Comscore Tracker

Belajar Jazz Hingga ke Amerika, Kelvin Andreas Rilis Album Digital

Bawa nafas baru untuk industri jazz tanah air

Buat sebagian orang, musik jazz dianggap sebagai genre yang berat, abstrak, dan rumit. Tapi, nggak buat Kelvin Andreas. Menurutnya, musik jazz memiliki keunikan tersendiri. Sejak usia 6 tahun, Kelvin Andreas akrab dengan musik. Alat musik pertama yang dia kuasai adalah drum. Beranjak SMP kecintaannya pada dunia musik bertambah. Putra pasangan The Alexander Theogianto dan Selvia Ang itu kian rajin belajar musik dan mulai membentuk band bersama teman-temannya. Tak tanggung-tanggung dia pun mengasah kemampuan drum-nya bersama Benny Chen, anak musisi legendaris Bubi Chen.

1. Awal perjalanan Kelvin Andreas

Belajar Jazz Hingga ke Amerika, Kelvin Andreas Rilis Album DigitalIDN Times

Alumnus SMA Kristen Petra 2 Surabaya ini sebenarnya nggak mengotakkan jenis musik tertentu yang ingin dipelajarinya. Ini karena kekayaan musik justru terletak dari nada yang keluar dari instrumen yang dimainkan. Namun, saat menduduki bangku SMA, Kelvin diperkenalkan musik jazz oleh temannya.

"Setelah lebih mengenal jazz,saya jadi jatuh cinta. Musiknya unik danpunya karakter,” kata Kelvin. Dia pun memutuskan untuk mendalami musik jazz bersama Yason Gunawan.

’’Dari Yason Gunawan, saya belajar banyak seperti teori musik dan instrumen lain yaitu saksofon dan piano,” ungkap Kelvin.

Prestasinya di bidang musik kian melejit. Hal itu dibuktikan Kelvin bersama bandnya The Bagus Adimas Trio pernah menjadi band pembuka untuk acara bertajuk An Homage to Bubi Chen. Mereka membawakan beberapa lagu-lagu jazz standar. Salah satunya, Fly Me to the Moon. Saat itu, Kelvin dan band juga berbagi panggung bareng Sandy Winarta Quartet featuring Monita Tahalea.

Kelvin juga pernah menjadi juara satu pada kategori jazz di Yamaha Mio Music Festival. Dari rangkaian capaiannya itu, Kelvin menyadari kalau passion-nya ada di bidang musik.

2. Tantangan yang dihadapi oleh Kelvin

Belajar Jazz Hingga ke Amerika, Kelvin Andreas Rilis Album DigitalIDN Times

Karena itu, selepas SMA dia bercita-cita melanjutkan kuliah di bidang musik. Meski sang orang tua sempat ragu, Kelvin tak patah semangat.

"Saya coba daftar sekolah musik di Universitas Capilano, Kanada. Ternyata diterima. Tapi, Howie Chen, kakak dari Benny Chen bilang kenapa tidak mencoba di Berklee College of Music, Boston. Kampus itu salah satu tempat terbaik untuk belajar musik,” tuturnya.

Kelvin merasa dirinya tidak mungkin bisa masuk kampus tersebut. Selain tes dan persaingan yang ketat, biaya yang diperlukan juga cukup merogoh kocek besar. Namun karena keinginannya besar, dirinya memberanikan diri untuk mendaftar.

“Howie Chen berhasil membujuk saya untuk terus mengejar Berklee. Ternyata saya diterima dan mendapatkan beasiswa pula,” jelas pemuda kelahiran Surabaya, 20 September 1995 itu.

Memang tak mudah untuk bisa tembus kampus tersebut. Ada syarat yang harus dipenuhi. Yaitu, mengikuti audisi langsung di Singapura.

”Kita diuji untuk bisa berimprovisasi. Kemudian, ada tes kemampuan sight reading atau baca partitur not balok. Terakhir, saya diuji berbagai genre musik, seperti jazz dan funk, sekaligus jamming bareng jurinya,” papar Kelvin yang memutuskan untuk ambil jurusan jazz composition. Jurusan itu sangat tepat bagi Kelvin untuk mengembangkan minat dan bakatnya dalam menciptakan musik jazz.

3. Kelvin baru saja meluncurkan album digitalnya

Belajar Jazz Hingga ke Amerika, Kelvin Andreas Rilis Album DigitalIDN Times

Pada awal April lalu, dia merilis album yang berjudul Vivid Imagery. Terdapat tujuh buah lagu yang digarapnya sendiri. Kini, album itu bisa dinikmati di aplikasi musik digital, seperti Spotify dan iTunes. Lagu-lagu dari album itu digarap selama empat tahun saat belajar di Berklee. Namun dari rekaman hingga rilis memakan waktu sekitar dua bulan.

Seusai lulus, Kelvin sering manggung diberbagai tempat. Terbaru, pada 2018 lalu, Kelvin tampil dalam acara Berklee China US Music Concert Featuring Tia Ray di Boston, Massachusetts, dan Hanbeom Lee Jazz Quartet di New York. Kelvin mengaku bahwa dia bisa menggebuk drum di panggung tersebut karena music director dari acara tersebut melihat performa dan skill yang dimilikinya.

Hal paling membanggakan adalah Kelvin sebagai anggota band GRJ and The Recipe pernah mendapat nominasi Best Blues Act of the Year 2018 oleh New England Music Awards. Terbaru, dia melakukan tur ke Washington DC dengan Ai’s Sakura Band selama tiga hari pada acara tahunan Cherry Blossom Festival.

"Dalam waktu dekat ini aku juga diundang buat acara TV AM Garden Show. Main dan sekalian bahas dan promo album Vivid Imagery,” pungkas Kelvin dengan bangga.

Topic:

  • Karsa Adiguna

Berita Terkini Lainnya