Comscore Tracker

Sarat Isu Sosial, 5 Soundtrack Encanto yang Disorot Psikolog

Lagu mana yang paling relate denganmu?

Bagi sebagian besar orang, membahas film Encanto (2021) pada 2022 mungkin sudah sangat basi. Namun, hal itu rupanya berbanding terbalik dengan para psikiater, psikolog, hingga terapis. Mereka masih memperbincangkan film animasi besutan Disney tersebut.

Bertema keluarga dengan cerita khas Disney yang penuh sihir dan keajaiban, Encanto menarik perhatian pakar kesehatan jiwa hingga kini. Mereka mendiskusikan alur film yang sarat akan isu sosial hingga kesehatan mental. Salah satunya tercermin dari soundtrack. Kira-kira, lagu apa saja yang mereka sorot, ya? Cari tahu, yuk!

1. "Waiting on a Miracle"

https://www.youtube.com/embed/kFnJV62_u8Y

"Waiting on a Miracle" dinyanyikan Stephanie Beatriz yang menyuarakan karakter Mirabel Madrigal. Lagu Andante bertempo 78 BPM ini menceritakan rasa insecure sang tokoh utama. Mirabel adalah satu-satunya anggota keluarga yang tidak memiliki pintu dan kekuatan magis.

Dipandang sebelah mata oleh neneknya karena tidak diberkati "keajaiban," Mirabel mempunyai "kemampuan magis" lain yang tak disadari. Usaha Mirabel menjaga keluarga tetap utuh dan keterampilan sosial adalah kekuatannya. Ia adalah perekat Madrigal Family.

Saat tampil berbeda dari yang lain, kita sering kali merasa minder dan tidak percaya diri. Padahal, setiap individu memiliki ciri tersendiri yang unik dan khas. Sebagai anggota keluarga maupun masyarakat, kita terdiri dari banyak warna. Dengan saling melihat dan menyadari keberadaan masing-masing, perbedaan itu tentu menjadi sebuah keindahan.

2. "What Else Can I Do?"

https://www.youtube.com/embed/6_jPoXu3qqI

Bergaya Latin Rock/Ballad, soundtrack "What Else Can I Do?" dinyanyikan Diane Guerrero dan Stephanie Beatriz. Lagu yang dilantunkan kakak-beradik Madrigal, Isabela dan Mirabel ini menceritakan betapa beracunnya sebuah kepribadian bernama perfeksionisme akut.

Di awal film, Isabela digambarkan sebagai karakter yang sangat sempurna tanpa cela. Namun, di balik kemampuan magisnya membuat bunga, ada kemarahan dan kekesalan tersembunyi. Hal itu berasal dari tuntutan untuk tampil sempurna. Keluarga, terutama sang nenek, Alma Madrigal/Abuela mengharuskannya tidak berperilaku mengecewakan.

Dalam hidup ini, tidak ada sesuatu pun yang sempurna. Setiap kelebihan selalu beriringan dengan kekurangan. Tak apa sesekali kita mengalami kegagalan. Namun yang pasti, kita harus selalu berusaha memperbaiki diri setiap waktu serta bangkit setiap kali terjatuh.

3. "Surface Pressure"

https://www.youtube.com/embed/ErY3eeRFTFg

Melodinya boleh saja membuat orang bergoyang, tapi lirik "Surface Pressure" bikin baper banget. Lagu reggae yang dinyanyikan Jessica Darrow ini menceritakan kecemasan dan rasa tertekan Luisa Madrigal sebagai kakak sekaligus sosok paling diandalkan keluarga.

Dikaruniai kekuatan magis berupa tubuh kuat bak superhero, Luisa menanggung beban dan tanggung jawab besar di pundaknya. Tak hanya saudari atau keluarga, banyak orang di luar tembok Casa Madrigal berharap dan bergantung padanya. Hal itu membuat Luisa stres dan cemas luar biasa jikalau ia tidak mampu memenuhi ekspektasi semua orang.

Di setiap rumah, selalu ada sosok yang dituakan atau diandalkan. Ia dianggap mampu menampung semua hal. Terkadang, ia lupa dengan diri sendiri. Di sisi lain, keluarga tidak menyadari eksistensinya sebagai manusia yang memiliki rasa lelah. Sebagai satu kesatuan, keluarga seharusnya saling bergandengan tangan menghadapi kehidupan.

Baca Juga: 5 Teori Film Encanto, Alasan Mirabel Gak Punya Kekuatan Ajaib

4. "We Don't Talk About Bruno"

https://www.youtube.com/embed/-IFD4ozm1DA

Dinyanyikan ansambel para seiyu film, "We Don't Talk About Bruno" paling banyak disorot. Lagu yang berhasil mejeng di posisi teratas tangga lagu berbagai negara ini menyinggung banyak hal. Hal pertama yang mencolok adalah bahaya intoleransi terhadap perbedaan.

Bruno yang dapat melihat masa depan dikucilkan keluarga. Selain vision-nya yang sering tidak dapat dipahami, kebiasaan aneh Bruno pun tak diterima keluarga, terutama Abuela.

Kedua, lagu ini menyoroti komunikasi tidak sehat yang sering terjadi di lingkup keluarga. Di kehidupan sosial, kita sering kali menemukan fakta seseorang yang berbeda biasanya tidak dihiraukan dan dijauhi.

Perbedaan itu dapat berupa pola pikir hingga perilaku. Yang lebih miris dan ingin disorot lagu "We Don't Talk About Bruno" adalah orang-orang dengan isu kesehatan mental justru dikucilkan sekitar. Bukan malah dibantu untuk sembuh.

Pada kasus rumah tangga berbagai belahan dunia, tak jarang keluarga mempunyai kualitas komunikasi tidak sehat. Interaksi buruk ini biasanya terjadi akibat kesenjangan antar generasi. Jangankan obrolan berat seputar emosi atau trauma, pembicaraan ringan sehari-hari pun sangat sulit dilakukan. Contohnya adalah ungkapan cinta, maaf, dan terima kasih.

5. "Dos Oruguitas/Two Oruguitas"

https://www.youtube.com/embed/NnuV5qoJ2GQ

Lagu yang bikin patah hati, oruguitas berasal dari bahasa Spanyol yang mempunyai makna ulat. "Dos Oruguitas/Two Oruguitas" menceritakan dua ulat yang selalu bersama. Sepasang ulat tersebut merupakan refleksi hubungan nenek dan kakek Mirabel. Abuela yang pada awalnya terlihat keras, rupanya memiliki trauma berkepanjangan.

Baru saja melahirkan, Abuela harus kehilangan suami di depan matanya sendiri. Bersamaan dengan peristiwa memilukan itu, ia dikaruniai kekuatan magis. Selalu diagungkan, ia menjadikan berkat itu prioritas utama hingga sangat terobsesi untuk mempertahankannya. Tanpa sadar, ia menyakiti keluarga sendiri. Dua di antaranya Mirabel dan Bruno.

Dalam banyak kasus, orang dengan luka yang diakibatkan kejadian traumatis tidak menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Padahal, luka itu secara tak langsung membentuk kepribadian serta mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Jika tidak disadari dan disembuhkan, ia berimbas pada diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Setali tiga uang, sebagian besar masyarakat menganggap sepele orang yang memiliki isu kesehatan mental. Bukan ditolong, pasien malah disebut gila, kurang iman, atau tidak bersyukur. Saat menemukan keluarga mengalaminya, hal yang bisa kita lakukan adalah mendengarkan keluh kesah atau menyarankan mereka berkonsultasi dengan pakar.

6. Lin-Manuel Miranda, sosok di balik kesuksesan Encanto

Sarat Isu Sosial, 5 Soundtrack Encanto yang Disorot PsikologLin-Manuel Miranda (instagram.com/encantomovie)

Hingga saat ini, Encanto (2021) menjadi fim animasi terbaik Disney. Seperti proyek lain, film ini melibatkan banyak orang. Terkhusus soundtrack, lirik, dan melodi indah Encanto merupakan hasil tangan dingin Lin-Manuel Miranda. Laki-laki kelahiran 16 Januari 1980 ini adalah aktor, penyanyi, penulis lagu, penulis naskah drama, dan sutradara film.

Selain Encanto, Miranda berkontribusi di film animasi Moana (2016) dan drama musikal Tick, Tick...Boom! (2021). Ia adalah orang di balik terciptanya drama Broadway sekaligus film tenar In The Heights dan Hamilton. Untuk menulis delapan lagu Encanto, bapak dua anak ini mengunjungi Kolombia guna mempelajari musik khas negara tersebut.

Pekerjaannya di bidang drama diganjar banyak penghargaan. Di antara yang paling bergengsi adalah MacArthur Fellowship Award, Kennedy Center Honor, dan Pulitzer Prize. Nah, kamu sudah berapa kali menonton Encanto dan lagu apa yang relatable denganmu?

Baca Juga: 5 Film Animasi Disney yang Tidak Punya Karakter Penjahat, Ada Encanto!

Aqeera Danish Photo Verified Writer Aqeera Danish

edith

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Naufal Al Rahman

Berita Terkini Lainnya