Comscore Tracker

7 Film Hollywood yang "Dihancurkan" oleh Miskonsepsi, Kok Bisa?

Salah satunya film terbaik versi IMDb lho!

Hollywoodize adalah istilah yang merujuk pada sebuah film yang telah mendistorsi fakta historis atau ilmiah dengan sengaja untuk tujuan meningkatkan drama dan hiburan di dalamnya, yang pada dasarnya telah menghancurkan film tersebut.

Daftar di bawah ini akan membahas film-film dengan potensi besar yang, sayangnya, di tangan Hollywood, telah mengubah pemikiran penontonnya karena miskonsepsi ilmiah di dalamnya — hanya demi hiburan semata. 

Berikut 7 film Hollywood yang dihancurkan oleh miskonsepsi.

1. The Kingdom of the Crystal Skull (2008)

https://www.youtube.com/embed/jn4Vhkmb4Lw

Film ini masuk ke dalam daftar karena satu adegan tertentu, dan siapa pun yang telah melihatnya pasti tahu apa itu, yaitu adegan di mana Indiana Jones berhasil lolos dari ledakan bom atom dengan bersembunyi di dalam lemari es berlapis timah.

George Lucas, yang menulis sebagian besar ceritanya, bersumpah bahwa ia telah berkonsultasi dengan fisikawan nuklir tentang kemungkinan skenario itu dan yakin itu benar — yaitu, bahwa timah akan menahan radiasi nuklir.

Nyatanya itu tidak benar, seperti yang akan dikatakan oleh anak sekolah mana pun. Radiasi mungkin tidak akan menembus, tetapi panas akan, dan itu akan memasak apa pun yang ada di dalam lemari es lebih cepat dan lebih efisien daripada oven.

Dengan asumsi Jones tidak mematahkan lehernya saat jatuh, kemungkinan bertahan hidup saat itu adalah sekitar 50-50. Lehernya mungkin tidak patah, tetapi tulangnya pasti patah; dan jika dia kemudian memutuskan untuk meninggalkan lemari es, dia akan meleleh — seperti halnya Toht, seorang agen Nazi dalam Raiders of the Lost Ark.

Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull memang tidak sebagus tiga film pertamanya, dan jika Spielberg ingin membuat film Indiana Jones yang ke-5, alangkah baiknya jika ia belajar dari kesalahannya di film ini.

2. Independence Day (1994)

https://www.youtube.com/embed/NyOTaHRBTXc

Sebenarnnya tidak mengejutkan jika Independence Day ada di sini. Beberapa orang mungkin mengatakan kalau film ini terinspirasi oleh The War of the Worlds, tetapi tidak ada kredit yang diberikan kepada HG Wells. Alien di dalamnya pun dikalahkan dengan kekuatan, bukan oleh infeksi virus insidental.

Para alien, seperti biasa, memiliki semacam medan pelindung di sekitar kapal mereka, dari kapal induk di orbit hingga masing-masing pesawat anak yang turun. Teknologi mereka harus dikalahkan terlebih dahulu, dan Goldblum akhirnya mendapat ide untuk mengunggah virus ke komputer kapal induk mereka untuk menghancurkan medan pelindungnya.

Dari sana, mereka menyelinap ke dalam pesawat luar angkasa yang jatuh di dekat Roswell, New Mexico pada tahun 1947. Goldblum menggunakan sistem operasi Macintosh dari tahun 1993 untuk berkomunikasi dengan teknologi komputer alien tersebut. Tidak ada masalah kompatibilitas setelahnya, dan berhasil begitu saja.

Ada pula fakta kalau kapal induk alien, sebuah objek raksasa dengan seperempat massa Bulan, diam di orbit Bumi sepanjang film. Jika benar, seharusnya akan ada gelombang pasang yang bisa menenggelamkan semua kota pelabuhan di seluruh dunia, termasuk London, Tokyo, New York, Boston, dan Jakarta.

3. Amadeus (1984)

https://www.youtube.com/embed/-ciFTP_KRy4

Film ini membuktikan bahaya nyata hollywoodisasi, yaitu menciptakan kesalahpahaman tentang kisah dari seorang tokoh sejarah. Antonio Salieri memang terkenal membenci Wolfgang Amadeus Mozart, terutama karena Mozart adalah orang yang tidak sopan, selalu berpikiran seksual dengan kegemaran tertentu akan humor kotoran.

Namun Salieri sama sekali tidak ada hubungannya dengan meracuni salah satu sosok jenius terbesar dalam sejarah umat manusia. Dia menyukai musik Mozart, dan tidak akan pernah menghentikannya.

Amadeus menggambarkannya sebagai seorang pria misterius dalam topeng hitam yang "memesan" Requiem milik Mozart, yang ingin dia sebut sebagai miliknya sendiri setelah meracuni Mozart hingga mati.

Salieri tidak melakukan hal seperti itu, dan pria bertopeng itu sebenarnya adalah Pangeran Franz von Walsegg, yang menginginkan Requiem untuk istrinya yang sudah meninggal. Film ini juga menunjukkan kalau Mozart dimakamkan di makam orang miskin, seolah-olah dia sangat miskin sehingga tidak mampu membeli batu nisan. Tentu saja hal ini tidak benar.

Semua warga Kota Wina dimakamkan di kuburan massal pada saat itu sesuai perintah dari Kaisar Joseph II untuk memerangi penyakit. Disebutkan kalau kematian Mozart disebabkan oleh lebih dari tiga lusin penyakit, baik yang alami maupun buatan. Kemungkinan besar, kita tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya.

Baca Juga: 8 Film Luar yang Akan Tayang Maret 2020, Ada Film Korea

4. The Day After Tomorrow (2004)

https://www.youtube.com/embed/dkErNkX2HKM

Film ini terinspirasi dari buku The Coming Global Superstorm karangan Art Bell dan Whitley Strieber. Sedikit yang perlu diketahui, bahwa ungkapan "terinspirasi oleh" akan digunakan sebuah film ketika mereka mengatapsi terlalu sedikit elemen setia dari bahan sumber, sehingga tidak bisa menggunakan frasa "berdasarkan oleh."

The Day After Tomorrow sendiri dirancang untuk memperingatkan orang-orang tentang bahaya pemanasan global. Apakah pemanasan global itu akan terjadi atau tidak, kedatangan badai yang sangat mendadak dalam film ini benar-benar mustahil.

Film ini menggambarkan badai aneh di seluruh dunia, termasuk tornado di Los Angeles dan hujan deras selama 3 hari di New York City, yang semuanya memusat, hanya dalam beberapa hari, ke tiga badai supercell raksasa.

Dalam film ini, para orang Amerika harus berlindung di "negara dunia ketiga." Bukunya sendiri menjelaskan kalau peristiwa itu bisa terjadi selama 10 tahun, sedangkan film ini menggambarkannya berlangsung dalam 4 atau 5 hari. Antartika memang dapat mencair dalam 1 jam, tetapi tidak akan menyebabkan badai seperti itu dalam waktu yang singkat.

5. The Shawshank Redemption (1994)

https://www.youtube.com/embed/8jRRZPGa3fU

Tentu saja, tidak ada yang meragukan kehebatan film ini. Film ini memang bagus dalam banyak hal, tetapi memiliki kesalahan teknis yang terlalu banyak. Shawshank Redemption mungkin adalah film drama yang baik, tetapi karena sebagian besar elemennya didasarkan pada novel Stephen King, maka kesalahan teknisnya juga banyak "berdasarkan" dari sana.

Salah satu momen paling menyedihkan adalah saat Brooks Hatlen terpaksa mengambil pembebasan bersyaratnya, tidak bisa membaur kembali dengan masyarakat dan akhirnya gantung diri. Jelas kalau fakta ini salah besar.

Tidak ada penjara Amerika, selama abad ke-20 dan ke-21, yang memaksa tahanan untuk bebas bersyarat jika terpidana itu tidak ingin pergi. Mereka dipersilakan untuk tinggal di dalam penjara selama yang mereka inginkan, dan setelah 50 tahun penahanan, sekitar 46% tahanan pasti melakukannya.

Pelarian Andy Dufresne juga penuh dengan lubang plot. Dalam adegan prison break yang epik ini, dia menghabiskan 19 tahun untuk melubangi dinding selnya sampai ke area utilitas. Nyatanya, tidak ada tahanan yang disimpan di dalam satu sel yang sama selama lebih dari beberapa bulan, tepatnya untuk mencegah mereka melakukan hal ini.

Andy juga merangkak sejauh 500 meter melalui pipa selokan, walau nyatanya sebuah pipa selokan tidak cukup lebar untuk dimasuki manusia. Ia seharusnya akan "mentok," masuk ke dalam septic tank atau pabrik pengolahan limbah dan tenggelam, atau mati saat memasuki pipa karena tidak ada oksigen di dalamnya, hanya metana dan nitrogen.

6. Braveheart (1995)

https://www.youtube.com/embed/gr_OpFxCx-A

Braveheart adalah film yang membawa kita ke pemandangan indah di Skotlandia, sekaligus menghidupkan kembali karier Mel Gibson. Film ini didasarkan hanya pada satu sumber: sebuah puisi epik buatan Blind Harry, seorang penyair Skotlandia di tahun 1400-an, yang artinya hidup hampir seratus tahun setelah William Wallace meninggal.

Sebuah sumber tunggal memang tidak dapat dianggap kredibel, juga ada kemungkinan kalau penulis Skotlandia tersebut terlalu pro-Skotlandia, anti-Inggris, dan memperindah eksploitasi karakter utamanya.

Film ini menggambarkan Pertempuran Stirling Bridge yang tidak terjadi di jembatan, tetapi di lapangan hijau yang luas, dengan banyak ruang bagi kavaleri untuk bermanuver. Namun ksatria lapis baja Inggris tidak langsung memajukan kavaleri mereka ke depan tentara Skotlandia untuk menghindari dinding tombak, sehingga memilih untuk mengapitnya.

Namun, pertempuran sesungguhnya yang terjadi di sebuah jembatan batu sempit yang membentang di Sungai Stirling membuat ksatria Inggris mau tidak mau harus menyerang langsung ke barisan depan pasukan Skotlandia. Pertempuran Falkirk juga digambarkan dengan salah.

Selain itu putri dari Prancis, Isabella, masih berusia 7 tahun ketika Wallace dieksekusi, sehingga mereka tidak mungkin melakukan hubungan seksual. Tersirat pula kalau Pertempuran Bannockburn terjadi setelah eksekusi Wallace, walau sebenarnya pertempuran tersebut terjadi 9 tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 1314.

Hal yang paling menyebalkan adalah Robert Bruce yang digambarkan sebagai pengkhianat, yang berdiri di Falkirk sebagai ksatria Inggris. Robert Bruce tidak melakukan hal seperti itu, karena dia juga adalah seorang pejuang hebat seperti Wallace. Dan meskipun Skotlandia sangat terkenal dengan kilt, mereka tidak memakainya sampai tahun 1500-an.

7. U-571 (2000)

https://www.youtube.com/embed/fUlMUkd7IWU

U-571 adalah salah satu film sejarah yang mengamerikanisasi suatu peristiwa yang bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Amerika. Dalam film tersebut, sebuah kapal selam Amerika dikirim untuk menemukan kapal Nazi, U-boat 571 yang cacat, yang membawa mesin pengodean Enigma.

Setelah menemukannya, Amerika berhasil mengalahkan tentara Jerman, mencuri Enigma, dan menenggelamkan kapal selam sekaligus kapal perusaknya. Lalu, apa yang salah dengan film ini?

Faktanya, Inggris adalah pihak yang menggerebek kapal selam Jerman dan mengambil mesin Enigma pertama mereka. U-boat yang mereka rebut adalah U-110 pada 9 Mei 1941. Memang ada U-571 yang asli, tetapi tidak ada hubungannya dengan peristiwa yang digambarkan dalam film dan tidak pernah berhasil ditangkap oleh Sekutu.

Setelah kru Amerika, yang dipimpin oleh Matthew McConaughey, merebut Enigma dan menenggelamkan kapal musuh, mereka berduel dengan kapal perusak Jerman. Nyatanya, kapal perusak Jerman sangat langka di lautan Atlantik pada saat Perang Dunia II berlangsung.

Film ini berhasil membuat geram Inggris Raya dan pada akhirnya dikritik oleh Perdana Menteri Inggris sendiri, Tony Blair, yang secara tidak langsung meminta permintaan maaf dari Bill Clinton.

Nah, itu tadi 7 film Hollywood yang dihancurkan oleh miskonsepsi. Semoga kalian mendapatkan pengetahuan tambahan tentang apa yang tidak boleh dilakukan saat membuat film ilmiah atau bersejarah ya.

Baca Juga: 10 Film Hollywood ini Gagal Masuk Nominasi Oscar, Padahal Keren Lho

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"Verba volant, scripta manent." Rock n' Roll enthusiast. Cinephile.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Berita Terkini Lainnya