Comscore Tracker

6 Isu Seputar Remaja di '13 Reasons Why', Orang Dewasa Harus Melek!

Peran orang dewasa sangat berpengaruh

Kamu, penonton setia Netflix, pasti tahu series yang satu ini. Ya, series bergenre misteri ini baru saja menayangkan sekuel keempatnya pada 5 Juni 2020 lalu. Dylan Minette dan kawan-kawan kembali hadir dalam drama penuh teka-teki tersebut.

Berbicara tentang series yang satu ini memang erat kaitannya dengan isu sosial yang terjadi pada remaja, khususnya di Amerika Serikat. Tidak hanya menyediakan tayangan yang menghibur, showrunner '13 Reasons Why', Brian Yorkey menyelipkan beberapa pesan dalam alur cerita. Berikut ini 6 isu sosial yang diangkat dalam series '13 Reasons Why' yang lekat dengan keadaan di kehidupan nyata.

1. Kesehatan mental

6 Isu Seputar Remaja di '13 Reasons Why', Orang Dewasa Harus Melek!instagram.com/13reasonswhy

Bukan hanya pada remaja, hal ini juga banyak dialami oleh orang dewasa. Bullying, menjadi salah satu penyebab terbesar terganggunya kesehatan mental pada remaja.

Berawal dari kisah Hannah Baker yang melakukan bunuh diri dan membuat rekaman tape kepada 13 teman sekolahnya yang dianggap menjadi pemicu untuk melakukan hal tersebut, series ini menekankan isu kesehatan mental sejak awal penayangannya.

Dilansir dari bbc.com, Amerika tercatat mengalami peningkatan kasus bunuh diri sejak tahun 1999 hingga tahun 2016 dengan pertumbuhan mencapai 30%. Maraknya kasus tersebut, menjadikan 13 Reasons Why sebagai tayangan edukasi untuk menyuarakan akan kesadaran pentingnya isu kesehatan mental.

2. Perundungan

6 Isu Seputar Remaja di '13 Reasons Why', Orang Dewasa Harus Melek!instagram.com/13reasonswhy

Sekuel pertama '13 Reasons Why', menceritakan tentang kematian seorang remaja putri, Hannah Baker yang disebabkan depresi akibat perundungan. Tidak hanya Hannah, beberapa murid lain pun diceritakan mendapatkan perlakuan tidak adil ini oleh teman-teman sekolahnya.

Seperti yang kita ketahui, perundungan bukan hal asing lagi di kalangan remaja khususnya. Rantai perundungan ini lah yang diharapkan agar segera terputus sehingga tidak menimbulkan hal fatal seperti yang dialami Hannah Baker. Tentunya lingkungan yang suportif dan progresif dalam menyuarakan budaya tidak sehat ini sangat menentukan berhasil tidakanya pemutusan rantai tersebut.

3. Isu seputar perempuan

6 Isu Seputar Remaja di '13 Reasons Why', Orang Dewasa Harus Melek!instagram.com/13reasonswhy

Tentu penonton setia '13 Reasons Why' tidak lupa dengan tokoh Bryce Walker yang kerap melakukan pelecehan, bahkan diceritakan beberapa kali memperkosa temannya sendiri. Tidak hanya topik mengenai kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, melalui tokoh Jessica Davis, '13 Reasons Why' menggambarkan situasi dimana perempuan masih sering dianggap tidak setara dengan laki-laki.

Lingkungan patriarki membuat Jessica harus berusaha lebih keras untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi pemimpin organisasi intra sekolah. Sungguh sarat akan makna bukan alur cerita series ini?

Baca Juga: Sukses "13 Reasons Why", 9 Potret Anne Winters yang Bikin Kamu Terpana

4. Isu keluarga

6 Isu Seputar Remaja di '13 Reasons Why', Orang Dewasa Harus Melek!instagram.com/13reasonswhy

"Kelurga merupakan support system utama dalam kehidupan", kutipan ini sangat relate dengan tayang yang satu ini. Tidak hanya pengaruh lingkungan eksternal, lingkungan internal juga memiliki pengaruhi yang sangat besar lho.

Selain 13 teman yang memicunya depresi hingga melakukan bunuh diri, perselingkuhan orang tua turut menjadi motivasi Hannah Baker mengakhiri hidupnya. Dalam season 1, diceritakan sang ayah memiliki keluarga kecil lain selain Hannah dan ibunya di luar pengetahuan sang ibu.

Tidak hanya keluarga Hannah, Bryce Walker yang juga hanya seorang remaja minim kasih sayang menjadikan ia kerap bertingkah seenaknya sendiri karena merasa tidak akan ada yang memperdulikan apa yang ia lakukan.

Disini kita mendapat gambaran betapa berpengaruhnya peran keluarga terhadap tumbuh kembang anak. Pentingnya lingkungan terdalam dalam pembentukan karakter anak menjadi salah satu topik yang ditonjolkan dalam sekuel ini. 

5. Narkoba dan remaja

6 Isu Seputar Remaja di '13 Reasons Why', Orang Dewasa Harus Melek!instagram.com/13reasonswhy

Justin Foley tumbuh besar bersama ibu yang seorang pecandu hingga akhirnya ia pun juga menjadi seorang pecandu. Hal ini tentu sangat memilukan, pasalnya ia melakukan hal tersebut sebagai pelarian karena rasa kesepiannya. Di sisi lain ia juga menjual barang haram tersebut sebagai sumber mata pencaharian. Lagi-lagi kita kembali diperingatkan akan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua sebagai sumber kekuatan utama anak.

6. Pelecehan dan kekerasan seksual pada laki-laki 

6 Isu Seputar Remaja di '13 Reasons Why', Orang Dewasa Harus Melek!instagram.com/13reasonswhy

Tidak hanya perempuan, laki-laki juga memiliki peluang yang sama besar menjadi korban pelecahan dan kekerasan seksual. Masih ingat ketika beberapa remaja putri mengakui bahwa mereka menjadi korban tindakan tak patut saat Jessica Davis melakukan kampanye kawasan sekolah yang aman dari pelecehan dan kekerasan seksual? Justin Foley dan Tyler Down membuat warga sekolah terkejut dengan turut berdiri bahwa mereka juga merupakan korban. Bahkan Tyler mendapatkan pengalaman buruk tersebut di area sekolah.

Hal ini terkadang masih luput dari pandangan masyarakat, bahwa pelecehan dan kekerasan seksual tidak memiliki batasan gender. Kesadaran akan perlunya ruang aman bagi para korban menjadi hal yang sangat relate dengan keadaan saat ini.

Tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi. Pujian ini patut disematkan pada series 13 Reasons Why yang telah berhasil mengangkat isu sosial yang ada dengan kemasan tontonan yang menarik. Dengan adanya tayangan yang mengedukasi, semoga masyarakat menjadi lebih sadar akan isu-isu tersebut ya.

Baca Juga: 8 Alasan Serial "13 Reason Why" Bisa Populer di Kalangan Millennials

Maya Shofi Luliana Photo Verified Writer Maya Shofi Luliana

find your own fun

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya