Comscore Tracker

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa 

Awas, ada spoiler di dalamnya! #HypeIDN 

Tahukah kamu, kalau beberapa film terbaik sepanjang masa memiliki cliffhanger ending atau akhir yang ambigu? Setelah menontonnya, para audiens akan dibiarkan bertanya-tanya dan merenungkan beberapa spekulasi dari plot yang tidak sepenuhnya diselesaikan oleh film tersebut.

Namun dalam beberapa kasus, para audiens juga membutuhkan penjelasan untuk akhir film tersebut. Nah, bagi kalian yang penasaran, berikut 9 penjelasan di balik akhir film paling ambigu sepanjang masa.

Warning, spoiler alert!

1. "The Shining" - Jack Torrance adalah reinkarnasi dari staf hotel yang hidup sebelumnya

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa reddit.com

Stanley Kubrick memiliki reputasi sebagai sutradara yang suka memasukkan elemen mengejutkan di akhir filmnya. Salah satunya dapat kita lihat dalam akhir The Shining, yang menunjukkan foto Jack Torrance sebagai staf/tamu di Hotel Overlook. Foto itu sendiri diambil pada tahun 1921, hampir 60 tahun sebelum peristiwa yang terjadi di film tersebut.

Berbagai spekulasi tentang foto ini pun telah membingungkan pengamat film selama beberapa dekade. Bagaimanapun, Jack terlihat persis seperti orang yang ada di dalam foto tersebut.

Kubrick sendiri menjelaskan kalau Jack adalah reinkarnasi tamu atau staf Hotel Overlook yang pernah hidup di tahun 1921. Sedangkan teori lainnya menyebutkan kalau foto tersebut menggambarkan semua orang yang jiwanya sudah "diambil" oleh hotel tersebut. Jadi ketika Jack meninggal, jiwanya masuk ke dalam foto itu.

2. "Inception" - realitas itu subyektif

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa cinematographe.it

Di akhir Inception, Cobb (Leonardo DiCaprio) bertemu dengan mertua dan anak-anaknya setelah berhasil keluar dari limbo. Dia pun memutar totemnya di atas meja, tetapi kamera langsung memudar menjadi hitam sebelum kita tahu apakah totem itu jatuh atau terus berputar.

Hal ini membuat banyak penggemar percaya kalau Cobb masih terjebak di dunia mimpi, bukan di dunia nyata bersama anak-anaknya. Akhir yang ambigu ini pun berhasil membagi penggemar menjadi dua kubu. Beberapa percaya dia bangun, sementara yang lain berpikir kalau dia masih terjebak di dalam limbo.

Sutradara Inception, Christopher Nolan, memang tidak memberikan jawaban "ya" atau "tidak" tentang status mimpi Cobb. Namun, dia mencoba menjelaskannya pada tahun 2015. "Cobb pergi bersama anak-anaknya, dan berada dalam realitas subjektifnya sendiri. Dia tidak peduli lagi dan itu membuat pernyataan: mungkin semua bentuk realitas itu valid," ucapnya.

Pada Agustus 2018, Michael Caine, yang berperan sebagai mertua Cobb, memberikan kejelasan tentang akhir yang sangat ambigu tersebut. "Aku berkata kepadanya [Nolan], 'Kapan itu mimpi dan kapan itu kenyataan?' Lalu Nolan menjawabnya dengan sederhana dan berkata, "Nah, ketika kamu berada di tempat kejadian, itu kenyataan.'"

3. "Birdman" - Riggan Thomson tidak terbang

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa mtv.com

Adegan terakhir Birdman memperlihatkan Riggan Thomson (Michael Keaton) yang melompat dari jendela yang terbuka. Putrinya (Emma Stone) masuk ke dalam ruangan tersebut lalu menatap ke langit sambil tersenyum, seolah-olah menunjukkan kalau Riggan berhasil terbang ke langit seperti alter egonya.

Namun, kita semua tahu kalau hal itu tidak mungkin terjadi. Ini karena putri Riggan memiliki masalah mental yang sama dengannya. Oleh karena itu, ia justru membayangkan Riggan terbang menjauh daripada melihat kenyataan yang sesungguhnya: Riggan jatuh dan akhirnya meninggal.

4. "2001: A Space Odyssey" - Bowman adalah gambaran akhir dari evolusi manusia

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa intjournal.com

Di adegan terakhir 2001: A Space Odyssey, Bowman berhasil "berjalan-jalan" di luar angkasa dan akhirnya menjadi seorang pria tua. Sepanjang jalan, dia melihat beberapa fenomena aneh sampai sebuah monolit muncul di dekat tempat tidurnya, yang kemudian mengubahnya menjadi bayi raksasa yang terbang di sekitar Bumi.

Jika dilihat dari konteks film — yang berpusat pada evolusi umat manusia dari kera sampai menjadi makhluk yang mampu melakukan perjalanan ke luar angkasa — akhir ini sangat masuk akal. Setelah sampai ke Jupiter, Bowman berubah menjadi makhluk yang baru. Dia pun dikirim kembali ke Bumi untuk membantu umat manusia melewati tahapan evolusi selanjutnya.

Sutradara 2001: A Space Odyssey, Stanley Kubrick, menjelaskan akhir filmnya dengan singkat dalam sebuah wawancara pada tahun 1969:

"Ketika Bowman mencapai Jupiter, monolit ini membawanya melalui luar angkasa dan bagian lain dari galaksi. Di dalam keabadian, dia menjadi tua, mati, lalu terlahir kembali sebagai makhluk yang sempurna. Ia pun kembali ke Bumi untuk memberikan lompatan besar pada evolusi umat manusia."

Baca Juga: Penjelasan Akhir Cerita Film I'm Thinking of Ending Things, Penasaran?

5. "American Psycho" - Patrick Bateman tidak membunuh Paul Allen

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa decider.com

Di akhir American Psycho, Patrick Bateman mengakui semua kejahatannya dan setuju untuk bertemu pengacaranya. Pada saat itu, hal yang mengejutkan pun terungkap. Pengacaranya memberi tahu Bateman kalau salah satu korbannya, Paul Allen, masih hidup. Bateman pun bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, dan ending ini mengarah ke dua spekulasi besar. 

Pertama, semua orang terdekat Bateman mencoba melindunginya dan "membersihkan" semua kejadian tersebut. Kedua, semua peristiwa yang terjadi di dalam film itu tidak nyata. Itu semua hanya khayalan Bateman yang "sakit," di mana ia membayangkan beberapa plot yang mengerikan dan menggambarnya di dalam buku hariannya.

6. "Blade Runner" - Deckard adalah seorang replicant

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa telegraph.co.uk

Ada sejumlah besar kontroversi dalam Blade Runner, salah satunya apakah Rick Deckard adalah seorang replicant atau bukan. Pemeran Deckard sendiri, Harrison Ford, mengaku kalau karakternya adalah manusia. Sedangkan sang sutradara, Ridley Scott, berkata sebaliknya.

Meskipun kebanyakan penonton tidak berpikir kalau hal ini sudah dijawab dalam film, nyatanya Scott sudah mencoba menjelaskannya dengan sangat gamblang di akhir film. Hal ini terlihat di momen-momen terakhir film, ketika Deckard kabur bersama Rachael dan menemukan origami unicorn yang ditinggalkan Eduardo Gaff.

Seperti yang kita ketahui, Deckard memimpikan unicorn di awal film. Tentunya, hal ini adalah sesuatu yang hanya akan diketahui Gaff karena ia telah melihat mimpi "unicorn" yang telah ditanamkan dalam ingatan Deckard.

7. "Shutter Island" - Andrew menerima nasibnya

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa imdb.com

Di akhir Shutter Island, terungkap kalau Edward "Teddy" Daniels (Leonardo DiCaprio) adalah Andrew Laeddis, salah satu pasien yang ada di pulau tersebut. Setelah menyadari nasibnya, dia pun berkata, "Tempat ini membuatku bertanya-tanya, manakah yang lebih buruk: hidup sebagai monster atau mati sebagai orang baik?"

Kebanyakan orang mungkin akan menganggap kalau kalimat di atas hanyalah ocehan orang gila yang akan menjalani operasi yang mengerikan. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah bahwa Andrew sudah sepenuhnya waras pada saat itu. Ia pun memalsukan kegilaannya dan menerima nasibnya untuk menebus semua kesalahan yang sudah ia lakukan di masa lalu.

8. "Interstellar" - Cooper berhasil menyelamatkan umat manusia

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa gq.com.au

Sebagian besar orang yang menonton Interstellar pasti dibuat bingung dengan adegan akhir film tersebut. Dalam adegan tersebut, Cooper melakukan perjalanan melalui lubang hitam, lalu masuk ke dalam dimensi keempat. Setelah masuk ke dalamnya, ia menyadari kalau dialah yang menjadi sosok "hantu" di dalam kamar anaknya.

Dalam dimensi tersebut, Cooper masih terus mencoba untuk menyelamatkan umat manusia dari kepunahan dengan memberikan sebuah "kode" pada jam tangannya yang tertinggal di kamar Murph. Setelah selesai mengirim kode tersebut, Cooper pingsan dan terbangun di masa depan, tepatnya di sebuah koloni manusia yang dibuat oleh Murph.

9. "Matrix Revolutions" - Neo bekerja sama dengan Deus Ex Machina untuk menghentikan Agent Smith

9 Penjelasan di Balik Ending Film Paling Ambigu Sepanjang Masa imdb.com

Sejujurnya, dua sekuel The Matrix masih "ditolak" oleh para penggemar garis keras film tersebut. Hal ini wajar, karena dengan plot yang ambigu, adegan terakhir dari Matrix Revolutions justru melahirkan beberapa spekulasi yang memusingkan otak kita.

Sepanjang seri The Matrix, kita selalu diperlihatkan dengan konflik antara manusia dan mesin yang mencoba memperbudak manusia. Namun ketika Neo bertemu dengan Deus Ex Machina (pemimpin "kota mesin") di akhir Matrix Revolutions, mereka tiba-tiba memiliki tujuan yang sama: menyingkirkan Agen Smith.

Pada akhirnya, Neo memberi tahu Deus Ex Machina kalau dia bisa menghentikan Smith. Sebagai gantinya, dia menginginkan kedamaian. Dia ingin agar Kota Zion dibebaskan. Deus Ex Machina setuju dan Neo membiarkan tubuhnya dibawa oleh para mesin.

Nah, itu tadi 9 penjelasan di balik akhir film paling ambigu sepanjang masa. Bagaimana, apakah kalian punya pendapat yang berbeda tentang ending film-film tersebut? Jika ada, kalian bisa menulisnya di kolom komentar ya!

Baca Juga: 10 Film Paling Kompleks Sepanjang Masa yang Wajib Kamu Tonton

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I always tell the truth, even when I lie." For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Agustin Fatimah

Berita Terkini Lainnya