Comscore Tracker

Perfilman Indonesia Optimis Menuju Endemik, Yuk Kita Dukung!

Industri film Indonesia bakal bangkit!

Pandemik yang melanda sejak awal 2020 berhasil menggoyahkan berbagai industri. Perfilman menjadi salah satu yang ikut terdampak akibat hadirnya COVID-19. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi mobilitas masyarakat membuat ruang publik seperti bioskop mesti ditutup sementara waktu. 

Alhasil, industri perfilman mau tak mau mesti menunggu. Produktivitas dunia perfilman terpaksa terhenti sejenak. Insan kreatif mesti memutar otak. Bagaikan dua mata pedang, pandemik berhasil membuat platform distribusi digital tumbuh dan makin merebak luas. 

Film-film yang selama ini hanya bisa diputar di bioskop mulai memasuki ranah digital dan bisa dinikmati langsung dari rumah. Sayangnya, seiring dengan kemudahan menikmati karya, pembajakan juga turut berkembang pesat. Walau begitu, Chand Parwez Servia, produser dan pengusaha rumah produksi Indonesia StarVision tetap optimistis.

1. Perfilman Indonesia sudah menyiapkan karya-karya terbaiknya untuk diputar di bioskop

Perfilman Indonesia Optimis Menuju Endemik, Yuk Kita Dukung!Chand Parwez menghadiri diskusi panel Sundance Film Festival: Asia bertajuk “Indonesian Film Industry From 2016 Boom, Pandemic Era, to Post Pandemic Potential”. (Tangkapan Layar TikTok/Ezri TS)

Dalam diskusi panel Sundance Film Festival: Asia bertajuk “Indonesian Film Industry From 2016 Boom, Pandemic Era, to Post Pandemic Potential”, Chand Parwez mengatakan bahwa selama era pandemik ini pun perfilman Indonesia akan bangkit. 

“Saya barusan sudah mempersiapkan tiga film sampai Desember bisa rilis, Angga sudah menyiapkan ‘Nussa’, Mbak Mira sudah siap dengan ‘Paranoia’, dan saya yakin, bahwa semua akan siap merayakan bioskop kembali untuk bisa kita kunjungi,” tuturnya. 

Baca Juga: Sundance Film Festival Segera Mulai, Ini 8 Film yang Bisa Kamu Tonton

2. Bakal ada breakthrough di dunia perfilman

Perfilman Indonesia Optimis Menuju Endemik, Yuk Kita Dukung!Angga Sasongko menghadiri diskusi panel Sundance Film Festival: Asia bertajuk “Indonesian Film Industry From 2016 Boom, Pandemic Era, to Post Pandemic Potential”. (Tangkapan Layar TikTok/Ezri TS)

Angga Sasongko, produser sekaligus sutradara kenamaan juga menambahkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, akan ada breakthrough di dunia perfilman. Mira Lesmana yang terkenal dengan film-film drama yang menghangatkan hati akan membuat karya thriller

“Atau yang saya dengar Pak Parwez lagi bikin film Sci-Fi. Visinema lagi mencoba bikin film horor dengan gayanya Visinema. Kan seru, gitu, ya. Kita akan bisa melihat sesuatu yg menarik dan seru setelah pandemik,” tambahnya. 

3. Potensi-potensi baru akan muncul

Perfilman Indonesia Optimis Menuju Endemik, Yuk Kita Dukung!Mira Lesmana menghadiri diskusi panel Sundance Film Festival: Asia bertajuk “Indonesian Film Industry From 2016 Boom, Pandemic Era, to Post Pandemic Potential”. (Tangkapan Layar TikTok/Ezri TS)

Menurut Mira Lesmana, masalah-masalah yang ada pada saat ini akan melahirkan ide-ide baru. Larangan, paksaan, sensor, pandemik, itu akan menumbuhkan penentangan atau revolusi. Dan semua yang ada di dunia kreatif akan berusaha untuk melakukan apa pun untuk memastikan mereka terus berkarya.

I really believe in the power of young creative mind. Anak-anak muda itu adalah pendorong dunia kreativitas. Di luar dari rasa bosan karena lockdown dan survival mode, di mana mereka mencari cara untuk bisa kreatif, that’s a history of mankind," tutur Mira.

4. Kans membuat film dalam platform digital

Perfilman Indonesia Optimis Menuju Endemik, Yuk Kita Dukung!Pexels.com/cottonbro

Selain mengalami keterbatasan, kalau kita bicara soal pandemik, perlu kita akui bahwa keadaan ini memicu kreativitas. Terlebih pandemik ini terjadi di era pertumbuhan teknologi yang pesat. Akhirnya hal itu membuat kita dapat melakukan banyak hal yang lebih mudah. 

Seperti misalnya berkarya lewat musik lewat home recording sederhana ataupun membuat film pendek dengan hanya bermodalkan smartphone dan software editing kemudian mungkin membagikannya di platform yang ada, seperti saat ini banyak anak muda yang membuat film pendek yang bagus di TikTok. Lalu apa potensi yang muncul dari hal itu pada industri film ke depannya? 

Chand Parwez mengatakan segalanya memungkinkan bahwa ada generasi muda yang membuat film menggunakan smartphone.  Sebab, di era pandemik ini banyak orang bisa menghabiskan waktu di rumah, kemudian bereksplorasi dengan teknologi dan ide-ide yang ada. 

“Platform itu banyak sekali seperti TikTok yang dikenal baru, tapi kembali yang membuat penonton datang adalah kontennya sendiri. Sebuah konten yang baik akan bisa di-monetize dengan baik di bioskop ataupun digital dan di tempat lainnya. Artinya peluang ini terbuka bagi filmmakers baru untuk berlatih membuat karya. Menurut saya cara apa pun boleh dilakukan," tutur Chand Parwez

Senada dengan Chand Parwez, Mira mengatakan bahwa ia selalu percaya dengan kreativitas anak muda. Menurut Mira, anak muda saat pandemik mencari cara untuk kreatif dan ingin mengekspresikannya.

“Jadi apa pun perangkatnya, kalau saat ini bagaimana membuat film dengan handphone, itu adalah langkah kecil atau awal bagaimana mereka mencipta, saya pastinya mendukung hal itu,” tutur Mira. 

5. Tahun 2022 bioskop akan jadi pilihan pertama penonton

Perfilman Indonesia Optimis Menuju Endemik, Yuk Kita Dukung!Ilustrasi bioskop. (Pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Pengalaman menonton film di bioskop memang tidak tergantikan. Di dalam bioskop, seluruh penonton yang tidak saling mengenal bisa merasakan perasaan yang sama. Ketika menonton film komedi, para penonton akan tertawa bersama. Sebaliknya, ketika menonton film horor atau kisah dramatis, penonton secara spontan akan merasakan kesedihan atau ketakutan secara bersama. 

Hal-hal ini yang diakui Chand Parwez sulit dialami penonton di platform digital. Ada communal dan cinematic experience yang hilang saat menikmati karya di luar bioskop. Apalagi bagi beberapa orang tertentu, pergi menonton bersama ke bioskop merupakan salah satu cara menikmati quality time bersama orang tersayang atau keluarga. 

“Saya yakin di tahun 2022 bioskop akan menjadi pilihan pertama penonton. Engagement masyarakat terhadap film Indonesia sudah mulai kuat. Saya percaya banget kalau kita bisa melalui pandemik ini dengan baik, dan taat prokes, bioskop sudah mulai buka, penonton akan tetap ke biskop,” ungkapnya. 

6. Pandemik tidak akan menyurutkan semangat insan perfilman

Perfilman Indonesia Optimis Menuju Endemik, Yuk Kita Dukung!Ilustrasi kru film. (Pexels.com/Le Minh)

Karya-karya dengan kearifan lokal itu merupakan salah satu hal penting. Mira Lesmana meyakini bahwa film adalah hal adalah ruang kreativitas, ruang karya, dan bercerita. Di dalamnya ada bakat dari anak-anak muda yang ingin berkembang dan menjadi bagian dari industri film. Film, terutama film Indonesia harus ada dan penting kehadirannya bagi penonton, pembuat film, hingga negara. 

Meski sempat ditinggalkan pada tahun 90-an, perfilman Indonesia dapat kembali bangkit di tahun 2000-an. Kualitas filmnya kini semakin bagus. Untuk menjaga kepercayaan itu, insan perfilman harus menciptakan karya yang baik. Sebab, menurut Chand Parwez, karya yang baik adalah investasi insan perfilman terhadap industri itu sendiri dan karya-karya yang akan hadir setelahnya. 

“Kalau kita di bioskop membuat karya, kita selalu ada keinginan bagaimana kita menghasilkan sebuah karya yang tidak membuat penonton kecewa. Jangan kita mengkhianati penonton yang berangkat dari rumahnya, pakai baju yang terbaik, berdandan, berangkat, beli tiket dan lain-lain. Pengorbanan yang mereka lakukan ini terbayar enggak. Jadi, secara teknis harus baik, memberikan sesuatu yang dibawa pulang oleh penontonnya.” tutur Chand Parwez. (WEB)

Baca Juga: 10 Finalis Short Film Competition oleh Sundance Film Festival: Asia

Topic:

  • Ezri T Suro

Berita Terkini Lainnya