Comscore Tracker

Tutup Usia, Ini 5 Buku Karya Terbaik dari Sapardi Djoko Darmono

Dunia literasi Indonesia berduka

Kabar duka datang dari dunia sasta Indonesia, Minggu (19/7) usai berita Sapardi Djoko Darmono yang tutup usia. Bagi para penikmat puisi, tentu kabar ini meninggalkan duka mendalam. Sastrawan kelahiran Solo, 20 Maret 1940 ini telah melahirkan banyak karya dan menuai penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Meski usia sudah lanjut dan terbaring sakit, tapi SDD sempat menerbitkan buku baru di awal tahun ini, yaitu Perempuan yang Tak Bisa Dieja dan Masih Ingatkah Kau Jalan Pulang?. Menjadi kenangan yang abadi, berikut beberapa buku yang menjadi karya terbaik Sapardi Djoko Darmono sepanjang masa.

1. Hujan Bulan Juni

Tutup Usia, Ini 5 Buku Karya Terbaik dari Sapardi Djoko Darmonoinstagram.com/grobmart

Hujan Bulan Juni merupakan novel trilogi Sapardi Djoko Darmono yang paling banyak diburu. Ketenaran kisah Sarwono dan Pingkan yang penuh makna bahkan sampai diadaptasi ke layar lebar dengan Adipati Dolken dan Velove Vexia sebagai pemeran utamanya.

Sebelum menjadi novel, Hujan Bulan Juni sebenarnya merupakan kumpulan puisi yang kemudian disisipkan ke dalam novel sebagai ungkapan cinta. Menariknya lagi, kumpulan puisi Hujan Bulan Juni bahkan telah dialihbahasakan ke dalam empat bahasa yaitu Inggris, Jepang, Arab, dan Mandarin.

2. Yang Fana Adalah Waktu

Tutup Usia, Ini 5 Buku Karya Terbaik dari Sapardi Djoko Darmonoinstagram.com/samirono_book

Rasanya kurang lengkap jika belum membaca Yang Fana Adalah Waktu usai beralih dari Hujan Bulan Juni. Sebagai kesatuan trilogi bersama Pingkan Melipat Jarak, buku ini memang cukup banyak dinanti oleh penggemar sastra. 

Bahkan saat peluncuran buku ini sempat diwarnai dengan pembacaan sajak oleh SDD sendiri dengan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Arini Kumara, Umar Muslim, dan Tatyana Soebianto. Trilogi ini juga telah mendapatkan penghargaan dalam Anugerah Buku ASEAN 2018 di Malaysia.

Baca Juga: 5 Puisi Sapardi Djoko Damono buat Kamu yang Patah Hati, Bikin Terenyuh

3. Duka-Mu Abadi

Tutup Usia, Ini 5 Buku Karya Terbaik dari Sapardi Djoko Darmonoinstagram.com/kita_baca

Menginjak ke-77 pada 2017 lalu, SDD sempat merayakan hari jadinya dengan menerbitkan tujuh buku sekaligus, yaitu satu novel dan enam kumpulan puisi; Pingkan Melipat Jarak, Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita, Kolam, Namaku Sita, Duka-Mu Abadi, dan Ayat-ayat Api.

Duka-Mu Abadi sendiri menarik banyak perhatian sebab berisi 43 puisi pada tahun 1967-1968 dan menjadi karya yang paling diminati. Buku ini pun hadir dengan CD berisi musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Sapardi Djoko Darmono.

4. Bilang Begini, Maksudnya Begitu

Tutup Usia, Ini 5 Buku Karya Terbaik dari Sapardi Djoko Darmonoinstagram.com/charlozdaniel

Buku Bilang Begini, Maksudnya Begitu karya Sapardi Djoko Damono menjadi buku yang tidak melulu berisi teori sastra yang rumit. Buku ini lebih menjadi ajakan untuk mengapresiasi puisi seperti yang banyak dilakukan para penyair.

Bahkan penjelasan didalamnya pun terbilang cukup mudah dipahami karena dilengkapi dengan contoh-contoh puisi. Lewat buku ini orang akan memahami gaya bersyair menggunakan metafora, ironi, citraan, perlambang, suasana, dan imajinasi.

5. Manuskrip Sajak Sapardi

Tutup Usia, Ini 5 Buku Karya Terbaik dari Sapardi Djoko Darmonoinstagram.com/kumajas.jb

Manuskrip Sajak Sapardi terbit pada 2017 lalu dan memeriahkan dunia literasi Indonesia. Menariknya, buku ini disebut sebagai harta karun yang berharga. Di dalamnya terdapat coretan sajak SDD sejak muda hingga dewasa yang spontan dan mengalir apa adanya.

Uniknya, buku ini dibuat dalam bentuk album kolase gambar yang dibagi dalam periode tahunan, sejak 1958 sampai 1968, juga 1970-an. Kelahiran buku ini sekaligus wujud harapan dari SDD untuk bisa menjadi bahan pembelajaran sastra.

Itulah tadi kelima karya terbaik Sapardi Djoko Darmono yang akan dikenang sepanjang masa. Selamat jalan Pak Sapardi, karyamu abadi selamanya.

Baca Juga: 5 Kumpulan Puisi Terbaik Karya Sapardi Djoko Damono

T y a s Photo Verified Writer T y a s

menulis adalah satu dari sekian cara untuk menemui ketenangan

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya