketemu suatu saat nanti, mudah-mudahan kita bisa jodoh untuk ketemu di masa datang ya!

Udah lama saya tertarik untuk berbagi sebuah tulisan atau pun sekedar buah pikiran dari perjalanan saya sejauh ini.

Dengan berkembangnya sosial media, saya rasa Instagram adalah ruang yang paling tepat untuk saya berbagi. Dimulai dari pengalaman mengabadikan moment, sampai berbagi cerita yang saya rasa menarik untuk dijadikan sebuah diskusi.

Untuk memberi penjelasan dan perbedaan dari akun-akun Instagram atas nama sejenis. Maka saat ini saya ingin memberikan klarifikasi bahwa ini adalah sungguh akun saya. Walaupun belum terverifikasi, mudah-mudahan bisa mewakili.

Tulisan yang saya buat dalam #BRBGKLTR merupakan sebuah refleksi diri. Pengungkapan kisah lama penuh nostalgia dari kumpulan romantisme saya dalam suatu persepsi. Yang saya harapkan hanyalah keikutsertaan teman-teman budiman dalam mengungkapkan pikiran secara objektif dan terarah agar kita bisa sama-sama membangun diri. Terlebih, syukur kita panjatkan jika kita bisa memberi inspirasi positif terhadap individu-individu pasif yang hanya akan membaca buah pikiran kita pada kolom komentar.

Akan banyak hal-hal yang subliminal, makna-makna yang tersirat, dimana saya berharap akan mampu untuk mengasah kemampuan kita dalam menganalisa tanpa menelan bulat-bulat apa yang kita dapat.

Kita semua adalah pembelajar, dan saya hanyalah seorang kurator dari cerita-cerita yang menarik bagi saya.

Selamat datang pada akun ini. Salam hangat saya dan penuh cinta kasih untuk kalian.

Herjunot Ali,
a learner with a story to tell.

3. Pertama, Junot mulai menceritakan keadaan kota Berlin, Jerman mulai dari suasana kotanya hingga penduduknya.

3-6d529eee87160f4474cb070c7a701471.jpginstagram.com/herjunotali.studio

#BRBGKLTR “Berlin”

Post pertama saya tentang berbagi kultur, saya akan dedikasikan untuk mengajak teman-teman “jalan” menuju Berlin.

Satu hal yang saya tau tentang Berlin adalah kamu tidak perlu tau apa-apa tentang kota ini.. Membingungkan memang. Tapi saya katakan demikian karena cukup dengan keinginan yang kuat untuk mengeksplorasinya, maka kamu akan berada pada sebuah labirin misteri yang mencekam dan menawan pada saat yang bersamaan.

Berlin begitu “gelap” dan misterius. Setiap sudut kota ini seolah mampu bercerita dengan caranya sendiri. Kamu bisa merasakan banyak energi yang ada di sana entah itu perasaan sedih, marah, hangat, ataupun euforia kebebasan dari cerita kelam mereka.

Berlin mengajarkan saya untuk mulai kembali menggunakan indra perasa dalam memahami hal-hal yang tersirat, yang jujur sudah jarang saya gunakan dalam memahami kehidupan sehari-hari di kota tercinta. Hari-hari yang saya pikir akan berjalan biasa-biasa saja menjadi salah satu perjalanan kultur terbaik yang pernah saya rasakan dalam hidup.

Bagaimana tidak, kota ini adalah kota yang “seolah-olah” melarang masyarakatnya untuk berlaku dan berpikir mainstream. Bahkan hal-hal mainstream di Berlin terasa begitu sidestream. Mulai dari scene musik (Techno Clubs), seni lukis jalanan (Grafitti), kebebasan berekspresi dan disiplin waktu tingkat dewa yang bisa membuat pemalas sekalipun bertekuk lutut pada sistem kotanya.

Lalu bagaimana dengan masyarakatnya? Apakah mereka intimidatif tehadap pendatang? Menurut saya, jangan mudah terbawa perasaan di sini. Karena Berliner memiliki caranya sendiri dalam memberikan perasaan selamat datang pada pengunjungnya. Masyarakat di kota ini sangat apa adanya. Lurus, langsung, dan tanpa basa basi. Kamu dinilai dari ETOS. Ketika kamu dinilai “memiliki HAL baik” maka kamu akan diperlakukan dengan baik, begitu pula sebaliknya. Aturan adalah aturan, titik.

Pada akhirnya jika kamu penikmat musik, penikmat seni, dan penikmat kebebasan berekspresi. Teman-teman saya doakan bisa datang ke sini jika “sempat”, maka Berlin akan menyentuh mu dengan caranya.

4. Junot suka sekali fotografi, dari satu foto yang dia jepret bisa menceritakan banyak hal seperti ini.

4-3d73c931006c031c3130320ea381f350.jpginstagram.com/herjunotali.studio

#BRBGKLTR "Frenchman in Paris"

Kalau kemarin saya ajak teman-teman “jalan” ke Berlin. Sekarang saya akan share post pertama saya tentang fotografi. Seperti yang saya bilang di awal posting perkenalan dengan teman-teman dengan hashtag #BRBGKLTR. Ikan hiu dan Seni fotografi jalanan adalah hal yang paling menarik buat saya.

Fotografi adalah cara saya menghibur diri, pelipur lara dari segala kepenatan yang saya temui dalam kehidupan sehari-hari. Dan fotografi jalanan khususnya, adalah cara saya melatih intuisi, “melihat”, dan memahami. Gambar itu bisa menyimpan sejuta makna, ribuan interpretasi, yang personal, romantis, dan juga magis.

Bagi saya menangkap suatu momen di “jalanan” dalam sebuah foto adalah hal yang rumit namun mungkin. Kamu punya kesempatan 50-50 dalam hal tersebut, dan banyak kemungkinan yang akan terjadi. Namun kamu hanya butuh sepersekian millidetik untuk menggabungkan momen, ketepatan waktu untuk memencet tombol kamera, dan keberuntungan untuk tidak ketahuan dan dimarahi si objek foto.

Entah kenapa, momen di dalam foto ini begitu personal buat saya. Saya tersenyum dan tidak berhenti memandangi hasil foto ini dalam beberapa waktu dan sampai sekarang. Mungkin karena seolah saya berhasil mendapatkan seluruh kombinasi cerita tentang Paris yang bisa tersirat pada sosok pria ini. Mungkin namanya Jean atau kita sebut saja Mawar.

Saya merasa wajah pria ini Perancis sekali, mengingatkan saya pada penjahat di film Oceans Twelve yang jadi musuh dari Mr. Ocean. Ke “Prancisan” nya terlihat dalam setiap pergerakan elegan tanpa usaha, pandanglah juga detail padu padan baju yang dikenakan. Dan satu hal yang paling esensi buat saya, adalah keseluruhan gaya tanpa pretensi.

Ditengah padatnya sore itu di kereta bawah tanah Paris, tepatnya di stasiun Republique. Dia masuk dengan raut lelah, membuka buku dan membaca.. Dan saya mengambil gambarnya.

Terima kasih Monsieur Jean.

Baca juga: Jarang Pamer, 10 Foto Ini Bukti Tatjana Saphira dan Junot Pacarannya Awet

5. Tak sekedar mengunggah foto selfie, Junot lebih banyak bercerita tentang orang-orang yang ditemuinya dengan makna tersembunyi yang menginspirasi.

5-16f4150da9ac02006e97d1162f53d912.jpginstagram.com/herjunotali.studio

#BRBGKLTR "The Walk of Dedication"

Berapa banyak dari kita yang bisa sepenuh hati melakukan apa yang kita suka untuk hidup? Sedikit yang mampu memang, karena katanya idealisme adalah hal termewah yg dimiliki anak muda.

Saya melihat Mas ini sepanjang waktu selama kurang lebih 30 menit di area Montmartre, Paris. Saya perhatikan keadaan sekitar, dimana orang berlalu lalang di depan Beliau tanpa peduli. Satu hal yg saya lihat jelas dari raut wajahnya adalah sebuah kepastian!. “Ketidakpedulian”nya terhadap dunia luar telah mendatangkan “makanan” tersendiri bagi jiwanya.

Dia hanya fokus pada “penonton”nya, yaitu saya. Walaupun hanya saya seorang diri, namun dia tetap “menghibur” saya sepenuh hati. Saya pun tidak berhenti mengambil gambarnya sampai pada satu titik dimana saya hanya duduk untuk “mengamati”.

Dan dalam lamunan itu, saya berpikir.. Apa gerangan yg ada di dalam pikiran orang ini? Adakah hal lain yg dia lakukan untuk menyambung hidup? Dan apakah itu, “cukup”?

Semakin liar pikiran saya dlm melihat romantisme ini dan timbullah sebuah asumsi. “Oh, Mungkin hanya ini yg dia tau tanpa peduli berapa banyak habis waktu & tenaga.”

Mungkinkah hanya ini yang dia bisa?
Mungkinkah ini, yang namanya cinta?

Hidup merupakan misteri tak berujung, yang setiap detail kisahnya bisa terceritakan pada anak cucu kita nanti. Jika memang demikian adanya, maka sudahkah kamu mempersiapkan “cerita”mu untuk “mereka” kelak?

Dulu ketika saya kecil, sulit terbayangkan bisa sukses dengan menjadi pemain skate seperti Tony Hawk. Namun jaman telah berubah sekarang. Limitasi saya terhadap mimpi menjadi tidak terbatas karena hal itu hanya tergantung dari seberapa “besar” saya untuk mimpi saya. Saat ini kamu bisa jadi apapun yang kamu mau tanpa perlu khawatir karena dedikasi, konsistensi, & “kejujuran” dalam karyamu akan mendatangkan “kecukupan” dengan sendirinya.

Namun MIMPI lah terlebih dahulu! Karena kamu adalah MIMPI mu 10 tahun yg lalu & 10 tahun yg akan datang. Jika Bermimpi saja yang GRATIS kamu tidak berani. Bagaimana kamu berani menghadapi kenyataan hidup?

Teman-temanku yang sukses di masa datang. Sebesar apa mimpimu sekarang? Dan apa yang sudah kamu lakukan untuk mewujudkannya?

6. Pacaran sehat ala Junot dan Tatjana Saphira adalah saling berbagi persepsi dan menuangkannya dalam tulisan inspiratif seperti ini.

6-ec2774f8ff6f7de55cb145ff5f27f2e4.jpginstagram.com/herjunotali.studio

#BRBGKLTR "High Definiton of Beauty"

Saya “menemui”-nya di tempat berkumpulnya para seniman dunia di kota Berlin. Sebut saja Indah atau mungkin juga namanya Lidya. Saat itu dia sedang berjalan menikmati setiap sudut lukisan dinding yang berada di Haus Schwarzenberg.

Setiap langkah nya menyiratkan sesuatu, semakin dekat dan semakin dekat dengannya. Dan saat itu pun saya terpana. Kecantikan yang apa adanya terpancar dari setiap gerik mata, tubuh. Semuanya.
Ah, Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan segala keindahannya gumam saya saat itu.

Tidak harus putih mulus, tidak juga berambut lurus, atau bukan juga harus make up lenong yang membuat wanita bisa cantik seutuhnya. Melainkan kesederhanaan yang bisa terpancar dari suatu kompleksitas. Hal inilah yg akan jadi sebuah esensi dalam setiap 10 detik awal “pertemuan”mu dengan dunia luar. Dan ini tidak hanya berlaku untuk perempuan, melainkan manusia secara keseluruhan.

Saya percaya kamu adalah 25% buku yang kamu baca, 25% musik yang kamu dengar, 25% film yang kamu tonton, dan selebihnya adalah gabungan antara cara kamu memandang politik dan bagaimana cara kamu memperlakukan orang lain.

Dan tidak lupa yang paling penting. Adalah bagaimana cara kamu mencintai diri mu dengan “wajar”. “Itulah” yang akan memancarkan aura mu dari dalam sehingga tanpa perlu terlalu “berusaha”, “Kehadiran” mu dalam sebuah medium sudah mampu “bicara” dengan sendirinya. Karena bagi saya, Intelektualiatas adalah definisi cantik yang modern.

Apa definisi cantik menurut mu?

Ditulis oleh saya dan Tatjana Saphira

7. Selain aktor, Junot juga menceritakan ketertarikannya belajar musik sampai ke Berlin.

7-107def554278b4abe30b7c74f7b2d5aa.jpginstagram.com/herjunotali.studio

#BRBGKLTR "The Sanctity of Berghain"

Terlalu berlebihan rasanya bagi saya ketika saya mengatakan bahwa tempat ini adalah satu-satunya alasan saya pergi ke Berlin. Bukan Ibiza ataupun Coachella atau juga Glastonbury yang menjadi destinasi utama observasi kultur musik saya. Melainkan tempat ini. Club ini, BERGHAIN.

Bagi sebagian orang yang baru bergabung dengan akun ini, terlebih dahulu saya ingin memberikan informasi bahwa selain sebagai Aktor, saya juga seorang Disk Jockey.Untuk para pencinta musik Techno seperti saya. Mendengar nama Berghain adalah mendengar sebuah MITOS.

Kebanyakan menyebutnya club terbaik di dunia. Masih diperdebatkan memang karena seni, kesenian, ataupun berkesenian adalah hitungan preferensi. Tapi tempat ini memang begitu “menakutkan” dengan segala cerita yang tersemat di dalamnya. “Kebijakan pintu masuk” terabsurd yang pernah ada.

Bukan karena kamu mampu untuk membayar, tidak juga karena kamu memiliki selera pakaian yang baik, bukan juga karena selera musik mu mumpuni, atau kamu sudah bepergian pulahan ribu mil jauhnya untuk menuju tempat ini yang dapat membuat kamu masuk.

Melainkan hal-hal yang tidak terukur. Kamu tidak akan pernah tau kenapa kamu bisa masuk, atau ditolak masuk. Seolah perhitungan nasib mu ada di dalam club tersebut hanya bernilai lemparan dadu.
Dan “algojo” penentu kehadiranmu di Berghain adalah seorang bernama Sven Marquardt.

Saking “sakral” nya tempat ini sampai para penyuka musik Techno di Berlin menyebutnya dengan sebutan “Gereja”, dan jangan pernah main-main soal musik di sini, karena bagi mereka musik adalah “agama”. Informasi ini bukanlah opini penulis melainkan informasi yang penulis dapat dari hasil selancar dunia maya.

Saya sampai di tolak masuk 9 kali sampai percobaan ke 10, akhirnya saya bisa merasakan atmosfer magis yang ada di dalam Berghain. Sungguh pengalaman spiritual yang tidak terlupakan, dengan dentuman kualitas sistem suara yang belum pernah saya rasakan sepanjang hidup.

Jika kamu penyuka musik Techno seperti saya. Cobalah “peruntungan” mu datang ke sini, semoga kamu tidak di tolak sembilan kali. Dan suatu saat kita bisa bicara dalam “frekuensi” yang sama.

Bagaimana, menginspirasi bukan? Apalagi Junot selalu mengakhiri ceritanya dengan kalimat inspiratif dan mau mendengar cerita dari perspektif para fansnya. Sungguh hal baru di dunia instagram para artis. Sukses terus ya Junot...

Baca juga: Postingan Pertama Instagram 10 Seleb Tanah Air Ini, Filter Fotonya Jadul Banget

Line Ads

Topic:

Just For You

I Want More !